Dirut Dharma Jaya Marina Ratna Akhirnya Mundur dan Diganti

Kompas.com - 24/05/2018, 11:07 WIB
Direktur Utama PD Dharma Jaya Johan Romadhon, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, dan mantan Direktur Utama PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusumajati di Balai Kota, Rabu (23/5/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARDirektur Utama PD Dharma Jaya Johan Romadhon, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, dan mantan Direktur Utama PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusumajati di Balai Kota, Rabu (23/5/2018).

"Awalnya sih yang nawarin dari Tim Gubernur itu, Pak Amin. Nawarin gimana kalau mau masuk sini, saya juga dadakan sih diminta e-mail malam hari CV-nya. Paginya diminta ketemu diskusi, apa yang mau dilakukan," ujar Johan.

Johan bertemu dengan Amin beberapa waktu lalu dalam forum discussion group (FGD) tentang pengelolaan BUMD. Johan saat itu menjadi pembicara. Ia sendiri sudah lama mengenal Amin.

"Pak Amin kebetulan adik kelas saya di STAN. Kemudian, pas beberapa waktu lalu saya pernah bekerja di Elnusa, trading oil, nah, waktu itu juga ketemu Pak Amin Subekti. Beliau juga di perusahaan energi kalau enggak salah waktu itu di Indika. Ngobrolin masalah, kira-kira apa yang dikerjakan, soal minyak waktu itu. Itu sebelum 2006. Sudah lama," ujar Johan.

Johan mengaku ia mengikuti proses seleksi, tes, hingga wawancara. Salah satu pertanyaan yang diajukan terkait kesanggupan Johan yang seorang muslim, menjual daging babi di PD Dharma Jaya.

Lini bisnis daging babi ini yang membuat DKI kesulitan mencari sosok direktur pengganti Marina.

"Saya gini saja, kalau secara bisnis kalau menguntungkan, oke. Kalau secara saya muslim, ini lini produksinya bisa dipisahkan sehingga tidak mengganggu terhadap daging sapi yang lebih besar, kenapa enggak," ujar Johan.

Baca juga: DKI Sulit Cari Pengganti Dirut Dharma Jaya karena Menjual Daging Babi

Johan mengatakan setelah diangkat, ia masih harus belajar tentang peran PD Dharma Jaya.

"Saya tadi sudah ngobrol sama Pak Denny (Direktur Keuangan) yang existing direktur. Beliau juga cerita pada dasarnya sudah settle. Kami bisa pelajari, apa yang perlu diperbaiki ya kami akan perbaiki sebaik dan secepat mungkin," ujar Johan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap Johan bisa belajar dari pengalaman dalam mengelola BUMD DKI yang mengurus distribusi daging itu.

"Kami berharap pimpinan Dharma Jaya bisa mengambil pengalaman dari yang sudah ada selama ini sehingga mereka bisa mencukupi," ujar Anies.

Anies mengatakan, tugas utama Dharma Jaya adalah memastikan pasokan daging sapi dan daging ayam di Jakarta aman. Ia mengatakan selama ini hal itu sudah berjalan baik.

"Kami berharap agar suplai kebutuhan-kebutuhan dasar seperti daging, dan lain-lain itu bisa berjalan dengan baik. Karena kita tahu bahwa di Jakarta ini demand-nya terprediksi, ada siklusnya, ada masa di mana naik turun dan itu sudah berjalan bertahun-tahun," ujar Anies.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angkasa Pura II Wajibkan Seluruh Petugas Bandara Kenakan Masker Kain

Angkasa Pura II Wajibkan Seluruh Petugas Bandara Kenakan Masker Kain

Megapolitan
PSBB Disetujui, Pemprov DKI Juga Bakal Batasi Akivitas Kendaraan Pribadi

PSBB Disetujui, Pemprov DKI Juga Bakal Batasi Akivitas Kendaraan Pribadi

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Remaja Condet, 4 Orang Masih Anak

Polisi Tangkap 5 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Remaja Condet, 4 Orang Masih Anak

Megapolitan
Kendaraan yang Melintas di Jakarta Naik 10 Persen pada Senin Kemarin

Kendaraan yang Melintas di Jakarta Naik 10 Persen pada Senin Kemarin

Megapolitan
Pemkot Bekasi Ajukan Tiga Skenario Proses Belajar Mengajar ke Kemendikbud

Pemkot Bekasi Ajukan Tiga Skenario Proses Belajar Mengajar ke Kemendikbud

Megapolitan
Terkait PSBB Jakarta, Polisi: Tidak Ada Pembatasan Akses Masuk dan Keluar Jakarta

Terkait PSBB Jakarta, Polisi: Tidak Ada Pembatasan Akses Masuk dan Keluar Jakarta

Megapolitan
Menkes Setujui PSBB, Pemprov DKI Bisa Batasi Kegiatan di Tempat Kerja hingga Transportasi

Menkes Setujui PSBB, Pemprov DKI Bisa Batasi Kegiatan di Tempat Kerja hingga Transportasi

Megapolitan
Marak Kasus Pelecehan Seksual di Tangsel, IPW Soroti Kinerja Polisi

Marak Kasus Pelecehan Seksual di Tangsel, IPW Soroti Kinerja Polisi

Megapolitan
Pesan Kak Seto untuk Orangtua Saat Hadapi Pandemi Covid-19

Pesan Kak Seto untuk Orangtua Saat Hadapi Pandemi Covid-19

Megapolitan
[UPDATE] 72 Pasien Positif Covid-19 Di Jakarta Pusat, Enam Kelurahan Masih Nol Kasus Positif

[UPDATE] 72 Pasien Positif Covid-19 Di Jakarta Pusat, Enam Kelurahan Masih Nol Kasus Positif

Megapolitan
Rekam Jejak Wagub DKI Riza Patria: Kontroversi Kasus Korupsi hingga Segudang Pengalaman Politik

Rekam Jejak Wagub DKI Riza Patria: Kontroversi Kasus Korupsi hingga Segudang Pengalaman Politik

Megapolitan
Duduk Perkara Polemik Apartemen The Nine Residence Terkait Pembangunan RS Covid-19

Duduk Perkara Polemik Apartemen The Nine Residence Terkait Pembangunan RS Covid-19

Megapolitan
Kala Rasa Kecewa Pedagang Tumpah lantaran Pasar Tanah Abang Batal Buka

Kala Rasa Kecewa Pedagang Tumpah lantaran Pasar Tanah Abang Batal Buka

Megapolitan
[HOAKS] Wanita Korban Pembunuhan dan Perampokan di Muara Karang

[HOAKS] Wanita Korban Pembunuhan dan Perampokan di Muara Karang

Megapolitan
Gaung Imbauan Kenakan Masker Kain untuk Cegah Penyebaran Corona di Kota Tangerang

Gaung Imbauan Kenakan Masker Kain untuk Cegah Penyebaran Corona di Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X