Wakil Ketua DPRD DKI Minta Pemprov Segera Bereskan soal Aset

Kompas.com - 17/01/2018, 12:37 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (12/12/2017). Kompas.com/Sherly PuspitaWakil Ketua DPRD DKI M. Taufik di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (12/12/2017).
Penulis Nursita Sari
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik dan Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Santoso meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera membereskan persoalan aset yang dimiliki.

Mereka telah menyampaikan permintaan tersebut dalam coffee morning bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno beserta jajarannya, Rabu (17/1/2018) pagi ini. Menurut Taufik, banyak hal dibicarakan dalam coffee morning tersebut.

"Pak Santoso misalnya ngomongin soal aset. Aset Pemda itu segera diberesin dong gitu ya," ujar Taufik seusai coffee morning di Balai Kota DKI Jakarta.

Santoso menyampaikan, persoalan aset menjadi salah satu alasan Pemprov DKI Jakarta tidak mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama empat kali berturut-turut.

Baca juga : Pontang-panting Catat Aset, Sandiaga Akan Tambah Pegawai di BPAD DKI

Menurut Santoso, banyak aset Pemprov DKI yang tidak terdata.

"Di DKI ini aset-aset tuh ada barang, ada surat. Tapi yang terjadi, ada barangnya, suratnya enggak ada; ada suratnya, barangnya tidak ada; ada barangnya, tapi dimanfaatkan oleh orang lain," kata Santoso dalam kesempatan yang sama.

Santoso menyebut, Komisi C DPRD DKI akan membantu Pemprov DKI untuk mengurai satu per satu persoalan aset di DKI. Dia mengapresiasi langkah Sandiaga untuk menyelesaikan persoalan aset dengan menggelar rapat road to WTP setiap pekan.

Sementara itu, Sandiaga mengaku mendapat masukan soal aset dari DPRD DKI Jakarta dalam coffee morning pagi ini.

Baca juga : Sandi Sebut 6 Dinas Ini Malas Laporkan Aset

"Masukan Pak Santoso langsung menukik isu-isu yang ada di masyarakat. Pak Taufik juga bicara masalah aset-aset yang bisa di-pin point gitu," kata Sandiaga.

Menurut Sandiaga, Taufik memberikan masukan-masukan adanya aset milik DKI yang tidak dikuasai pemerintah. Namun, Sandiaga tidak menjelaskan detail aset yang dimaksudnya.

"(Masukan Taufik) itu langsung bisa kami tindak lanjuti. Aset yang ada di kami ini kan ada juga daftarnya di DPRD. Itu harus sinkron," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso: Jangan Lama-lama, Kita Mau Jualan

Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso: Jangan Lama-lama, Kita Mau Jualan

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Ruko 3 Lantai di Jatinegara Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Ruko 3 Lantai di Jatinegara Terbakar

Megapolitan
Siaga Banjir, Pemprov DKI Siapkan 487 Pompa Stasioner

Siaga Banjir, Pemprov DKI Siapkan 487 Pompa Stasioner

Megapolitan
Anggap Darurat, Wali Kota Depok Setuju Covid-19 Jabodetabek Ditangani Pemerintah Pusat

Anggap Darurat, Wali Kota Depok Setuju Covid-19 Jabodetabek Ditangani Pemerintah Pusat

Megapolitan
Hari ke-13, Tim SAR Terima 3 Kantong Serpihan Sriwijaya Air SJ 182 dari TNI AL

Hari ke-13, Tim SAR Terima 3 Kantong Serpihan Sriwijaya Air SJ 182 dari TNI AL

Megapolitan
Harga Daging Sapi Melonjak, Disperindag Kota Tangerang Minta Bulog Segera Operasi Pasar

Harga Daging Sapi Melonjak, Disperindag Kota Tangerang Minta Bulog Segera Operasi Pasar

Megapolitan
Diduga Akan Mencuri, Seorang Warga Dikeroyok hingga Tewas di Kuningan Jaksel

Diduga Akan Mencuri, Seorang Warga Dikeroyok hingga Tewas di Kuningan Jaksel

Megapolitan
Ramai di Medsos, Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Istri Isa Bajaj Sembunyi di Rumah Orangtua

Ramai di Medsos, Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Istri Isa Bajaj Sembunyi di Rumah Orangtua

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Tangsel Berhenti Jualan Mulai Hari Ini

Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Tangsel Berhenti Jualan Mulai Hari Ini

Megapolitan
Melonjak di Masa PPKM, Harga Cabai Rawit di Pasar Jakbar Tembus Rp 86.000 Per Kilogram

Melonjak di Masa PPKM, Harga Cabai Rawit di Pasar Jakbar Tembus Rp 86.000 Per Kilogram

Megapolitan
Pelaku Eksibisionis Terhadap Istrinya Ditangkap, Ini Komentar Isa Bajaj

Pelaku Eksibisionis Terhadap Istrinya Ditangkap, Ini Komentar Isa Bajaj

Megapolitan
Pemkot Tangsel Imbau Pedagang Daging Sapi Tetap Berjualan meski Harga Naik

Pemkot Tangsel Imbau Pedagang Daging Sapi Tetap Berjualan meski Harga Naik

Megapolitan
Pelaku Eksibisionis Terhadap Istri Isa Bajaj Mengaku Dua Kali Beraksi

Pelaku Eksibisionis Terhadap Istri Isa Bajaj Mengaku Dua Kali Beraksi

Megapolitan
Sampel Terkait Covid-19 yang Harus Diperiksa di Labkesda DKI Meningkat Signifikan Pascalibur Panjang

Sampel Terkait Covid-19 yang Harus Diperiksa di Labkesda DKI Meningkat Signifikan Pascalibur Panjang

Megapolitan
Polisi: Pelaku Eksibisionis Terhadap Istri Isa Bajaj Terpengaruh Film Porno dan Miras

Polisi: Pelaku Eksibisionis Terhadap Istri Isa Bajaj Terpengaruh Film Porno dan Miras

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X