Agar Tak Ugal-ugalan, 250 Sopir Angkot Jakarta Akan Dilatih di Tegal

Kompas.com - 19/02/2018, 19:09 WIB
Sopir angkot M44 jurusan Kampung Melayu-Karet Kuningan memarkir kendaraan mereka di dekat kolong Flyover Tebet seusai melakukan aksi demo di Jalan KH Abdullah Syafei, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2018). Mereka protes karena banyaknya transjakarta rute Kampung Melayu-Tanah Abang yang beroperasi. KOMPAS.com/NURSITA SARISopir angkot M44 jurusan Kampung Melayu-Karet Kuningan memarkir kendaraan mereka di dekat kolong Flyover Tebet seusai melakukan aksi demo di Jalan KH Abdullah Syafei, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2018). Mereka protes karena banyaknya transjakarta rute Kampung Melayu-Tanah Abang yang beroperasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI Jakarta mengadakan pelatihan bagi sopir angkot di Jakarta.

Dalam kegiatan pertama ini, ada 250 sopir angkot di Jakarta yang akan dilatih di bawah Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Kementerian Perhubungan di kota Tegal, Jawa Tengah.

"Ini kan merubah perilaku, attitude dari pengemudi, saya rasa pengemudi ini penting karena keselamatan banyak orang. Orang yang dibawa, orang yang di samping kiri, kanan ini sangat menentukan, kalau dia ugal-ugalan ada kecelakaan posisi di tengah kan repot, jadi ada jiwa manusia yg harus dikelola dengan baik," kata Sekretaris Daerah Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (19/2/2018).

Diklat pertama ini diikuti 250 peserta dan dibagi menjadi beberapa angkatan, per kelas diikuti maksimal 25 peserta.

Baca juga : Mempersiapkan OK Otrip agar Diterima Sopir Angkot Tanah Abang...

Dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta terdapat anggaran Rp 2.337.500.000 atau 8.500.000 rupiah per orang untuk kegiatan Pendidikan dan Pelatihan bagi 250 orang pengemudi angkutan umum.

Usai diklat, peserta akan dapat sertifikat kompetensi sebagaimana diamanatkan dalam UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain itu, mereka akan diprioritaskan untuk ikut program pemerintah.

"Bagi para pengemudi yang mengikuti program ini sudah di pastikan akan diprioritaskan menjadi pengemudi angkutan umum pada program Ok Otrip" ujar Saefullah.

Baca juga : Ok Otrip Lebak Bulus-Pondok Labu Diuji Coba Hari Ini

Adapun Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menyebut para sopir ini mendaftar usai pihaknya melakukan sosialisasi ke 11 operator transportasi di DKI.

Dari Kolamas Jaya 15 orang, Komilet Jaya 10 orang, Budi Luhur 5 orang, Purimas Jaya 6 orang, Puskopau Halim Perdanakusuma 8 orang, PT Kencana Sakti Transport 6 orang, an Koperasi Wahana Kalpika sebanyak 200 orang.

Menurut Andri, nantinya seluruh sopir angkot di Jakarta akan mengikuti pelatihan sehingga bersertifikasi.

"Rencananya kami itu total di tahun 2020-2021 ya, ini selaras dengan program OK OTRIP, jadi kami mau program OK OTRIP semua armadanya dikendarai oleh pengemudi yang sudah bersertifikasi," ujar Andri.

Jumlah angkutan kota yang ada di DKI Jakarta sekitar 16.514 kendaraan. Sebanyak 82 persen didominasi angkutan kecil (angkot). Sementara bus sedang 13 persen, dan sisanya 5 persen adalah bus besar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aplikasi Pangkas Kota Tangerang Sudah Disosialisasikan di 10 Kecamatan

Aplikasi Pangkas Kota Tangerang Sudah Disosialisasikan di 10 Kecamatan

Megapolitan
Ketua DPRD Minta Kasus Hepatitis A di SMPN 20 Depok Ditangani Serius

Ketua DPRD Minta Kasus Hepatitis A di SMPN 20 Depok Ditangani Serius

Megapolitan
Rekonstruksi Penyiraman Air Keras di Jakbar Jadi Tontonan Warga

Rekonstruksi Penyiraman Air Keras di Jakbar Jadi Tontonan Warga

Megapolitan
Sering Diberitakan karena Gugatan Orangtua Murid, SMA Kolese Gonzaga: Itu Iklan Gratis

Sering Diberitakan karena Gugatan Orangtua Murid, SMA Kolese Gonzaga: Itu Iklan Gratis

Megapolitan
Malam Tahun Baru, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 02.00 WIB

Malam Tahun Baru, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 02.00 WIB

Megapolitan
Kusni Kasdut Penjahat yang Fenomenal: Tobat Setelah Empat Vonis Hakim (4)

Kusni Kasdut Penjahat yang Fenomenal: Tobat Setelah Empat Vonis Hakim (4)

Megapolitan
Kapasitas Jakarta International Stadium 82.000 Penonton

Kapasitas Jakarta International Stadium 82.000 Penonton

Megapolitan
PT KAI Beri Kompensasi atas Keterlambatan Kereta Api Antarkota

PT KAI Beri Kompensasi atas Keterlambatan Kereta Api Antarkota

Megapolitan
Jalani Adegan Rekonstruksi, Begini Cara Tersangka Siram Korban dengan Air Keras

Jalani Adegan Rekonstruksi, Begini Cara Tersangka Siram Korban dengan Air Keras

Megapolitan
Mengenal Dua Jenis Marka di Jalur Sepeda

Mengenal Dua Jenis Marka di Jalur Sepeda

Megapolitan
Sejumlah Rumah di Tangsel Retak, Warga Diminta Mengungsi

Sejumlah Rumah di Tangsel Retak, Warga Diminta Mengungsi

Megapolitan
BPBD Tangsel Buat Serapan Air untuk Cegah Longsor karena Pergeseran Tanah

BPBD Tangsel Buat Serapan Air untuk Cegah Longsor karena Pergeseran Tanah

Megapolitan
Ditegur karena Tak Sopan, Anggota Ormas Pukuli Kuli Bangunan di Pondok Aren

Ditegur karena Tak Sopan, Anggota Ormas Pukuli Kuli Bangunan di Pondok Aren

Megapolitan
Orangtua Ungkap Alasan Mau Berdamai dengan SMA Gonzaga Terkait Murid Tinggal Kelas

Orangtua Ungkap Alasan Mau Berdamai dengan SMA Gonzaga Terkait Murid Tinggal Kelas

Megapolitan
Ini Tiga Poin Kesepakatan Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid

Ini Tiga Poin Kesepakatan Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X