Sekjen Terpilih Hanura Dipanggil Jadi Saksi Kasus Penggelapan Jabatan

Kompas.com - 27/02/2018, 12:55 WIB
Kuasa Hukum Partai Hanura kubu Oesman Sapta Odang atau OSO,  Servasius Serbaya Manek di Mapolda Metro Jaya, Selasa (27/2/2018). Kompas.com/Sherly PuspitaKuasa Hukum Partai Hanura kubu Oesman Sapta Odang atau OSO, Servasius Serbaya Manek di Mapolda Metro Jaya, Selasa (27/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Partai Hanura kubu Oesman Sapta Odang atau OSO, Serfasius Serbaya Manek, mengatakan, Sekjen terpilih Partai Hanura, Harry Lontung Siregar, dimintai keterangan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sebagai saksi dalam kasus penggelapan dalam jabatan.

"Pak Harry dimintai keterangan sebagai saksi untuk melengkapi laporan terbadap Pak (Syarifudin) Suding dan teman-teman terkait dugaan Pasal 263 jo 266 jo 374 yang kami laporkan pada tanggal 18 Januari 2018 sore," kata Servasius, Selasa.

Baca juga : Sekjen Hanura Sudding Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pemalsuan

Ia mengatakan, keterangan Harry dibutuhkan untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP) yang telah didalami penyidik terhadap laporan yang telah disampaikan pihaknya.

"Karena tahapan yang sudah dilewati oleh kami sudah di BAP, olah TKP di hotel Ambahara dan sekretariat DPP City Tower lantai 18 sudah dijalankan, hari ini sifatnya hanya melengkapi untuk nanti penyidik akan gelar dan menentukan apakah perkara ini naik di tingkat pro justitia atau unsurnya tidak terpenuhi," kata dia.

Sekertaris Jenderal Partai Hanura kubu Daryatmo, Syarifudin Sudding dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 18 Januari lalu. Dalam laporan tersebut tertera pelapornya adalah Serfasius Serbaya Manek yang mengaku diberi kuasa oleh Partai Hanura.

"Laporannya terkait dugaan pemalsuan dan menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik dan penggelapan dalam jabatan atau Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 266 KUHP dan atau PASAL 374 KUHP," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya pada 19 Januari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Argo menjelaskan, berdasarkan keterangan pelapor, Sudding tak lagi menjabat sebagai Sekjen Partai Hanura. Namun, pada 15 Januari 2018, Sudding masih menggunakan atribut dan mengadakan rapat yang mengatasnamakan Partai Hanura.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.