Cerita Menhub Budi Karya Naik Taksi Online ke Bekasi

Kompas.com - 19/09/2017, 13:50 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan uji coba dengan menaiki bus Transjabodetabek premium rute Mega City Bekasi-Plaza Senayan, Selasa (19/9/2017). KOMPAS.COM/Anggita MuslimahMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan uji coba dengan menaiki bus Transjabodetabek premium rute Mega City Bekasi-Plaza Senayan, Selasa (19/9/2017).
|
EditorDian Maharani

BEKASI, KOMPAS.com -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menceritakan pengalamannya menggunakan taksi online dari kediamannya ke Bekasi untuk melakukan uji coba bus transjabodetabek premium rute Mega City Bekasi-Plaza Senayan.

"Saya dari rumah di daerah Jakarta Selatan ke Bekasi mencoba naik taksi online. Pengalamannya menyenangkan, yang menyenangkan adalah pada saat saya bertanya kepada supir taksi, sekarang mereka di online, pendapatannya naik, mencapai 40 persen," ujar Budi di Bekasi, Selasa (19/9/2017).

Ia menjelaskan, dengan pendapatan supir tersebut yang meningkat, menandakan kolaborasi antara taksi yang existing dengan online sudah baik.

Baca: Menhub Uji Coba Bus Transjabodetabek Premium dari Bekasi ke Jakarta

Selain itu, kata Budi, menggunakan moda transportasi umum pula dijamin aman. Namun, ada hal yang menurut dia kurang menyenangkan saat perjalannya dari rumah menuju Bekasi.

"Tapi yang tidak menyenangkan adalah tidak bisa memastikan waktunya. Estimasi sampai setengah tujuh pagi, ternyata sampai di sini tapi malah jam 7," kata dia.

 

Baca: Ini Tanggapan Warga Bekasi soal Bus Transjabodetabek Premium

Budi mengatakan, telah menyaksikan sendiri bagaimana kepadatan yang ada di jalan tanpa menggunakan pengawalan.

Dengan demikian, kata Budi, pemerintah akan mengimprovisasi suasana tersebut dengan cara yang lebih baik untuk melayani masyarakat.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Megapolitan
Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Megapolitan
UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

Megapolitan
Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Rektor IPB University Positif Covid-19

Rektor IPB University Positif Covid-19

Megapolitan
Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Megapolitan
Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Megapolitan
Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Megapolitan
Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Megapolitan
Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Megapolitan
Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X