Pengemudi Parkir dan Tidur di Pinggir Jalan, Mobilnya Diderek Dishub - Kompas.com

Pengemudi Parkir dan Tidur di Pinggir Jalan, Mobilnya Diderek Dishub

Kompas.com - 15/11/2017, 16:27 WIB
Mobil yang terparkir di pinggir Jalan Nipah, diderek petugas Dinas Perhubungan karena pengendara parkir sembarangan dan tidur dalam mobil, Rabu (15/11/2017).Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Mobil yang terparkir di pinggir Jalan Nipah, diderek petugas Dinas Perhubungan karena pengendara parkir sembarangan dan tidur dalam mobil, Rabu (15/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas Perhubungan Jakarta menderek satu mobil Toyota Avanza yang parkir di Jalan Nipah, tepatnya di belakang Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (15/10/2017).

Awalnya, saat petugas Dishub datang dengan mobil derek, pengendara itu tertidur pulas. Petugas pun mengetuk kaca untuk membangunkan pengendara.

"Ketika petugas memeriksa surat kelengkapan dan kendaraan tersebut, pengendara mengaku mengantuk dan tidur daripada kecelakaan," kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Christianto.

Christianto mengatakan, saat petugas memasang derek, pemilik mobil melawan dan tak terima. Ia bersikukuh hanya menumpang tidur. Pemilik mobil pun sempat berusaha menghentikan upaya derek oleh petugas.

Baca juga : Mobil Derek Dishub Terangkat Saat Menderek Truk Pasir

"Namun petugas tanggap memberikan informasi dan menggunakan langkah persuasif, akhirnya pemilik kendaraan menerima kesalahan dan diderek mobilnya ke Kantor Sudin Perhubungan Jakarta Selatan," ujar Christianto.

Pengendara itu akhirnya pasrah dan ikut mobilnya diderek. Ia harus membayar Rp 500.000 agar mobilnya dilepas.

Baca juga : Ingat, Denda Derek Bisa Bertambah Tiap Hari!

Christianto mengatakan, selain menderek kendaraan parkir liar di Jalan Nipah, ia juga menderek kendaraan yang parkir di pinggir jalan dan trotoar di Jalan Kemang Raya dan Jalan Margasatwa.

Kompas TV Untuk penertiban parkir liar, tim Dinas Perhubungan dan Polres Jakarta Barat menggelar razia di Jalan Arjuna Utara dan Puri Kembangan.


EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Terkini Lainnya

Kelebihan Beban Truk 18 Ton Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Bumiayu Brebes

Kelebihan Beban Truk 18 Ton Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Bumiayu Brebes

Regional
Meraup Untung Usaha Gosok Keliling 'Gokil' di Bekasi...

Meraup Untung Usaha Gosok Keliling "Gokil" di Bekasi...

Megapolitan
Saiful Tewas Ditikam 4 Orang Mabuk Miras yang Tegur Suara Motor Korban

Saiful Tewas Ditikam 4 Orang Mabuk Miras yang Tegur Suara Motor Korban

Megapolitan
BI Kediri Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Kebutuhan Tukar Uang Baru Selama Ramadhan

BI Kediri Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Kebutuhan Tukar Uang Baru Selama Ramadhan

Regional
Belum Genap Sepekan Ramadhan, Polisi UEA Tangkap 91 Pengemis

Belum Genap Sepekan Ramadhan, Polisi UEA Tangkap 91 Pengemis

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Ho Chi Minh, Simbol Kemerdekaan Vietnam

Biografi Tokoh Dunia: Ho Chi Minh, Simbol Kemerdekaan Vietnam

Internasional
Menurut Novanto, Politisi PDI-P Arif Wibowo Terima Uang E-KTP 350.000 Dollar AS

Menurut Novanto, Politisi PDI-P Arif Wibowo Terima Uang E-KTP 350.000 Dollar AS

Nasional
Anjlok 500 Meter dalam 5 Menit, Penumpang Maskapai Turki Panik

Anjlok 500 Meter dalam 5 Menit, Penumpang Maskapai Turki Panik

Internasional
Masalah Ekonomi Dorong Pasutri Ini Nekat Jual Sabu

Masalah Ekonomi Dorong Pasutri Ini Nekat Jual Sabu

Regional
Pansus RUU Antiterorisme Ingin Definisi Terorisme Diperketat Agar Polri Tak Bertindak Subyektif

Pansus RUU Antiterorisme Ingin Definisi Terorisme Diperketat Agar Polri Tak Bertindak Subyektif

Nasional
7 Kasus Status di Media Sosial yang Pernah Dibawa ke Jalur Hukum

7 Kasus Status di Media Sosial yang Pernah Dibawa ke Jalur Hukum

Regional
Kisah 'Spiderman' Cantik Asal Grobogan Bikin Bangga Orang Sekampung (2)

Kisah "Spiderman" Cantik Asal Grobogan Bikin Bangga Orang Sekampung (2)

Regional
Politisi PSI Galang Petisi “Jangan Penjarakan Raja Juli Antoni”

Politisi PSI Galang Petisi “Jangan Penjarakan Raja Juli Antoni”

Nasional
Polri: Siapapun yang Menyebut Serangan Teror Rekayasa, Kami Tunggu Buktinya

Polri: Siapapun yang Menyebut Serangan Teror Rekayasa, Kami Tunggu Buktinya

Nasional
Menteri BUMN Serap Gabah 4.700 Ton di Garut

Menteri BUMN Serap Gabah 4.700 Ton di Garut

Regional

Close Ads X