Ombudsman Desak Buka Jalan Jatibaru, DKI Masih Cari Uang untuk Bangun "Skybridge"

Kompas.com - 16/05/2018, 08:42 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di SMKN 27 Jakarta, Selasa (15/5/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di SMKN 27 Jakarta, Selasa (15/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan pihaknya masih mencari sumber pendanaan untuk membangun skybridge di Jalan Jatibaru, yang bakal jadi tempat penampungan pedagang kaki lima ( PKL) dan pejalan kaki.

Awalnya, pembangunan skybridge dibebankan ke Dinas Bina Marga. Belakangan, PD Pembangunan Sarana Jaya yang diminta membangun skybridge sepanjang kurang lebih 500 meter itu.

Baca juga: Skybridge Tanah Abang Akan Dibangun Setelah Penetapan APBD-P 2018

"Karena Sarana Jaya yang ditugasi untuk menyusun, merancang, dan mengeksekusi skybridge tersebut. Sarana Jaya sekarang sedang melihat opsi-opsi apa untuk pendanaan skybridge supaya bisa dipercepat. Paling lambat Agustus, tambah dua bulan, Oktober," kata Sandiaga, Selasa (15/5/2018).

Padahal, Ombudsman memberikan tenggat waktu 60 hari sejak 26 Maret untuk melaksanakan rekomendasi membuka Jalan Jatibaru. Namun, karena DKI baru mau membuka Jalan Jatibaru setelah ada skybridge, Ombudsman memberikan toleransi sampai setelah Lebaran.

Sandiaga mengatakan, pembangunan skybridge senilai kurang lebih Rp 50 miliar bakal tetap menggunakan APBD Perubahan. Padahal, APBD-P paling cepat baru bisa digunakan bulan September.

Baca juga: Desain Skybridge Tanah Abang Tunggu Persetujuan Anies

"APBD-P akan berupa PMD (penyertaan modal daerah) ke Sarana Jaya, tapi Sarana Jaya harusnya bisa mulai. Kalau saya jadi CEO-nya, saya akan bisa bergerak dari sekarang karena saya sudah dapat kepastian uangnya dari APBD-P. Ya pakai apa gitu kan bisa. Kan bisa kerja sama dengan kontraktor, penyedia dana," kata Sandiaga.

Ombudsman dijanjikan Anies

Ketua Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya, Dominikus Dalu, mendatangi DPRD DKI Jakarta, Selasa. Ia hendak mengecek janji Gubernur Anies Baswedan yang akan membuka Jalan Jatibaru, setelah ada pembahasan APBD 2018 Perubahan.

Ketika bertemu dengan Anies dua pekan lalu, Dominikus dijanjikan Mei ini sudah mulai pembahasan APBD-P dengan menganggarkan pembangunan skybridge.

Baca juga: Bangun Skybridge di Tanah Abang, DKI Akan Lobi Polisi dan KAI

Namun, ketika dicek ke DPRD, Dominikus diinformasikan bahwa pembahasan APBD-P baru dimulai secepat-cepatnya Juni.

"Karena itu yang disampaikan Pak Gubernur itu dia akan mempercepat ya. Kami tagih janji itu. Kalau misalnya setelah pertemuan dengan DPRD ya kami sampaikan, informasi pembahasan masih belum ada kepastian, maka kami minta ya sudahlah, targetnya kami habis Lebaran sudah bersihlah. Itu kompromi kami," ujar Dominikus.

Padahal, menurut Dominikus, pihaknya tak meminta pembangunan skybridge. Ia hanya minta agar Jalan Jatibaru difungsikan kembali.

Namun, DKI tidak punya opsi lain selain memindahkan pedagang di Jalan Jatibaru ke skybridge.

Baca juga: Skybridge Tanah Abang Senilai Rp 50 Miliar untuk PKL dan Pejalan Kaki

"Mereka enggak punya opsi sampai sekarang. Tapi, kalau kita sampaikan gitu (harus dieksekusi setelah Lebaran), kan mau enggak mau mereka cari jalan keluar. Misalnya yang di Blok G di parkiran nanti mereka bisa koordinasi sama PT KAI, lahannya bisa dipakai dulu atau ada opsi lain dimudahkan PKL di tempat lain," ujar Dominikus.

Selain mencatat perbedaan antara janji dengan realita, Ombudsman juga menagih janji Pemprov DKI untuk berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terkait penataan kawasan Tanah Abang.

Ombudsman masih optimis DKI bakal membuka Jalan Jatibaru sesuai tenggat Ombudsman. "Kami optimis dia (Anies) jalankan ini," kata Dominikus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 3 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 307 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 3 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 307 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kamis, 1.000 Sopir Angkot di Kota Tangerang Akan Divaksin Covid-19

Kamis, 1.000 Sopir Angkot di Kota Tangerang Akan Divaksin Covid-19

Megapolitan
Bocah 4 Tahun yang Sendirian di Pinggir Jalan Fatmawati Bertemu Ibunya di Polsek Cilandak

Bocah 4 Tahun yang Sendirian di Pinggir Jalan Fatmawati Bertemu Ibunya di Polsek Cilandak

Megapolitan
Tangsel Masuk Zona Kuning, Total 7.802 Kasus Covid-19

Tangsel Masuk Zona Kuning, Total 7.802 Kasus Covid-19

Megapolitan
Sejumlah Guru di Tangsel Berharap KBM Tatap Muka Digelar Juli 2021

Sejumlah Guru di Tangsel Berharap KBM Tatap Muka Digelar Juli 2021

Megapolitan
Kontroversi Vaksinasi Keluarga Anggota Dewan, DPRD Klaim Perlu tetapi Ditolak Pemprov DKI

Kontroversi Vaksinasi Keluarga Anggota Dewan, DPRD Klaim Perlu tetapi Ditolak Pemprov DKI

Megapolitan
Karyawati Korban Pelecehan Seksual oleh Bos di Ancol Bertambah Menjadi 4 Orang

Karyawati Korban Pelecehan Seksual oleh Bos di Ancol Bertambah Menjadi 4 Orang

Megapolitan
UPDATE 3 Maret: DKI Jakarta Catat Penambahan 1.437 Kasus Covid-19

UPDATE 3 Maret: DKI Jakarta Catat Penambahan 1.437 Kasus Covid-19

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Pulo Saat Banjir, Pernah Terperosok hingga Menyusui di Atas Lemari

Kisah Warga Kampung Pulo Saat Banjir, Pernah Terperosok hingga Menyusui di Atas Lemari

Megapolitan
Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Megapolitan
Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Megapolitan
Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Megapolitan
Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Megapolitan
Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X