Provos Polda Metro Jaya Selidiki Kasus Dugaan Perzinahan Antarpolisi - Kompas.com

Provos Polda Metro Jaya Selidiki Kasus Dugaan Perzinahan Antarpolisi

Kompas.com - 16/05/2018, 09:28 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo YuwonoKompas.com/Akhdi Martin Pratama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki kasus dugaan perzinahan antarsesama oknum petugas polisi.

Kasus ini dilaporkan oleh seorang anggota polisi, Selasa (15/5/2018).

"Nanti provos yang akan periksa (dugaan perzinahan), seperti apa kasusnya," ujar Argo, ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (16/5/2018).


Ia mengatakan, dalam pemeriksaan tersebut polisi akan memintai keterangan para terduga pelaku dan pihak-pihak lain yang berhubungan dengan kasus ini. "Baru nanti disidangkan," lanjut dia.

Baca juga: Nikah Siri Online Bukan Alasan Halalkan Zinah

Argo meyatakan, hal ini dilakukan untuk memutuskan sanksi pidana atau etik profesi apa yang akan dikenakan jika perzinahan antarpolisi ini terbukti.

Kasus ini dilaporkan oleh seorang anggota Intelkam Polda Metro Jaya berinisial EAS. 

EAS mengatakan, istrinya yang merupakan polwan Bareskrim Mabes Polri berinisial DS melakukan zinah dengan seorang anggota Tipidter Bareskrim Polri berinisial AES di sebuah hotel di kawasan Jakarta Utara.

Baca juga: Kronologi Polisi Pergoki Istrinya Selingkuh dengan Kapolsek

Laporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi (LP) Nomor Lp/2624/V/2018/Pmj/Dit Reskrimum. Menurut keterangan EAS, perzinahan ini telah diakui oleh istrinya.


Terkini Lainnya

AS dan Inggris Gelar Latihan Gabungan di Laut China Selatan

AS dan Inggris Gelar Latihan Gabungan di Laut China Selatan

Internasional
Gagal Raih Adipura, Kadis Lingkungan Hidup Kota Bekasi Siap Mundur

Gagal Raih Adipura, Kadis Lingkungan Hidup Kota Bekasi Siap Mundur

Megapolitan
Andalkan Data Warga Miskin dari Dinsos, Bekasi Dukung PPDB Tanpa SKTM

Andalkan Data Warga Miskin dari Dinsos, Bekasi Dukung PPDB Tanpa SKTM

Megapolitan
Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus di Pamulang Diduga Korban Penganiayaan

Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus di Pamulang Diduga Korban Penganiayaan

Megapolitan
KPI Akan Panggil Stasiun TV yang Siarkan Visi Misi Jokowi dan Pidato Prabowo

KPI Akan Panggil Stasiun TV yang Siarkan Visi Misi Jokowi dan Pidato Prabowo

Nasional
Jubir: Prabowo Tak Akan Sudutkan Jokowi Saat Debat Capres

Jubir: Prabowo Tak Akan Sudutkan Jokowi Saat Debat Capres

Nasional
SBY Disebut Jadi Salah Satu Mentor Prabowo-Sandiaga Jelang Debat Capres

SBY Disebut Jadi Salah Satu Mentor Prabowo-Sandiaga Jelang Debat Capres

Nasional
Kemenkumham Sebut Oknum Sipir Pengedar Narkoba Sudah Lama Dipecat

Kemenkumham Sebut Oknum Sipir Pengedar Narkoba Sudah Lama Dipecat

Megapolitan
KPU Ingatkan Capres-Cawapres soal Pertanyaan yang Tak Boleh Diajukan Saat Debat

KPU Ingatkan Capres-Cawapres soal Pertanyaan yang Tak Boleh Diajukan Saat Debat

Nasional
Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus Ditemukan Pamulang

Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus Ditemukan Pamulang

Megapolitan
Kakinya Patah Saat Berlatih, Murid Yoga Dapat Kompensasi Rp 408 Juta

Kakinya Patah Saat Berlatih, Murid Yoga Dapat Kompensasi Rp 408 Juta

Internasional
Ini Cara Mengurus Sertifikat Layak Kawin untuk Warga DKI Jakarta

Ini Cara Mengurus Sertifikat Layak Kawin untuk Warga DKI Jakarta

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Kenaikan Tarif Lahan di Pasar Induk Kramatjati

Pedagang Keluhkan Kenaikan Tarif Lahan di Pasar Induk Kramatjati

Megapolitan
Kompas TV Siarkan Langsung Debat Perdana Pilpres 2019

Kompas TV Siarkan Langsung Debat Perdana Pilpres 2019

Nasional
Soal Tayangan Visi Jokowi dan Pidato Prabowo, KPI Sebut Ada Indikasi Pelanggaran

Soal Tayangan Visi Jokowi dan Pidato Prabowo, KPI Sebut Ada Indikasi Pelanggaran

Nasional

Close Ads X