Soal Bangunan Liar di Jatipadang, Kadis Serahkan kepada Gubernur Anies

Kompas.com - 12/12/2017, 11:02 WIB
Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (16/2/2017). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaKepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (16/2/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan menjelaskan, penyebab masalah jebolnya tanggul di Jatipadang. Teguh menyebut masalah utamanya ada pada bangunan-bangunan liar yang ada di bibir kali.

"Kita semua tahu yang namanya tanggul saluran penghubung (PHB) itu enggak boleh ada bangunan di atasnya. Jadi ketika hujan dengan intensitas tinggi, ketika PHB ini dialiri oleh debit air yang cukup tinggi, ini air terhalang oleh bangunan," ujar Teguh kepada Kompas.com, Selasa (12/12/2017).

Trase Kali Krukut di kawasan Jatipadang sempit, debit airnya tinggi, pondasi beton bangunan yang ada di bibir kali tidak kuat menahan arus air. Akibatnya menjadi jebol seperti tadi malam.

Selain itu, masalah kondisi tanah di Jatipadang yang ada di bawah jalan juga menjadi faktor. Penggunan air bawah tanah juga menjadikan tanah mudah longsor.

Baca juga : Anies Minta Perbaikan Tanggul Jatipadang Pakai Beton, Bukan Karung Pasir

Untuk menyelesaikan masalah ini, Dinas Sumber Daya Air sebenarnya harus membuat turap. Namun, hal itu belum bisa dilakukan karena banyak bangunan liar yang membuat akses menuju tanggulnya menyempit. Akhirnya tanggul ditambal menggunakan karung pasir.

"Karena aksesnya enggak ada, jadi kami lakukan secara manual. Di Jakarta ada 10 titik lokasi rawan longsor, hampir semua masalahnya itu sama yaitu kendala bangunan berdiri di atas saluran. Enggak bisa ditolerir itu," kata Teguh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Anies Nyebur Banjir Pantau Tanggul Jatipadang yang Jebol Lagi

Namun, Dinas SDA harus melakukan solusi jangka pendek untuk mengatasi situasi ini. Dinas SDA memperbaiki tanggul-tanggul itu dengan karung-karung pasir lagi.

Setelah kondisi cuaca lebih baik, Dinas SDA akan menggantinya dengan turap batu kali.

Untuk solusi jangka panjang dengan melakukan pembebasan lahan, Teguh mengaku masih menunggu arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Keputusan ada sama Pak Gubernur," kata Teguh.

Baca juga : Tanggul Sementara Kembali Jebol, Jatipadang Banjir Lagi

Kompas TV Gubernur memerintahkan seluruh tim untuk memperbaiki tanggul yang jebol di Jati Padang, Pasar Minggu.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Megapolitan
Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.