Sertifikat Terbit, "Skytrain" di Soekarno-Hatta Beroperasi Mulai 17 September - Kompas.com

Sertifikat Terbit, "Skytrain" di Soekarno-Hatta Beroperasi Mulai 17 September

Kompas.com - 14/09/2017, 15:46 WIB
Sejumlah teknisi bersiap melakukan ujicoba jalan Skytrain di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (15/8/2917). Kereta layang yang nantinya mampu mengangkut penumpang sebanyak 350 orang dalam lima menit itu akan mulai beroperasi secara resmi pada 17 September 2017 yang akan melayani pengguna jasa Bandara Soetta dari terminal ke terminal.ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL Sejumlah teknisi bersiap melakukan ujicoba jalan Skytrain di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (15/8/2917). Kereta layang yang nantinya mampu mengangkut penumpang sebanyak 350 orang dalam lima menit itu akan mulai beroperasi secara resmi pada 17 September 2017 yang akan melayani pengguna jasa Bandara Soetta dari terminal ke terminal.


TANGERANG, KOMPAS.com -
Layanan kereta tanpa awak atau skytrain di Bandara Soekarno-Hatta dipastikan beroperasi untuk umum pada Minggu (17/9/2017). Kepastian operasional tahap pertama layanan skytrain didapatkan usai Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian melakukan verifikasi dan menerbitkan sertifikat tanda lulus uji coba.

"Sertifikasi untuk keretanya sudah keluar hari ini. Rencananya, sertifikasi untuk sarana dan prasarananya, seperti jalur, akan keluar pada Sabtu (16/9/2017)," kata Branch Communication Manager Bandara Soekarno-Hatta, Dewandono Prasetyo Nugroho, kepada Kompas.com, Kamis (14/9/2017).

Pras menjelaskan, sertifikasi untuk skytrain terbit setelah melalui proses uji coba selama sebulan lebih, dengan mengoperasikan skytrain dari Terminal 3 ke Terminal 2.

Jarak tempuh jalur skytrain dari Terminal 3 ke Terminal 2 sejauh 1,7 kilometer. Adapun setelah skytrain beroperasi dari Terminal 3 ke Terminal 2, akan dilanjutkan sampai ke Terminal 1, Integrated Building, lalu tersambung lagi ke Terminal 3.

(baca: Modernisasi Layanan Bandara dengan "Skytrain")

Integrated Building merupakan bangunan tempat pengguna jasa berpindah moda transportasi, baik ke bus, taksi, maupun kereta bandara.

Layanan skytrain memudahkan pengguna jasa di bandara Soekarno-Hatta berpindah terminal, dari yang biasanya menggunakan kendaraan pribadi atau shuttle bus gratis.

Ada total tiga rangkaian kereta, dengan satu rangkaian kereta terdiri dari dua gerbong, yang akan dioperasikan di Bandara Soekarno-Hatta.

Jarak antarkedatangan skytrain ditargetkan maksimal lima menit, dengan waktu tempuh mengelilingi seluruh terminal dan Integrated Building di bandara sekitar tujuh menit. Satu rangkaian kereta bisa menampung hingga 176 penumpang.

Kompas TV Kereta ini menjadi moda transportasi modern di Bandara Soekarno-Hatta.


EditorIndra Akuntono

Komentar

Terkini Lainnya

Jika Masih Padat, Polisi Akan Berlakukan 'One Way' Mulai Kertasari hingga Cikarut

Jika Masih Padat, Polisi Akan Berlakukan "One Way" Mulai Kertasari hingga Cikarut

Nasional
Kepolisian Diminta Konsisten Terapkan Tes Psikologi untuk Pemohon SIM

Kepolisian Diminta Konsisten Terapkan Tes Psikologi untuk Pemohon SIM

Nasional
Indo Barometer: Sumut Inginkan Jokowi, tetapi JK Tidak Diinginkan

Indo Barometer: Sumut Inginkan Jokowi, tetapi JK Tidak Diinginkan

Nasional
Rekonstruksi Ungkap Alur Pembunuhan Sadis terhadap Sopir Taksi Online di Palembang

Rekonstruksi Ungkap Alur Pembunuhan Sadis terhadap Sopir Taksi Online di Palembang

Regional
Velodrome Jakarta Disebut yang Terbaik se-Asia

Velodrome Jakarta Disebut yang Terbaik se-Asia

Megapolitan
Pencarian Korban KM Sinar Bangun Dimaksimalkan hingga 10 Hari

Pencarian Korban KM Sinar Bangun Dimaksimalkan hingga 10 Hari

Nasional
Besok, Menhub dan Panglima TNI Tinjau Lokasi Tenggelam KM Sinar Bangun

Besok, Menhub dan Panglima TNI Tinjau Lokasi Tenggelam KM Sinar Bangun

Nasional
Muara Angke Disebut Habitat Buaya, Warga Tak Pernah Lihat Buaya di Sana

Muara Angke Disebut Habitat Buaya, Warga Tak Pernah Lihat Buaya di Sana

Megapolitan
Indo Barometer: Elektabilitas Edy-Musa 36,9 Persen, Djarot-Sihar 37,8 Persen

Indo Barometer: Elektabilitas Edy-Musa 36,9 Persen, Djarot-Sihar 37,8 Persen

Nasional
Biografi Tokoh Dunia: Joan of Arc, Sang Dara Penakluk Pasukan Inggris

Biografi Tokoh Dunia: Joan of Arc, Sang Dara Penakluk Pasukan Inggris

Internasional
Indo Barometer: Ganjar-Yasin 67,3 Persen, Sudirman-Ida 21,1 Persen

Indo Barometer: Ganjar-Yasin 67,3 Persen, Sudirman-Ida 21,1 Persen

Nasional
Di Haul Bung Karno, Hasto Sebut Kaum Soekarnois-Religius Selalu Beriringan

Di Haul Bung Karno, Hasto Sebut Kaum Soekarnois-Religius Selalu Beriringan

Nasional
Studi: Terdapat 1 Miliar Senjata Api di Dunia, Bagaimana di Indonesia?

Studi: Terdapat 1 Miliar Senjata Api di Dunia, Bagaimana di Indonesia?

Internasional
Prabowo Ziarah ke Makam Jendral M Yusuf dan Pangeran Diponegoro

Prabowo Ziarah ke Makam Jendral M Yusuf dan Pangeran Diponegoro

Regional
Beasiswa Perfilman di IKJ, Ini Jadwal dan Syaratnya

Beasiswa Perfilman di IKJ, Ini Jadwal dan Syaratnya

Edukasi

Close Ads X