"Jika Infrastruktur Baik, Genangan Akan Cepat Surut"

Kompas.com - 15/11/2017, 11:14 WIB
Pemandangan gedung bertingkat dengan gumpalan awan hitam yang menggelayut diatas langit Kota Jakarta terlihat dari Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai cuaca buruk berupa hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi melanda sebagian wilayah di Jabodetabek. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPemandangan gedung bertingkat dengan gumpalan awan hitam yang menggelayut diatas langit Kota Jakarta terlihat dari Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai cuaca buruk berupa hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi melanda sebagian wilayah di Jabodetabek. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS. com — Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Hary Tirto Djatmiko mengatakan, tahun 2017 musim hujan di Jabodetabek bertipe normal.

"Jadi, sekenario tahun ini adalah sekenario tahun normal. Kalau kita bandingkan dengan tahun 2015, tidak sekering 2015 dan tidak sebasah 2016," kata Hary kepada Kompas.com, Rabu (15/11/2017).

Ia mengatakan, meski bertipe normal, potensi genangan air hingga banjir tetap ada jika hujan deras berbarengan dengan pasang air laut.

"Pasang air laut atau rob ini biasanya terjadi pada bulan purnama, bisa dilihat di kalender. Namun, kalau infrastruktur mendukung, seharusnya genangan akan surut dengan cepat, tak seperti pada tipe basah," ujarnya.

Baca juga: BMKG: Tak Ada Siklus Banjir 5 Tahunan, Setiap Tahun Ada Potensi Banjir

Normalnya, lanjut dia, bulan Desember hingga Januari merupakan puncak hujan. Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Yang membedakan 2016 itu tahun basah, jadi sepanjang tahun itu hujan terus. Tahun ini normalnya sampai Februari saja. Kita update setiap hari infonya," ucap Hary.

Baca juga: Mengapa Sejumlah Wilayah di Pesanggrahan Banjir Lagi?

Hary mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap kemungkinan banjir karena pasang atau surutnya air laut pasti terjadi setiap bulannya.

"Jadi, waktu genangan terjadi bisa lebih siap. Karena rob yang ditandai dengan bulan purnama itu setiap bulan terjadi," ujarnya.

Baca juga: Kompleks BPPT Meruya dari 2007 Bebas Banjir, Kini Tergenang Lagi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 13 Persen

Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 13 Persen

Megapolitan
Hari Ini, Tenaga Medis di RSD Wisma Atlet Mulai Divaksinasi Covid-19

Hari Ini, Tenaga Medis di RSD Wisma Atlet Mulai Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Tawuran di Manggarai yang Berulang Kali Terjadi

Tawuran di Manggarai yang Berulang Kali Terjadi

Megapolitan
Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Megapolitan
4.284 Pasien Covid-19 Tersebar di Semua Kecamatan di Depok, Ini Rinciannya

4.284 Pasien Covid-19 Tersebar di Semua Kecamatan di Depok, Ini Rinciannya

Megapolitan
4 Fakta Penangkapan Komplotan Pemalsu Surat Tes Covid-19

4 Fakta Penangkapan Komplotan Pemalsu Surat Tes Covid-19

Megapolitan
Ragam Hukuman 'Nyeleneh' bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Ragam Hukuman "Nyeleneh" bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Megapolitan
Update: 34 Jenazah Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Salah Satunya Bayi 11 Bulan

Update: 34 Jenazah Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Salah Satunya Bayi 11 Bulan

Megapolitan
5 Fakta Terbaru Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182, Diperpanjang 3 Hari hingga 34 Korban Teridentifikasi

5 Fakta Terbaru Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182, Diperpanjang 3 Hari hingga 34 Korban Teridentifikasi

Megapolitan
Pengelola Gedung Tidak Kantongi Izin, Resepsi Pernikahan di Koja Dibubarkan

Pengelola Gedung Tidak Kantongi Izin, Resepsi Pernikahan di Koja Dibubarkan

Megapolitan
Update Kondisi Pandemi di Jakarta: Antre di RS Rujukan hingga Prosedur Isolasi Mandiri

Update Kondisi Pandemi di Jakarta: Antre di RS Rujukan hingga Prosedur Isolasi Mandiri

Megapolitan
Kesulitan TPU Jombang Kelola Limbah APD, Tak Diperhatikan Pemkot hingga Dibakar Mandiri

Kesulitan TPU Jombang Kelola Limbah APD, Tak Diperhatikan Pemkot hingga Dibakar Mandiri

Megapolitan
Hingga Akhir Bulan Ini, Ada Uji Emisi Gratis di Kantor Sudin Lingkungan Hidup Jakbar

Hingga Akhir Bulan Ini, Ada Uji Emisi Gratis di Kantor Sudin Lingkungan Hidup Jakbar

Megapolitan
Polisi Diminta Tangkap Pelaku Pengeroyokan Sopir Ojol di Kebayoran Lama

Polisi Diminta Tangkap Pelaku Pengeroyokan Sopir Ojol di Kebayoran Lama

Megapolitan
Dihukum Berdoa di Makam Jenazah Pasien Covid-19, Warga: Mendingan Disuruh Push Up!

Dihukum Berdoa di Makam Jenazah Pasien Covid-19, Warga: Mendingan Disuruh Push Up!

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X