Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bajaj, Angkot, dan Taksi Ngetem, Buat Jalan Depan Stasiun Jatinegara Macet

Kompas.com - 18/07/2018, 19:37 WIB
Stanly Ravel,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Angkot, taksi, dan bajaj kerap mengetem di Jalan Bekasi Barat, tepatnya di kawasan Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. 

Warga pun mengeluhkan hal ini sebab kondisi tersebut membuat ruas jalan yang sudah kecil makin sempit, sehingga berbuntut pada kemacetan.

"Ini kan jalan sudah kecil cuma satu ruas karena sebelahnya terpotong untuk busway, otomatis kalau ada angkot ngetem, makin tambah parah," kata Risman, saat sedang menunggu kedatangan saudaranya di depan stasiun kepada Kompas.com, Rabu (18/7/2018).

Risman mengatakan taksi juga kerap memaksakkan diri menunggu penumpang di depan pagar. Bahkan, meski sudah ada rambu larangan parkir, para sopir pun seakan tidak mengubrisnya.

Baca juga: Prasetio Minta Bus yang Ngetem di Depan Stasiun Sudirman Ditertibkan

"Padahal, ada rambu, tapi tetap berani karena enggak ada yang larang. Jangankan karena ada angkot, bajaj, dan taksi ngetem, kalau ada yang naik dan nuruin penumpang saja sudah langsung enggak jalan," ujar Risman.

Nurohman, salah satu warga Buaran yang kerap melintasi Jalan Bekasi Barat, juga mengatakan hal senada. Tidak hanya di depan Stasiun Jatinegara, lampu merah di dekat flyover pun kerap menjadi lokasi ngetem angkot.

"Pas lampu merah juga banyak yang ngetem sampai kolong flyover. Itu kan sempit jalannya karena kendaraan ada yang dari arah stasiun dan Panjaitan. Kalau dua arah itu pas jalan makin numpuk di sana," ucap dia.

Nurohman menyarankan, pembatas jalur transjakarta di depan stasiun dibongkar sehingga kendaraan biasa memiliki ruas jalan yang lebih luas.

Atau, kata Nurohman, paling tidak ada petugas yang selalu berjaga untuk mencegah angkot dan bajaj ngetem di bawah kolong flyover tersebut.

Baca juga: Parkir Liar dan Angkot Ngetem Dinilai Jadi Penyebab Kemacetan di Jatinegara

"Bagusnya si pembatas dibongkar, atau kasih petugas yang jaga, paling tidak saat siang sama sore, karena kalau gitu terus, kayak dibiarin kan jadinya," ujar dia.

Kepala Suku Dinas (Kasudin) Perhubungan Jakarta Timur Mohammad Soleh mengatakan, kawasan tersebut sudah sering dilakukan penindakan, namun memang para sopir angkutan kerap kucing-kucingan dengan petugas.

"Kalau pengawasan dan penindakan kita sudah cukup sering, karena di sana masuk dalam lingkup kawasan tertib lalu lintas yang jadi prioritas. Tapi, mereka (sopir) juga kerap kucing-kucingan dengan petugas," ucap Soleh, saat dihubungi Kompas.com.

Soleh menyatakan, kedepannya pihak Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur akan lebih meningkatkan pengawasan di sana secara lebih intens. "Kita aka pantau dan tingkatkan lagi," ujar Soleh.

Kompas TV Polisi menetapkan sopir angkot sebagai tersangka kasus penodongan di dalam angkot di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Sabtu lalu.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Kriteria Sosok yang Pantas Pimpin Jakarta bagi Ahok, Mau Buktikan Sumber Harta sampai Menerima Warga di Balai Kota

Kriteria Sosok yang Pantas Pimpin Jakarta bagi Ahok, Mau Buktikan Sumber Harta sampai Menerima Warga di Balai Kota

Megapolitan
Sedang Jalan Kaki, Perempuan di Kebayoran Baru Jadi Korban Pelecehan Payudara

Sedang Jalan Kaki, Perempuan di Kebayoran Baru Jadi Korban Pelecehan Payudara

Megapolitan
Polisi Tangkap Aktor Epy Kusnandar Terkait Penyalahgunaan Narkoba

Polisi Tangkap Aktor Epy Kusnandar Terkait Penyalahgunaan Narkoba

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Bakal Cek Kesehatan Hewan Kurban Jelang Idul Adha 1445 H

Pemprov DKI Jakarta Bakal Cek Kesehatan Hewan Kurban Jelang Idul Adha 1445 H

Megapolitan
Pekerja yang Jatuh dari Atap Stasiun LRT Kuningan Disebut Sedang Bersihkan Talang Air

Pekerja yang Jatuh dari Atap Stasiun LRT Kuningan Disebut Sedang Bersihkan Talang Air

Megapolitan
Setuju Jukir Ditertibakan, Pelanggan Minimarket: Kalau Enggak Dibayar Suka Marah

Setuju Jukir Ditertibakan, Pelanggan Minimarket: Kalau Enggak Dibayar Suka Marah

Megapolitan
Bercak Darah Masih Terlihat di Lokasi Terjatuhnya Pekerja dari Atap Stasiun LRT Kuningan

Bercak Darah Masih Terlihat di Lokasi Terjatuhnya Pekerja dari Atap Stasiun LRT Kuningan

Megapolitan
Pekerja Proyek Jatuh dari Atap Stasiun LRT Kuningan, Diduga Tak Pakai Alat Pengaman

Pekerja Proyek Jatuh dari Atap Stasiun LRT Kuningan, Diduga Tak Pakai Alat Pengaman

Megapolitan
Pendaftar Masih Kurang, Perekrutan Anggota PPS di Jakarta untuk Pilkada 2024 Diperpanjang

Pendaftar Masih Kurang, Perekrutan Anggota PPS di Jakarta untuk Pilkada 2024 Diperpanjang

Megapolitan
Pekerja Proyek Diduga Jatuh dari Atap Stasiun LRT Kuningan

Pekerja Proyek Diduga Jatuh dari Atap Stasiun LRT Kuningan

Megapolitan
25 Warga Depok Tertipu Investasi Emas 'Bodong', Total Kerugian Capai Rp 6 Miliar

25 Warga Depok Tertipu Investasi Emas "Bodong", Total Kerugian Capai Rp 6 Miliar

Megapolitan
Pelanggan Minimarket: Ada atau Enggak Ada Jukir, Tak Bisa Jamin Kendaraan Aman

Pelanggan Minimarket: Ada atau Enggak Ada Jukir, Tak Bisa Jamin Kendaraan Aman

Megapolitan
4 Bocah Laki-laki di Cengkareng Dilecehkan Seorang Pria di Area Masjid

4 Bocah Laki-laki di Cengkareng Dilecehkan Seorang Pria di Area Masjid

Megapolitan
KPU DKI Bakal 'Jemput Bola' untuk Tutupi Kekurangan Anggota PPS di Pilkada 2024

KPU DKI Bakal "Jemput Bola" untuk Tutupi Kekurangan Anggota PPS di Pilkada 2024

Megapolitan
Sudirman Said Bakal Maju Jadi Cagub Independen Pilkada DKI, Berpasangan dengan Abdullah Mansuri

Sudirman Said Bakal Maju Jadi Cagub Independen Pilkada DKI, Berpasangan dengan Abdullah Mansuri

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com