Aa Gatot: Tuntutan 15 Tahun Penjara Tidak Tanggung-tanggung, Tidak Kira-kira - Kompas.com

Aa Gatot: Tuntutan 15 Tahun Penjara Tidak Tanggung-tanggung, Tidak Kira-kira

Kompas.com - 14/03/2018, 18:53 WIB
Terdakwa mantan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2018) sore.KOMPAS.com/NURSITA SARI Terdakwa mantan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2018) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa kasus asusila Gatot Brajamusti atau Aa Gatot merasa tuntutan 15 tahun penjara dari jaksa penuntut umum (JPU) tidak tanggung-tanggung.

Dia merasa terbebani dengan tuntutan tersebut.

"Iya dong (terbebani). Di samping itu, tuntutannya enggak tanggung-tanggung, tidak kira-kiralah, 15 tahun (penjara)," ujar Gatot seusai sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2018).

Baca juga: Hakim Kesal, Jaksa Lagi-lagi Tak Siap Sampaikan Tuntutan 2 Kasus Aa Gatot

Gatot mengaku kecewa dan menganggap tuntutan jaksa sebagai suatu kejanggalan.

Dia meminta ada keadilan untuknya.

"Saya minta keadilan. Saya diam itu bukan apa-apa, ya, siapa tahu," katanya. 

Baca juga: Gatot Brajamusti Kecewa Dituntut 15 Tahun Penjara Terkait Kasus Asusila

Penasihat Gatot, Achmad Rulyansyah, mengatakan, kliennya tidak bersalah karena Gatot dan korban, CT, merupakan suami istri.

Dia juga menganggap jaksa tidak memahami fakta persidangan tersebut.

Ruly menyebut, CT mengakui dia berstatus istri siri Gatot.

Baca juga: Aa Gatot Dituntut 15 Tahun Penjara karena Dianggap Meresahkan Masyarakat

"Saksi CT sendiri mengatakan dalam keterangan bahwa dia sudah dinikahi Aa Gatot terlebih dahulu sebelum bersetubuh," ucap Ruly.

Sebelumnya, jaksa menuntut Aa Gatot dengan hukuman 15 tahun penjara dalam kasus perbuatan asusila.

Gatot juga dituntut membayar denda Rp 200 juta subsider 1 tahun pidana penjara.

Baca juga: Kasus Asusila, Gatot Brajamusti Dituntut 15 Tahun dan Denda Rp 200 Juta

Gatot dianggap terbukti melanggar Pasal 81 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Atas tuntutan tersebut, Gatot dan tim penasihat hukumnya akan mengajukan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang berikutnya pada Kamis (29/3/2018).


Terkini Lainnya

Berfoto Pakai Rompi Kuning, Seorang Pengacara Mesir Ditahan

Berfoto Pakai Rompi Kuning, Seorang Pengacara Mesir Ditahan

Internasional
Jokowi: Itulah Kecintaan Saya kepada Pasar Rakyat, Saya Bangun Semuanya...

Jokowi: Itulah Kecintaan Saya kepada Pasar Rakyat, Saya Bangun Semuanya...

Nasional
Akademisi: Kalau Budaya Demokrasi Tak Dewasa, Penggunaan Internet Juga Tak akan Dewasa

Akademisi: Kalau Budaya Demokrasi Tak Dewasa, Penggunaan Internet Juga Tak akan Dewasa

Nasional
Lewat Permainan 'SIBEN', Universitas Surya Edukasi Tanggap Bencana

Lewat Permainan "SIBEN", Universitas Surya Edukasi Tanggap Bencana

Edukasi
Jimmy Kisahkan Penyerangan KKB di Nduga Papua: Terjebak Baku Tembak di Pos TNI Mbua Selama 16 Jam (7)

Jimmy Kisahkan Penyerangan KKB di Nduga Papua: Terjebak Baku Tembak di Pos TNI Mbua Selama 16 Jam (7)

Regional
Kata Pejalan Kaki soal JPO Dukuh Atas yang Atapnya Bolong-bolong

Kata Pejalan Kaki soal JPO Dukuh Atas yang Atapnya Bolong-bolong

Megapolitan
Terungkap, 11 Mayat yang Ditemukan di Selat Malaka Korban Kapal Tenggelam

Terungkap, 11 Mayat yang Ditemukan di Selat Malaka Korban Kapal Tenggelam

Regional
Eril Dardak, Adik Bupati Trenggalek Emil Dardak, Meninggal Dunia di Bandung

Eril Dardak, Adik Bupati Trenggalek Emil Dardak, Meninggal Dunia di Bandung

Regional
Yusril Sebut KPU Ngawur karena Minta OSO Mundur dari Hanura

Yusril Sebut KPU Ngawur karena Minta OSO Mundur dari Hanura

Nasional
Renang dari Jepang ke Hawaii, Pria Ini Temukan Plastik di Laut Tiap 3 Menit

Renang dari Jepang ke Hawaii, Pria Ini Temukan Plastik di Laut Tiap 3 Menit

Internasional
Tol Penahan Banjir Rob di Semarang Dibangun 2019

Tol Penahan Banjir Rob di Semarang Dibangun 2019

Regional
Nenek Tiri Kim Jong Un Dikabarkan Meninggal Dunia

Nenek Tiri Kim Jong Un Dikabarkan Meninggal Dunia

Internasional
Peran 'AI' dan 'Learning Machine' bagi 'Market Place'

Peran "AI" dan "Learning Machine" bagi "Market Place"

Edukasi
Curhat Suporter Saat Sriwijaya FC Terdegradasi: Patah Hati hingga Minta Manajemen Dirombak

Curhat Suporter Saat Sriwijaya FC Terdegradasi: Patah Hati hingga Minta Manajemen Dirombak

Regional
Topik soal Ekonomi, Pendidikan, Korupsi, serta Kerukunan Dinilai Penting Jadi Topik Debat Pilpres

Topik soal Ekonomi, Pendidikan, Korupsi, serta Kerukunan Dinilai Penting Jadi Topik Debat Pilpres

Nasional

Close Ads X