Dikasih Celana, Sandiaga Takut Disebut Gratifikasi dan Harus Lapor KPK - Kompas.com

Dikasih Celana, Sandiaga Takut Disebut Gratifikasi dan Harus Lapor KPK

Kompas.com - 13/01/2018, 16:17 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melihat produk celana panjang wanita hasil produksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat, Sabtu (13/1/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARI Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melihat produk celana panjang wanita hasil produksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat, Sabtu (13/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menghadiri pelatihan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat, Sabtu (13/1/2018). Beberapa pelaku UMKM membawa produk unggulan mereka, salah satunya celana panjang wanita.

Pemilik produk itu menunjukkan celana yang diproduksinya kepada Sandiaga.

"Oh, (celana) buat perempuan. Buat istri saya boleh?" kata Sandiaga.

Pemilik celana tersebut mengangguk tanda memperbolehkannya. Namun, Sandiaga kemudian menyebut dirinya tidak boleh menerima barang karena khawatir disebut sebagai gratifikasi.

Baca juga: Monas Berubah Konsep Jadi Taman, Sandiaga Sebut Perlu Ada Perawatan Khusus

"Ini saya enggak boleh dikasih karena nanti gratifikasi, harus lapor KPK," katanya.

Akhirnya, Sandiaga memutuskan membeli celana itu untuk sang istri, Nur Asia.

Baca juga: Sandiaga: Tempat Pelelangan Ikan di Kalibaru Benar-benar Hancur

"Boleh beli, enggak? Beli saja ya, saya beli. Kalau enggak, nanti panjang ceritanya nih, banyak wartawan, 'Pak Sandi menerima gratifikasi'," ucapnya.

Ia berharap produk celana dan produk busana muslim yang dijual pelaku UMKM itu bisa laku di pasaran. Alasannya, busana muslim saat ini menjadi salah satu usaha yang sedang berkembang.


Kompas TV Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berjanji pedagang pasar gembrong akan mendapatkan lokasi yang layak untuk kembali berdagang.

EditorKurnia Sari Aziza
Komentar

Terkini Lainnya

Ini Bantuan Pemerintah untuk Korban Gempa Banjarnegara

Ini Bantuan Pemerintah untuk Korban Gempa Banjarnegara

Nasional
Enam Pilkada di Papua Pakai Sistem Noken, KPU Khawatirkan Distorsi Suara

Enam Pilkada di Papua Pakai Sistem Noken, KPU Khawatirkan Distorsi Suara

Nasional
Sinergi Kemenag dan CQ University Untuk Beasiswa dan Penelitian

Sinergi Kemenag dan CQ University Untuk Beasiswa dan Penelitian

Edukasi
Verifikasi Isu Miring, Kepulauan Solomon Mau Lihat Papua Lebih Dekat

Verifikasi Isu Miring, Kepulauan Solomon Mau Lihat Papua Lebih Dekat

Nasional
Bertemu Pemulung Lumpuh, Dedi Mulyadi Bilang Pemerintah Bisa Buat Mereka Bahagia

Bertemu Pemulung Lumpuh, Dedi Mulyadi Bilang Pemerintah Bisa Buat Mereka Bahagia

Regional
Muncul Spekulasi Nama Anak Ketiga Pangeran William

Muncul Spekulasi Nama Anak Ketiga Pangeran William

Internasional
Diduga Bikin Ribut di Diskotek Old City, Pria Ini Positif Sabu dan Ekstasi

Diduga Bikin Ribut di Diskotek Old City, Pria Ini Positif Sabu dan Ekstasi

Megapolitan
Selamatkan Pohon Berusia 700 Tahun di India, Pemerintah Gunakan Infus

Selamatkan Pohon Berusia 700 Tahun di India, Pemerintah Gunakan Infus

Internasional
Pengadaan Mebel Sekolah Terus Tertunda, Sandiaga Sebut Tak Akan Toleransi Lagi

Pengadaan Mebel Sekolah Terus Tertunda, Sandiaga Sebut Tak Akan Toleransi Lagi

Megapolitan
Kate Middleton Lahirkan Bayi Laki-laki

Kate Middleton Lahirkan Bayi Laki-laki

Internasional
FPTOI: Selama Ini Tak Ada Regulasi yang Jamin Keamanan Pengguna Ojek Online

FPTOI: Selama Ini Tak Ada Regulasi yang Jamin Keamanan Pengguna Ojek Online

Nasional
Erdogan Bakal Kembalikan 2 Tentara Yunani yang Ditahan Turki, tapi...

Erdogan Bakal Kembalikan 2 Tentara Yunani yang Ditahan Turki, tapi...

Internasional
Soal Laporan Sukmawati, Polisi Masih Kumpulkan Keterangan Pelapor

Soal Laporan Sukmawati, Polisi Masih Kumpulkan Keterangan Pelapor

Nasional
ISIS Penggal Tiga Kakak Beradik Pekerja Medis di Afghanistan

ISIS Penggal Tiga Kakak Beradik Pekerja Medis di Afghanistan

Internasional
'Tanpa Regulasi, Aplikator Dapat Bertindak Semaunya terhadap Pengemudi Ojek Online'

"Tanpa Regulasi, Aplikator Dapat Bertindak Semaunya terhadap Pengemudi Ojek Online"

Nasional

Close Ads X