Jual Materai Palsu, Seorang Pria Diamankan Polisi di Jakarta Utara - Kompas.com

Jual Materai Palsu, Seorang Pria Diamankan Polisi di Jakarta Utara

Kompas.com - 16/05/2018, 20:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial SNS diamankan petugas Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok pada Rabu (16/5/2018) siang di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, karena kedapatan menjual materai palsu.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Faruk Rozi mengatakan, pihaknya mencurigai SNS karena ia menjual materai secara online dengan harga yang sangat murah.

"Materai itu satu harga se-Indonesia, kalau jual materai murah itu kan pasti kita curiga. Kita coba beli sekali terus kita cek ke Peruri dan Kantor Pos untuk menentukan keabsahan itu palsu atau tidak, ternyata palsu," kata Faruk saat dihubungi.

Setelah itu, polisi pun berupaya menangkap SNS. Caranya, polisi menyamar sebagai pembeli materai dalam jumlah banyak supaya bisa melakukan transaksi tatap muka.

Baca juga: Buat Laporan Palsu Ada Bom di Gereja Santa Anna, MIA Ditahan

"Kalau yang pertama kita melakukan pengiriman, yang ini kita minta ketemu langsung dalam jumlah yang banyak, setelah itu ya kita amankan," kata Faruk.

Dari tangan SNS, polisi memperoleh sejumlah barang bukti yaitu satu unit sepeda motor dan satu unit handphone milik pelaku.

Selain itu, polisi juga menyita 46 lembar yang diduga sebagai materai palsu. Terdapat 2.300 keping materai dalam lembaran tersebut.

Akibat perbuatannya, SNS diamankan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok sementara polisi masih mencari orang yang mencetak materai palsu tersebut.


Terkini Lainnya

Relawan #SGPsoloraya Targetkan 40 Persen Suara untuk Prabowo-Sandiaga di Solo

Relawan #SGPsoloraya Targetkan 40 Persen Suara untuk Prabowo-Sandiaga di Solo

Regional
Curi Motor Vespa Tetangga, Feri Ditembak Polisi

Curi Motor Vespa Tetangga, Feri Ditembak Polisi

Regional
Teguran Keras Presiden Jokowi untuk BPJS Kesehatan...

Teguran Keras Presiden Jokowi untuk BPJS Kesehatan...

Nasional
Tidak Ada Algojo, 81 Terpidana Mati di Zimbabwe Belum Dieksekusi

Tidak Ada Algojo, 81 Terpidana Mati di Zimbabwe Belum Dieksekusi

Internasional
Beredar Pesan Gempa Magnitudo 8,2 di Jateng Kamis Ini, BMKG Pastikan Hoaks

Beredar Pesan Gempa Magnitudo 8,2 di Jateng Kamis Ini, BMKG Pastikan Hoaks

Regional
Kasus Gubernur Aceh, KPK Kembali Panggil Mantan Model Steffy Burase

Kasus Gubernur Aceh, KPK Kembali Panggil Mantan Model Steffy Burase

Nasional
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Keributan di Depan Diskotek Bandara Kebon Jeruk

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Keributan di Depan Diskotek Bandara Kebon Jeruk

Megapolitan
Kisah Anak 9 Tahun Korban Penculikan: Jalan Kaki dari Bandung ke Sumedang, Tidur di Kuburan

Kisah Anak 9 Tahun Korban Penculikan: Jalan Kaki dari Bandung ke Sumedang, Tidur di Kuburan

Regional
Bantuan untuk Korban Gempat NTB Siap Dicairkan lewat 472 Pokmas

Bantuan untuk Korban Gempat NTB Siap Dicairkan lewat 472 Pokmas

Nasional
Benci Sekolah dan Guru, Begini Sosok Pelajar Rusia yang Menembak Brutal

Benci Sekolah dan Guru, Begini Sosok Pelajar Rusia yang Menembak Brutal

Internasional
Kasus Meikarta, KPK Geledah Rumah CEO Lippo Group James Riady

Kasus Meikarta, KPK Geledah Rumah CEO Lippo Group James Riady

Nasional
Keributan Depan Diskotek Bandara yang Makan Korban Dipicu Senggolan Saat Berjoget

Keributan Depan Diskotek Bandara yang Makan Korban Dipicu Senggolan Saat Berjoget

Megapolitan
Pemprov Jabar Dapat Hibah Cyber Technology School dari Rusia

Pemprov Jabar Dapat Hibah Cyber Technology School dari Rusia

Regional
Ada 11 Formasi Kosong dari 553 Lowongan CPNS Pemkab Lamongan

Ada 11 Formasi Kosong dari 553 Lowongan CPNS Pemkab Lamongan

Regional
Mogok Guru SMA-SMK di Mimika Berlanjut, Para Kepsek Gelar Rapat

Mogok Guru SMA-SMK di Mimika Berlanjut, Para Kepsek Gelar Rapat

Regional
Close Ads X