Warga Hindu DKI Keluhkan Minimnya Fasilitas Kremasi, Ini Jawaban Anies

Kompas.com - 05/11/2017, 14:26 WIB
Anies berdialog dengan warga Jakarta beragama Hindu. IWAN SUPRIYATNA/KOMPAS.comAnies berdialog dengan warga Jakarta beragama Hindu.
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan pemugaran Pura Dalem Purnajati Tanjung Puri di Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (5/11/2017).

Sebelum memberi sambutan, Anies mendapatkan curhatan terlebih dahulu dari perwakilan warga Jakarta yang beragama Hindu.

Ketua Suka Duka Hindu Dharma Provinsi DKI Jakarta, Made Sudartha mengatakan, fasilitas kremasi di Jakarta belum begitu banyak.

Sedangkan saat ini, ada 105.000 warga Hindu yang terdaftar di DKI Jakarta.

"Kami sebelumnya sudah disediakan areal pemakaman seluas 2 hektar, tapi kan orang Hindu kalau meninggal tidak dikubur. Jadi menurut kami dari pada sia-sia lebih baik ditukar dengan fasilitas kremasi yang masih minim," ucap Made Sudartha saat memberikan sambutan di acara pemugaran Pura Dalem Purnajati Tanjung Puri.

(baca: Anies Janji Fasilitasi Pendidikan Agama Hindu)

Setelah mendengarkan curhatan tersebut, Anies berjanji akan menyediakan fasilitas kremasi yang memadai untuk warga DKI Jakarta yang beragama Hindu.

"Ya, nanti akan kita siapkan. Ini juga cukup penting, karena warga Hindu kalau meninggal tidak dikubur melainkan dikremasi, ini akan jadi pertimbangan," ucap Anies.

Meski belum menyebutkan berapa banyak penambahan fasilitas kremasi dan dimana saja penempatannya, Anies mengak,  akan membahasnya di Pemprov DKI dan berencana memasukannya ke anggaran tahun 2018.

"Ini akan kami bahas, akan kami masukan di buku anggaran tahun 2018," pungkas Anies.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Megapolitan
Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Megapolitan
Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Megapolitan
Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Megapolitan
Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Megapolitan
Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Megapolitan
Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

Megapolitan
Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

Megapolitan
Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

Megapolitan
Jaksel Kembali Zona Merah, Wali Kota: Kalau Cuma Nongkrong di Warung Kopi, Jangan Dulu Deh

Jaksel Kembali Zona Merah, Wali Kota: Kalau Cuma Nongkrong di Warung Kopi, Jangan Dulu Deh

Megapolitan
Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Tangsel, Benyamin: Nomor Keberuntungan

Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Tangsel, Benyamin: Nomor Keberuntungan

Megapolitan
Barbershop dan Restoran di Tanjung Priok Ditutup karena Langgar Aturan PSBB

Barbershop dan Restoran di Tanjung Priok Ditutup karena Langgar Aturan PSBB

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X