Senpi Milik Gatot Disebut dari Mantan Kasad Wismoyo Arismunandar - Kompas.com

Senpi Milik Gatot Disebut dari Mantan Kasad Wismoyo Arismunandar

Kompas.com - 30/01/2018, 21:09 WIB
Terdakwa kasus asusila Gatot Brajamusti bersiap untuk mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/1/2018). Dalam sidang yang beragendakan  mendengarkan keterangan saksi tersebut, jaksa menghadirkan seorang saksi yaitu penyanyi Reza Artamevia.ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA Terdakwa kasus asusila Gatot Brajamusti bersiap untuk mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/1/2018). Dalam sidang yang beragendakan mendengarkan keterangan saksi tersebut, jaksa menghadirkan seorang saksi yaitu penyanyi Reza Artamevia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam sidang lanjutan kasus pemerkosaan, kepemilikan senjata api ( senpi), dan satwa langka dengan terdakwa Gatot Brajamusti atau Aa Gatot, Selasa (30/1/2018), kembali muncul pembahasan soal asal-usul dua senjata api yang dimiliki Gatot.

Dalam keterangannya, Gatot menyebut senjata jenis Glock dan Walther itu diberikan pengusaha Ary Suta. Ia pernah menanyakan dari mana Ary Suta mendapatkannya, dan disebut berasal dari mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar.

"Itu diberi salah seorang pejabat TNI, katanya dari Pak Siswoyo Arismunandar, mantan Kasad. Dulu dia (Ary Suta) dekat sekali dengan TNI. Ini senjata TNI katanya, kalau tidak salah dengar Kopassus atau mana gitu yang Glock," kata Gatot dalam sidang.

Gatot bercerita, kedekatan Ary Suta dengan kalangan TNI diketahui banyak orang. Menurut Gatot, ayah Ary Suta seorang anggota TNI. Tak hanya senjata milik tentara, Ary Suta juga disebut memiliki kendaraan-kendaraan TNI.

Baca juga : Gatot Brajamusti Segera Disidang, Berkas 3 Perkaranya Rampung

Pengakuan Gatot soal asal-usul senjata itu dibantah Ary Suta dalam berita acara pemeriksaan (BAP) di kepolisian. Ary mengaku tak pernah memberi senjata maupun ratusan butir amunisi ke Gatot kendati keduanya berteman baik. Namun ketika sidang, Ary sama sekali tak memenuhi panggilan sebagai saksi.

Gatot Brajamusti ditangkap di sebuah hotel di Kota Mataram, NTB, tidak lama setelah ia dipilih lagi untuk memimpin Parfi, pada 28 Agustus 2016. Polisi menemukan satu paket sabu di celananya dan hasil tes urine pun menyatakan, dia positif menggunakan narkoba.

Penangkapan Gatot itu ditindaklanjuti dengan penggeledahan di rumahnya di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Di rumah itu, polisi menemukan benda-benda terkait narkoba, senjata api, amunisi, dan hewan yang dilindungi.

Terkait kepemilikan dua senpi, Gatot didakwa Pasal 1 Ayat (1) juncto Pasal 1 Ayat (2) Undang-undang Darurat No 12/1951.


EditorEgidius Patnistik
Komentar

Terkini Lainnya

Politisi PSI Galang Petisi “Jangan Penjarakan Raja Juli Antoni”

Politisi PSI Galang Petisi “Jangan Penjarakan Raja Juli Antoni”

Nasional
Polri: Siapapun yang Menyebut Serangan Teror Rekayasa, Kami Tunggu Buktinya

Polri: Siapapun yang Menyebut Serangan Teror Rekayasa, Kami Tunggu Buktinya

Nasional
Menteri BUMN Serap Gabah 4.700 Ton di Garut

Menteri BUMN Serap Gabah 4.700 Ton di Garut

Regional
Rudiantara: Kami Sudah Blokir 2.500 Konten Radikal dan Masih Terus Bertambah...

Rudiantara: Kami Sudah Blokir 2.500 Konten Radikal dan Masih Terus Bertambah...

Regional
Ada 46 Bangunan Tempat Tinggal yang Terbakar di Pondok Bambu dan Cipinang Muara

Ada 46 Bangunan Tempat Tinggal yang Terbakar di Pondok Bambu dan Cipinang Muara

Megapolitan
Orangtua Korban Penembakan Sekolah Texas Sebut Motif Pelaku karena Asmara

Orangtua Korban Penembakan Sekolah Texas Sebut Motif Pelaku karena Asmara

Internasional
Keponakan Novanto Mengaku Berikan Uang ke Jafar Hafsah dan Nur Assegaf

Keponakan Novanto Mengaku Berikan Uang ke Jafar Hafsah dan Nur Assegaf

Nasional
Kesaksian Juru Parkir Amankan Pria yang Shalat di Tengah Jalan

Kesaksian Juru Parkir Amankan Pria yang Shalat di Tengah Jalan

Megapolitan
Seorang Bayi Lahir di Pulau yang 12 Tahun Larang Adanya Kelahiran

Seorang Bayi Lahir di Pulau yang 12 Tahun Larang Adanya Kelahiran

Internasional
Cerita dari Rumah Habibie Setelah Tahu Seoharto Ingin Mundur

Cerita dari Rumah Habibie Setelah Tahu Seoharto Ingin Mundur

Nasional
Hasanudin Sebut Reformis Sejati Itu Habibie

Hasanudin Sebut Reformis Sejati Itu Habibie

Regional
Penjaga Auditorium Muhammadiyah Ditemukan Tewas, Diduga Sudah 3 Hari

Penjaga Auditorium Muhammadiyah Ditemukan Tewas, Diduga Sudah 3 Hari

Regional
Jaksa Sebut Sidang Kasus Pembunuhan Istri dan Dua Anak Ditunda karena Saksi Belum Siap

Jaksa Sebut Sidang Kasus Pembunuhan Istri dan Dua Anak Ditunda karena Saksi Belum Siap

Megapolitan
Polisi yang Viral Nyanyikan Lagu soal Teroris Pernah Jadi Pengamen dan Penyemir Sepatu

Polisi yang Viral Nyanyikan Lagu soal Teroris Pernah Jadi Pengamen dan Penyemir Sepatu

Regional
Keponakan Novanto Akui Serahkan Uang kepada Agun Gunandjar

Keponakan Novanto Akui Serahkan Uang kepada Agun Gunandjar

Nasional

Close Ads X