Kompas.com - 30/10/2017, 16:11 WIB
Penulis Nursita Sari
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginginkan penataan pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, bersifat permanen. Dengan begitu, para PKL tidak akan lagi turun ke jalan.

Menurut Anies, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sudah memiliki beberapa terobosan untuk menata PKL di sana.

"Kami akan cari solusi yang bisa permanen, dan Alhamdulillah, Pak Wagub kemarin sudah diskusikan juga, sudah ada beberapa terobosan menarik. Tapi kan kami enggak cerita rencana ya, nanti kami laporkan kalau sudah eksekusi," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (30/10/2017).

Anies tidak ingin para PKL kembali mengokupasi jalan dan trotoar di sekitar stasiun dan Pasar Tanah Abang setelah ditata. Persoalan PKL Tanah Abang, lanjut Anies, sudah berlangsung bertahun-tahun dan tak kunjung ada solusi permanen.

Baca juga : Sandiaga Minta Waktu untuk Buat Terobosan Mengatur PKL Tanah Abang

Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) berdagang di atas trotoar di Tanah Abang, Jakarta, Rabu (18/10/2017). Meskipun sudah ditertibkan, para PKL tersebut masih saja berjualan di atas trotoar dengan alasan harga sewa toko yang sangat mahal.ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) berdagang di atas trotoar di Tanah Abang, Jakarta, Rabu (18/10/2017). Meskipun sudah ditertibkan, para PKL tersebut masih saja berjualan di atas trotoar dengan alasan harga sewa toko yang sangat mahal.
"Jangan dilakukan untuk jangka pendek lalu muncul lagi, muncul lagi, muncul lagi. Kan masalah ini bukan muncul hanya 2-3 hari, tapi sudah berbulan-bulan, muncul lagi, bertahun-tahun, muncul lagi," kata Anies.

Baca juga : Lulung Imbau PKL Tanah Abang Tak Beri Uang Keamanan ke Preman

Senada dengan Anies, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut, penataan PKL di Tanah Abang tak bisa dieksekusi terburu-buru. Menurut data Jakarta Smart City, ada sekitar 300.000 orang yang lalu lalang di Kawasan Tanah Abang.

Baca juga : Lulung Minta Satpol PP Tak Sita Barang Dagangan PKL Tanah Abang

Pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan bermotor roda dua memenuhi trotoar di Pasar Tanah Abang, seberang Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2017).Kompas.com/Sherly Puspita Pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan bermotor roda dua memenuhi trotoar di Pasar Tanah Abang, seberang Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2017).
"Ini merupakan sumber daripada ekonomi, ada dampak juga terhadap lalu lintas, ada dampak juga terhadap penataan UKM, jadi kita tidak ingin terburu-buru," ujar Sandi dalam kesempatan yang sama.

Kompas TV Sepekan terakhir kawasan Tanah Abang kembali jadi sorotan karena kesemerawutannya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demokrat Sebut Penentuan Sekda DKI Definitif Tak Terbatas pada ASN Pemprov

Demokrat Sebut Penentuan Sekda DKI Definitif Tak Terbatas pada ASN Pemprov

Megapolitan
KPAI Sebut Polemik Relokasi SDN Pondok Cina 1 Berdampak pada Psikologis Orangtua Murid

KPAI Sebut Polemik Relokasi SDN Pondok Cina 1 Berdampak pada Psikologis Orangtua Murid

Megapolitan
Kondisi Kesehatan Budyanto Paman Keluarga Kalideres Menurun Karena Hasil Ritual Tak Sesuai Harapan

Kondisi Kesehatan Budyanto Paman Keluarga Kalideres Menurun Karena Hasil Ritual Tak Sesuai Harapan

Megapolitan
Renny Margaretha Ibu Kalideres Konsumsi Obat Kanker Payudara, Bukti Tak Bunuh Diri dan Berupaya Sehat

Renny Margaretha Ibu Kalideres Konsumsi Obat Kanker Payudara, Bukti Tak Bunuh Diri dan Berupaya Sehat

Megapolitan
Harga Telur Ayam di Pasar Anyar Tangerang Naik, Kini Tembus Rp 31.000 Per Kg

Harga Telur Ayam di Pasar Anyar Tangerang Naik, Kini Tembus Rp 31.000 Per Kg

Megapolitan
Pegawai Koperasi Tak Laporkan Kematian Ibu Keluarga di Kalideres Karena Diancam Budiyanto

Pegawai Koperasi Tak Laporkan Kematian Ibu Keluarga di Kalideres Karena Diancam Budiyanto

Megapolitan
Jabatan Sekda DKI Dilelang, Demokrat: Utamakan Etnis Betawi

Jabatan Sekda DKI Dilelang, Demokrat: Utamakan Etnis Betawi

Megapolitan
Tim Forensik Ungkap Alasan Dian Tetap Tinggal Bersama Jenazah Anggota Keluarganya di Kalideres

Tim Forensik Ungkap Alasan Dian Tetap Tinggal Bersama Jenazah Anggota Keluarganya di Kalideres

Megapolitan
Budyanto Paman Keluarga Kalideres Disebut Berpola Pikir Tak Lazim dan Tertarik Pada Klenik Sejak SMA

Budyanto Paman Keluarga Kalideres Disebut Berpola Pikir Tak Lazim dan Tertarik Pada Klenik Sejak SMA

Megapolitan
Meninggal karena Kanker Payudara, Ada Benjolan Berakibat Fatal pada Margaretha Ibu Keluarga Kalideres

Meninggal karena Kanker Payudara, Ada Benjolan Berakibat Fatal pada Margaretha Ibu Keluarga Kalideres

Megapolitan
Kesimpulan Sekeluarga Tewas di Kalideres: Kematian Wajar dalam Kondisi Tidak Wajar

Kesimpulan Sekeluarga Tewas di Kalideres: Kematian Wajar dalam Kondisi Tidak Wajar

Megapolitan
Kepala Dinas LH DKI: Rusun Marunda Tak Mungkin Bersih dari Pencemaran Debu Batu Bara

Kepala Dinas LH DKI: Rusun Marunda Tak Mungkin Bersih dari Pencemaran Debu Batu Bara

Megapolitan
Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Ada Kandungan Obat Kanker Payudara pada Jasad Margaretha

Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Ada Kandungan Obat Kanker Payudara pada Jasad Margaretha

Megapolitan
Dokter Forensik Ungkap Penyakit yang Diidap Anggota Keluarga yang Tewas di Kalideres, Dian Sakit Radang Paru-paru

Dokter Forensik Ungkap Penyakit yang Diidap Anggota Keluarga yang Tewas di Kalideres, Dian Sakit Radang Paru-paru

Megapolitan
Pasangan yang Buang Bayi di Bekasi Sudah 3 Kali Berhubungan Badan, Polisi: Ngakunya Khilaf

Pasangan yang Buang Bayi di Bekasi Sudah 3 Kali Berhubungan Badan, Polisi: Ngakunya Khilaf

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.