Satpol PP Tertibkan Lapak di Sukmajaya, Kecuali Posko Ormas Ini... - Kompas.com

Satpol PP Tertibkan Lapak di Sukmajaya, Kecuali Posko Ormas Ini...

Kompas.com - 15/02/2018, 17:38 WIB
Pos Pemuda Pancasila di Jalan Boulevard Grand Depok City yang belum dibongkar Satpol PP Depok, Kamis (15/2/2018).KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNA Pos Pemuda Pancasila di Jalan Boulevard Grand Depok City yang belum dibongkar Satpol PP Depok, Kamis (15/2/2018).

DEPOK, KOMPAS.com  Satpol PP Kota Depok menertibkan 16 bangunan liar yang terdapat di Jalan Boulevard Perumahan Grand Depok City, Sukmajaya, Depok.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, hanya posko ormas Pemuda Pancasila yang masih ada di lokasi tersebut.

Bangunan berbahan triplek itu nampak masih berdiri tepat berada di pinggir Jalan Boulevard Perumahan GDC.

"Mereka minta waktu, katanya mau dibongkar sendiri. Sampai besok kami tunggu," kata Kepala Satpol PP Kota Depok, Yayan Arianto, Kamis (15/2/2018).

Baca juga: Satpol PP Depok Tertibkan Lapak PKL di Jalan Boulevard GDC

Satpol PP Kota Depok memberi waktu Pemuda Pancasila membongkar sendiri posko mereka. Pihaknya akan membongkar posko tersebut, jika tidak dibongkar sendiri hingga Jumat (16/2/2018).

Selain itu, pihaknya juga akan kembali memeriksa bangunan liar di sepanjang jalan tersebut.

"Besok kalau (posko) tidak dibongkar, (posko Pemuda Pancasila) kami bongkar," ucapnya.

Baca juga: Satpol PP dan Panwaslu Kota Depok Tertibkan Alat Peraga Kampanye

Pembongkaran bangunan liar dilakukan karena sebelumnya telah dilayangkan tiga kali surat peringatan kepada para pemilik bangunan liar.

"Sudah dilayangkan SP (surat peringatan) 1 dan 2, tetapi masih ada bangunan liar. Kemudian kami layangkan lagi SP 3, lantas kami bongkar," kata Yayan.

Keberadaan bangunan liar itu melanggar Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum. 


Kompas TV Operasi dilakukan untuk menekan angka kriminalitas di wilayah Kendal.

Komentar

Terkini Lainnya

Soal Konflik Warga dan Ahmadiyah, Lombok Timur Diminta Belajar dari Wonosobo

Soal Konflik Warga dan Ahmadiyah, Lombok Timur Diminta Belajar dari Wonosobo

Nasional
Bersama Pangeran Harry, Meghan Berencana Jenguk Ayahnya di Meksiko

Bersama Pangeran Harry, Meghan Berencana Jenguk Ayahnya di Meksiko

Internasional
Makan Hewan Dilindungi, Seorang Pria Dipecat dari Pekerjaannya

Makan Hewan Dilindungi, Seorang Pria Dipecat dari Pekerjaannya

Internasional
Rusia Jadi Negara yang Secara Militer Paling Sulit Ditaklukkan

Rusia Jadi Negara yang Secara Militer Paling Sulit Ditaklukkan

Internasional
Mobil Rombongan Wisatawan Masuk Jurang, Para Penumpang Selamat

Mobil Rombongan Wisatawan Masuk Jurang, Para Penumpang Selamat

Regional
Plafon Mal Central Park Jebol karena Pipa Bocor, Sejumlah 'Tenant' Sempat Tergenang

Plafon Mal Central Park Jebol karena Pipa Bocor, Sejumlah "Tenant" Sempat Tergenang

Megapolitan
Setya Novanto Batal Dihadirkan Lagi dalam Sidang Fredrich Yunadi

Setya Novanto Batal Dihadirkan Lagi dalam Sidang Fredrich Yunadi

Nasional
Kelebihan Beban Truk 18 Ton Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Bumiayu Brebes

Kelebihan Beban Truk 18 Ton Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Bumiayu Brebes

Regional
Meraup Untung Usaha Gosok Keliling 'Gokil' di Bekasi...

Meraup Untung Usaha Gosok Keliling "Gokil" di Bekasi...

Megapolitan
Saiful Tewas Ditikam 4 Orang Mabuk Miras yang Tegur Suara Motor Korban

Saiful Tewas Ditikam 4 Orang Mabuk Miras yang Tegur Suara Motor Korban

Megapolitan
BI Kediri Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Kebutuhan Tukar Uang Baru Selama Ramadhan

BI Kediri Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Kebutuhan Tukar Uang Baru Selama Ramadhan

Regional
Belum Genap Sepekan Ramadhan, Polisi UEA Tangkap 91 Pengemis

Belum Genap Sepekan Ramadhan, Polisi UEA Tangkap 91 Pengemis

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Ho Chi Minh, Simbol Kemerdekaan Vietnam

Biografi Tokoh Dunia: Ho Chi Minh, Simbol Kemerdekaan Vietnam

Internasional
Menurut Novanto, Politisi PDI-P Arif Wibowo Terima Uang E-KTP 350.000 Dollar AS

Menurut Novanto, Politisi PDI-P Arif Wibowo Terima Uang E-KTP 350.000 Dollar AS

Nasional
Anjlok 500 Meter dalam 5 Menit, Penumpang Maskapai Turki Panik

Anjlok 500 Meter dalam 5 Menit, Penumpang Maskapai Turki Panik

Internasional

Close Ads X