Kompas.com - 15/08/2017, 16:15 WIB
Salah satu unit skytrain yang sedang dilaksanakan uji coba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (14/8/2017) siang. Dokumentasi PT Angkasa Pura IISalah satu unit skytrain yang sedang dilaksanakan uji coba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (14/8/2017) siang.
|
EditorErvan Hardoko

TANGERANG, KOMPAS.com - Kereta skytrain di Bandara Soekarno-Hatta akan benar-benar beroperasi tanpa pengemudi enam bulan setelah operasional pertamanya.

Operasional resmi skytrain rencananya ditargetkan pada 17 September 2017 dengan masa uji coba hingga sebulan ke depan.

"Semua ini kan tanpa awak, tapi nanti sebelum tanpa awak, harus uji coba selama enam bulan. Kami lakukan supaya safe, enam bulan pertama pakai awak sambil sinkronisasi sistem yang sudah ada," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau uji coba skytrain di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (15/8/2017).

Baca: "Skytrain Mirip Banget Sama KRL, dari Segala Aspek"

Di dalam unit skytrain, memang tersedia kursi pengemudi dan kontrol kemudi untuk mengendalikan kereta itu.

Setelah semua sistem berjalan tanpa kendala, PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara akan mengoperasikan skytrain secara otomatis dengan kendali berada di Operation Control Center (OCC).

"Jadi nanti bangku pengemudi sama kontrol kemudi di skytrain akan ditutup kalau sudah beroperasi tanpa awak atau otomatis," tutur Public Relation Manager PT Angkasa Pura II Yado Yarismano.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama sebulan ini, PT Angkasa Pura II mengoperasikan skytrain untuk uji coba di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Uji coba ini kemudian dievaluasi sebelum Ditjen Perkeretaapian menerbitkan sertifikat yang menyatakan moda transportasi itu aman dan dapat digunakan untuk umum.

Baca: Mengintip Interior Gerbong "Skytrain" Bandara Soekarno-Hatta

Ada tiga rangkaian atau trainset skytrain yang akan dioperasikan. Satu trainset terdiri dari dua gerbong kereta dengan kapasitas 176 orang penumpang.

Sementara, jeda antar rangkaian skytrain di tiap terminal ditargetkan maksimal lima menit, dengan waktu tempuh dari Terminal 1 menuju integrated building ke Terminal 2 dan Terminal 3 ditetapkan sekitar tujuh menit.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Megapolitan
Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Megapolitan
Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Megapolitan
UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

Megapolitan
Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Megapolitan
Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Megapolitan
Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Megapolitan
Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Megapolitan
Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Megapolitan
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cisadane

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cisadane

Megapolitan
Pengendara Moge Tabrak Pemotor Honda Beat hingga Tewas, Polisi: Itu Konvoi, Mereka Sunmori...

Pengendara Moge Tabrak Pemotor Honda Beat hingga Tewas, Polisi: Itu Konvoi, Mereka Sunmori...

Megapolitan
Anies: Alasan Tidak Bisa Vaksin di Jakarta Sulit Diterima, Anda Bisa Akses di Mana Saja

Anies: Alasan Tidak Bisa Vaksin di Jakarta Sulit Diterima, Anda Bisa Akses di Mana Saja

Megapolitan
BIN Gelar Vaksinasi di Pesantren Tangsel, 2.500 Santri Terima Vaksin Covid-19

BIN Gelar Vaksinasi di Pesantren Tangsel, 2.500 Santri Terima Vaksin Covid-19

Megapolitan
RSUD Kabupaten Bekasi Mulai Buka Perawatan untuk Pasien Non-Covid-19

RSUD Kabupaten Bekasi Mulai Buka Perawatan untuk Pasien Non-Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X