FBI di Balik Terbongkarnya Jaringan "Hacker" Surabaya Black Hat - Kompas.com

FBI di Balik Terbongkarnya Jaringan "Hacker" Surabaya Black Hat

Kompas.com - 14/03/2018, 11:01 WIB
Ilustrasi FBI.Shutterstock Ilustrasi FBI.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu mengatakan, penangkapan tiga pelaku peretasan kelompok Surabaya Black Hat (SBH) berinisial NA, ATP, dan KPS bermula dari informasi Internet Crime Complaint Center (IC3).

IC3 merupakan badan investigasi utama dari Departemen Keadilan Amerika Serikat (DOJ) Biro Investigasi Federal AS (FBI).

"Jadi begini, itu ada lembaga namanya IC3, seluruh data kejahatan dunia terkumpul di mereka. Nah, dari mereka itulah ditemukan lebih dari 3.000 korban yang diretas dalam durasi 2017 yang mengalami serangan. Jadi, informasi itu dari FBI karena kerja samanya kan police per police," kata Roberto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (14/3/2018).

Ia mengatakan, informasi tersebut diterima pihaknya dari FBI pada Januari 2018.

Baca juga: Surabaya Black Hat Hanya Butuh 5 Menit untuk Lakukan Peretasan

"Kemudian kami analisis. Lebih-kurang dua bulan kami temukan lokasi kelompok itu di Surabaya dan para tersangka utamanya ada enam orang," ujarnya.

Rilis kasus peretasan website oleh kelompok Surabaya Black Hat di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/3/2018).Kompas.com/Sherly Puspita Rilis kasus peretasan website oleh kelompok Surabaya Black Hat di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/3/2018).
Roberto mengatakan, kepada polisi tersangka berinisial KPS mengaku sebagai pendiri SBH yang telah melakukan peretasan terhadap lebih kurang 600 website di dalam dan luar Indonesia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argi Yuwoni mengatakan, tiga tersangka yang telah ditangkap merupakan para pemuda usia 21 tahun yang masih berstatus sebagai mahasiswa.

Baca juga: Anggota Kelompok Surabaya Black Hat Terpidana Kasus Loly Candys

"Jadi, targetnya memang ada enam orang (tersangka) utama, tetapi kemarin hanya ditangkap tiga orang, inisialnya NA, ATP, dan KPS. Ketiganya ini umurnya sekitar 21 tahun dan pekerjaannya adalah mahasiswa di bidang IT," ujar Argo, Selasa (13/3/2018).

Menurut dia, dari tiga tersangka, polisi mendapatkan informasi bahwa komunitas ini memiliki sekitar 600 hingga 700 anggota hacker lainnya yang tersebar di sejumlah daerah.

Baca juga: Hasil Meretas, Satu Anggota Surabaya Black Hat Bisa Kantongi Rp 200 Juta Per Tahun


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Aksi Vandalisme yang Menyasar Gerbong KRL dan MRT...

Aksi Vandalisme yang Menyasar Gerbong KRL dan MRT...

Megapolitan
Nasib Malang Pengemudi KIA: Mogok, Ditabrak Fortuner, dan Mobilnya Terbakar

Nasib Malang Pengemudi KIA: Mogok, Ditabrak Fortuner, dan Mobilnya Terbakar

Regional
Jokowi Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Presiden Vietnam

Jokowi Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Presiden Vietnam

Nasional
Kisah Pilu Orangtua yang Terpaksa Pulangkan Balitanya yang Masih Dirawat karena Tak Punya Biaya Berobat

Kisah Pilu Orangtua yang Terpaksa Pulangkan Balitanya yang Masih Dirawat karena Tak Punya Biaya Berobat

Regional
Ini Daftar Sementara Tim Juru Bicara Pasangan Prabowo-Sandiaga

Ini Daftar Sementara Tim Juru Bicara Pasangan Prabowo-Sandiaga

Nasional
Kisah Mat Kanon, Penari Kepercayaan Bung Karno

Kisah Mat Kanon, Penari Kepercayaan Bung Karno

Regional
Ini Deretan Peralatan Militer yang Dibeli China dari Rusia

Ini Deretan Peralatan Militer yang Dibeli China dari Rusia

Internasional
Dedi Mulyadi Siap Pimpin Demo bersama Honorer di Jakarta

Dedi Mulyadi Siap Pimpin Demo bersama Honorer di Jakarta

Regional
Sempat Dicoret, 3 Caleg Eks Koruptor di Jateng Akhirnya Masuk DCT

Sempat Dicoret, 3 Caleg Eks Koruptor di Jateng Akhirnya Masuk DCT

Regional
4 Fakta di Balik Pendaki Diperkosa di Gunung Singgalang, Sperma di Celana Dalam hingga Pengakuan Pelaku

4 Fakta di Balik Pendaki Diperkosa di Gunung Singgalang, Sperma di Celana Dalam hingga Pengakuan Pelaku

Regional
Spanyol Siap Akui Palestina sebagai Negara Merdeka

Spanyol Siap Akui Palestina sebagai Negara Merdeka

Internasional
Khofifah, Emil, Kiai Asep, dan Dahlan Iskan Batal Masuk Timses Jokowi

Khofifah, Emil, Kiai Asep, dan Dahlan Iskan Batal Masuk Timses Jokowi

Regional
Rahmat Effendi Bersyukur Ridwan Kamil akan Tata Kalimalang

Rahmat Effendi Bersyukur Ridwan Kamil akan Tata Kalimalang

Megapolitan
Protes Pencemaran, Warga Tumpahkan 1 Kontainer Limbah Industri Kulit ke Jalan

Protes Pencemaran, Warga Tumpahkan 1 Kontainer Limbah Industri Kulit ke Jalan

Regional
Harga Mobil Land Rover yang Ditumpangi Jokowi-Ma'ruf Disebut Bakal Tinggi jika Dijual

Harga Mobil Land Rover yang Ditumpangi Jokowi-Ma'ruf Disebut Bakal Tinggi jika Dijual

Megapolitan
Close Ads X