Pihak Bayi Debora: Mereka Tak Akui Bersalah, malah Memojokkan Kami

Kompas.com - 13/09/2017, 11:57 WIB
Tim advokasi orangtua bayi Debora, Birgaldo Sinaga mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017). KOMPAS.COM/Anggita MuslimahTim advokasi orangtua bayi Debora, Birgaldo Sinaga mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Orangtua bayi Tiara Debora menilai pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga tidak punya itikad baik terkait kasus meninggalnya Debora.

Bayi berumur empat bulan itu meninggal dunia di RS Mitra Keluarga setelah pihak RS tidak merawatnya di pediatric intensive care unit (PICU) karena keterbatasan dana dari orangtua Debora.

"Mereka tidak mengakui bersalah, malah memojokkan kami melalui press release mereka," kata kuasa hukum orangtua Debora, Birgaldo Sinaga, kepada Kompas.com, Rabu (13/9/2017).

Birgaldo mengungkapkan, ada tiga orang perwakilan RS Mitra Keluarga mengunjungi kediaman orangtua Debora, beberapa waktu lalu.


Baca: Orangtua Debora Siapkan Materi Laporan terhadap RS Mitra Keluarga

Di sana, mereka menyampaikan ucapan turut berbelasungkawa, tetapi setelahnya RS malah mengeluarkan pernyataan pers yang menyebut mereka tidak bersalah dan beberapa hal lain yang dianggap tidak sesuai dengan cerita versi orangtua Debora.

"Orang rumah sakit baru datang setelah masalahnya ramai (diberitakan), kasih ucapan belasungkawa, tapi kemudian keluarin rilis seperti itu," ucap Birgaldo.

Baca: Keluarga Bayi Debora Kecewa dengan Dinkes DKI

Menilai sikap RS yang seperti itu, pihak keluarga saat ini sedang mematangkan rencana untuk melaporkan RS Mitra Keluarga Kalideres ke kepolisian.

Kedua orangtua Debora, yakni Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi, juga berkomunikasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Lembaga Perlindungan Konsumen, dan instansi lain untuk membahas laporan terhadap RS.

Baca: Cegah Kasus seperti Debora, Pemerintah Dorong Program Ini untuk Semua RS

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumat Pagi, Kualitas Udara Bekasi dan Depok Lebih Buruk daripada Jakarta

Jumat Pagi, Kualitas Udara Bekasi dan Depok Lebih Buruk daripada Jakarta

Megapolitan
Keterlibatan Dokter dalam Penganiayaan Ninoy, Disebut Tak Obati dan Ikut Interogasi...

Keterlibatan Dokter dalam Penganiayaan Ninoy, Disebut Tak Obati dan Ikut Interogasi...

Megapolitan
Ulah Djeni Si Penggelap Mobil, Bikin Repot Keluarga hingga Jadi Target Kemarahan Para Korban

Ulah Djeni Si Penggelap Mobil, Bikin Repot Keluarga hingga Jadi Target Kemarahan Para Korban

Megapolitan
Kisah di Balik Nama Kampung Apung, Berawal dari Kekompakan Warga Hadapi Musibah...

Kisah di Balik Nama Kampung Apung, Berawal dari Kekompakan Warga Hadapi Musibah...

Megapolitan
Aksi Mahasiswa Tuntut Perppu KPK, Hanya 2,5 Jam dan Tak Bisa Sampai ke Depan Istana

Aksi Mahasiswa Tuntut Perppu KPK, Hanya 2,5 Jam dan Tak Bisa Sampai ke Depan Istana

Megapolitan
BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Teman Tewas Dalam Tawuran, Pelajar di Depok Balas Dendam Rusak Sekolah Pelakunya

Teman Tewas Dalam Tawuran, Pelajar di Depok Balas Dendam Rusak Sekolah Pelakunya

Megapolitan
Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X