Tak Ingin Kartu Kredit Dibobol? Perhatikan Hal Ini... - Kompas.com

Tak Ingin Kartu Kredit Dibobol? Perhatikan Hal Ini...

Kompas.com - 17/04/2018, 12:39 WIB
Tampilan situs web temanmarketing.com yang menjual data nasabah.Bidik layar situs temanmarketing.com Tampilan situs web temanmarketing.com yang menjual data nasabah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap sindikat pembobol kartu kredit nasabah bank. Mereka mengaku mendapatkan data nasabah dengan membeli dari pemilik situs web Temanmarketing.com.

Panit 2 Unit 2 Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Abdul Rahman mengatakan, ada dua teknik pembobolan kartu kredit yang mereka lakukan.

Salah satunya dengan berpura-pura sebagai petugas bank yang menginformasikan kerusakan kartu kredit nasabahnya.

Tentunya nasabah bank harus memperhatikan hal ini agar tak jadi korban para pembobol kartu kredit.

Abdul mengatakan, saat melancarkan aksinya, para pembobol kartu kredit akan menghubungi nasabah bank dan meminta tiga digit angka ATP yang biasanya tercantum di bagian belakang kartu kredit.

“Korban diminta menyebutkan ATP tiga digit angka yang ada di belakang kartu. Serta tanggal kadaluwarsa kartu kredit milik korban,” jelas Abdul.

Baca juga : Pemilik Temanmarketing.com Beli Data Nasabah Bank dari Situs Web Lain

Setelah tersangka menguasai data kartu kredit milik korban, tersangka menggunakan data kartu kredit tersebut untuk transaksi tunai maupun online. Hal ini tentu sangat merugikan nasabah karena nantinya tagihan kartu kredit para tersangka akan dibebankan pada nasabah asli.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyarankan masyarakat tak mudah mempercayai informasi kerusakan kartu kredit dari sumber yang tidak terpercaya.

"Kalau menerima telepon dipastikan dulu kebenarannya. Atau bisa juga telepon ke contact service resmi bank untuk menanyakan informasi tersebut," ujar Argo saat dihubungi, Selasa (17/4/2018).

Baca juga : Ini Cara Pelaku Bobol Kartu Kredit Bermodalkan Data Nasabah Curian

Ia juga mengimbau agar masyarakat tak sembarangan memberikan kode rahasia perbankan kepada pihak manapun.

"Kalau kami lihat kasus kemarin, jangan mudah memberikan kode ATP ke sembarang orang. Sekali lagi pastikan dulu itu benar-benar dari bank. Masyarakat harus aktif juga mengkonfirmasi kepada pihak bank," imbaunya.

Kompas TV Sebelumnya, bank sentral menargetkan migrasi paling lambat tahun 2021, tapi target ini didorong untuk dipercepat.


Komentar

Terkini Lainnya

Ini Hasil Proses Verifikasi Kelengkapan Berkas Bacaleg DPR oleh KPU

Ini Hasil Proses Verifikasi Kelengkapan Berkas Bacaleg DPR oleh KPU

Nasional
KPU Antisipasi jika MK Kabulkan Uji Materi 'Presidential Threshold'

KPU Antisipasi jika MK Kabulkan Uji Materi "Presidential Threshold"

Nasional
Rekam Video saat Mengebut hingga 304 Km/Jam, Pria Inggris Dipenjara

Rekam Video saat Mengebut hingga 304 Km/Jam, Pria Inggris Dipenjara

Internasional
'Jika Pemkabnya Lemot Ngikutin Kebijakan Uji Kir, Ya Saya Tinggalkan'

"Jika Pemkabnya Lemot Ngikutin Kebijakan Uji Kir, Ya Saya Tinggalkan"

Regional
Buat Game Anti Korupsi, SMK Telkom Juara 2 Lomba Game Edukasi Amerika

Buat Game Anti Korupsi, SMK Telkom Juara 2 Lomba Game Edukasi Amerika

Edukasi
CCTV di Sekitar Rumah Mardani Ali Sera Tak Merekam Pelemparan Bom Molotov

CCTV di Sekitar Rumah Mardani Ali Sera Tak Merekam Pelemparan Bom Molotov

Megapolitan
Demokrat Pastikan Tak Usung Caleg Mantan Napi Kasus Korupsi

Demokrat Pastikan Tak Usung Caleg Mantan Napi Kasus Korupsi

Nasional
Beredar Video Turis China Punguti Kerikil Berkilau di Pantai Rusia

Beredar Video Turis China Punguti Kerikil Berkilau di Pantai Rusia

Internasional
Pemerintah Siap Terbitkan Enam PP sebagai Amanat UU Antiterorisme

Pemerintah Siap Terbitkan Enam PP sebagai Amanat UU Antiterorisme

Nasional
Polisi: Korban Keracunan di Kelapa Gading karena Gas CO, Bukan CO2

Polisi: Korban Keracunan di Kelapa Gading karena Gas CO, Bukan CO2

Megapolitan
Menristekdikti: Tingkatkan Daya Saing dengan Basis Riset dan Teknologi

Menristekdikti: Tingkatkan Daya Saing dengan Basis Riset dan Teknologi

Edukasi
Polisi Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Keracunan Gas di Kelapa Gading

Polisi Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Keracunan Gas di Kelapa Gading

Megapolitan
Korban Keracunan Gas di Kelapa Gading Ada 17 Orang, Ini Penyebabnya

Korban Keracunan Gas di Kelapa Gading Ada 17 Orang, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Pria Berpisau Serang Penumpang Bus di Jerman, Delapan Orang Luka

Pria Berpisau Serang Penumpang Bus di Jerman, Delapan Orang Luka

Internasional
Ketum Golkar Hormati Kalla Terkait Uji Materi Masa Jabatan Cawapres

Ketum Golkar Hormati Kalla Terkait Uji Materi Masa Jabatan Cawapres

Nasional

Close Ads X