Djarot: Saya Lebih Suka Gaji PNS Cukup, daripada Gaji Minim tapi Korupsi - Kompas.com

Djarot: Saya Lebih Suka Gaji PNS Cukup, daripada Gaji Minim tapi Korupsi

Kompas.com - 25/09/2017, 11:17 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat wawancara dengan kompas.com di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (4/9/2017).KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat wawancara dengan kompas.com di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (4/9/2017).


JAKARTA, KOMPAS.com -
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, skema penghitungan tunjangan kinerja daerah (TKD) setiap pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta sebaiknya didasarkan pada kinerja mereka, seperti yang diterapkan saat ini.

Djarot menyebut TKD untuk kinerja PNS yang bekerja dengan optimal rata-rata di atas Rp 10 juta per bulan. Dengan demikian, total penghasilan atau gaji yang dikantongi PNS cukup besar.

"Saya lebih suka memberikan gaji mereka (PNS) yang cukup untuk kehidupan mereka daripada gajinya minim, tapi korupsinya yang besar," ujar Djarot, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (25/9/2017).

(baca: Taufik: Yang Harus Dievaluasi Itu Tunjangan PNS, Bukan Gaji...)

Djarot menjelaskan, penghasilan cukup untuk PNS diharapkan mengurangi atau mencegah praktik korupsi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Namun, apabila kinerja PNS tersebut tidak beres atau melakukan pelanggaran, Pemprov DKI akan memotong TKD yang bersangkutan bahkan memecatnya.

"Mereka sudah kontrak, ada komitmen untuk menandatangani KPI (key performance indicator), sudah ada komitmen itu. Dengan cara seperti kami bisa mengevaluasi (kinerja PNS)," kata Djarot.

Selain itu, Djarot juga ingin skema penghitungan TKD didasarkan pada tingkat risiko kerja yang dihadapi.

Contohnya, TKD PNS di Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) harus sesuai dengan pekerjaan mereka yang mempertaruhkan nyawa saat memadamkan api dan melakukan penyelamatan.

Begitu pun dengan Satpol PP yang bertugas menegakkan peraturan daerah (perda) dan seringkali berhadapan dengan warga.

"Berbeda dengan mereka yang ada di kantor, staf administrasi, PTSP itu kan cuma begitu, tidak berkaitan dengan nyawa dia kan. Tapi yang berkaitan dengan nyawa dia, maka harus diberikan TKD atau insentif yang sesuai," ucap Djarot.

DPRD DKI Jakarta sebelumnya mengusulkan skema penghitungan TKD untuk setiap PNS di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan unit kerja perangkat daerah (UKPD) di Pemprov DKI Jakarta dirombak.

Usulan itu dilatarbelakangi adanya perbedaan beban kerja dan penyerapan anggaran di tiap SKPD.

Kompas TV Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berpamitan di hadapan anak-anak dan masyarakat dalam kegiatan pentas seni di Balai Kota.


EditorIndra Akuntono
Komentar

Terkini Lainnya

Orangtua Korban Penembakan Sekolah Texas Sebut Motif Pelaku karena Asmara

Orangtua Korban Penembakan Sekolah Texas Sebut Motif Pelaku karena Asmara

Internasional
Keponakan Novanto Mengaku Berikan Uang ke Jafar Hafsah dan Nur Assegaf

Keponakan Novanto Mengaku Berikan Uang ke Jafar Hafsah dan Nur Assegaf

Nasional
Kesaksian Juru Parkir Amankan Pria yang Shalat di Tengah Jalan

Kesaksian Juru Parkir Amankan Pria yang Shalat di Tengah Jalan

Megapolitan
Seorang Bayi Lahir di Pulau yang 12 Tahun Larang Adanya Kelahiran

Seorang Bayi Lahir di Pulau yang 12 Tahun Larang Adanya Kelahiran

Internasional
Cerita dari Rumah Habibie Setelah Tahu Seoharto Ingin Mundur

Cerita dari Rumah Habibie Setelah Tahu Seoharto Ingin Mundur

Nasional
Hasanudin Sebut Reformis Sejati Itu Habibie

Hasanudin Sebut Reformis Sejati Itu Habibie

Regional
Penjaga Auditorium Muhammadiyah Ditemukan Tewas, Diduga Sudah 3 Hari

Penjaga Auditorium Muhammadiyah Ditemukan Tewas, Diduga Sudah 3 Hari

Regional
Jaksa Sebut Sidang Kasus Pembunuhan Istri dan Dua Anak Ditunda karena Saksi Belum Siap

Jaksa Sebut Sidang Kasus Pembunuhan Istri dan Dua Anak Ditunda karena Saksi Belum Siap

Megapolitan
Polisi yang Viral Nyanyikan Lagu soal Teroris Pernah Jadi Pengamen dan Penyemir Sepatu

Polisi yang Viral Nyanyikan Lagu soal Teroris Pernah Jadi Pengamen dan Penyemir Sepatu

Regional
Keponakan Novanto Akui Serahkan Uang kepada Agun Gunandjar

Keponakan Novanto Akui Serahkan Uang kepada Agun Gunandjar

Nasional
Sebelum Rumahnya Dirusak, Warga Ahmadiyah di Lombok Diminta Bertobat

Sebelum Rumahnya Dirusak, Warga Ahmadiyah di Lombok Diminta Bertobat

Nasional
Iseng Lempari 3 Bus dengan Batu, 3 Remaja di Aceh Timur Ditangkap Polisi

Iseng Lempari 3 Bus dengan Batu, 3 Remaja di Aceh Timur Ditangkap Polisi

Regional
Kabin Pesawat Maskapai ANA Dipenuhi Asap, 137 Penumpang Dievakuasi

Kabin Pesawat Maskapai ANA Dipenuhi Asap, 137 Penumpang Dievakuasi

Internasional
BPPTKG: Dua Letusan Freatik Gunung Merapi Hari Ini Bersuhu 274,9 Derajat Celcius

BPPTKG: Dua Letusan Freatik Gunung Merapi Hari Ini Bersuhu 274,9 Derajat Celcius

Regional
Tulis Status Menistakan Agama di Facebook, Mahasiswa Jadi Tersangka

Tulis Status Menistakan Agama di Facebook, Mahasiswa Jadi Tersangka

Regional

Close Ads X