Sandiaga Sebut Sekolah yang Berdampak pada Asian Games Kurang dari 10 Persen

Kompas.com - 21/07/2018, 20:07 WIB
Ditlantas Polda Metro Jaya menggeler simulasi rute pengawalan  kendaraan atlet Asian Games 2018, Jumat (20/7/2018). Simulasi yang digelar kali ini merupakan simulasi yang ke dua setelah sebelumnya pernah digelar pada  Rabu dua pekan lalu. KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBADitlantas Polda Metro Jaya menggeler simulasi rute pengawalan kendaraan atlet Asian Games 2018, Jumat (20/7/2018). Simulasi yang digelar kali ini merupakan simulasi yang ke dua setelah sebelumnya pernah digelar pada Rabu dua pekan lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih merumuskan kebijakan meliburkan pelajar saat Asian Games berlangsung 18 Agustus-2 September 2018 nanti. Salah satu yang memberatkan untuk meliburkan adalah sedikitnya sekolah yang benar-benar akan berdampak.

"Kurang dari 10 persen dari sekolah yang ada di DKI itu yang berdampak langsung dengan kegiatan baik yang ada di venue maupun di kampung Atlet dan di rute sekitarnya," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, di Jakarta Pusat, Sabtu (21/7/2018).

Selain itu, simulasi pengawalan atlet dengan kondisi anak sekolah sudah masuk, menghasilkan waktu tempuh yang tak jauh berbeda.

Baca juga: Kebijakan Libur Sekolah Saat Asian Games Tunggu Hasil Evaluasi Simulasi Lalu Lintas

"Semua rute itu masuk dalam 30 menit dengan pengawalan dan dengan anak-anak sudah bersekolah. Jadi, dari segi aspek transportasi sudah bisa diambil kesimpulan walaupun tidak diliburkan, kita melihat bahwa bisa dihadirkan limit waktu bagi para official dan atlet itu on time," ujar Sandiaga.

Namun, di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta tak cuma memastikan kelancaran lalu lintas. Ada juga pekerjaan rumah untuk memastikan kualitas udara baik selama penyelenggaraan Asian Games.

Baca juga: Sandiaga Sebut Kebijakan Libur Sekolah Saat Asian Games Masih Dikaji

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tugas ini yang masuk dalam pertimbangan untuk meliburkan anak sekolah se-Jakarta. "Karena udara di Jakarta semakiln baik, hari ini lumayan," kata Sandiaga.

Kepala Polri (Kapolri) Jenderal (Pol) Tito Karnavian sebelumnya menyampaikan, opsi meliburkan anak sekolah bisa mengurangi angka kemacetan hingga 11 persen, tetapi juga akan berdampak pada kualitas pendidikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

Megapolitan
UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Megapolitan
Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Megapolitan
PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

Megapolitan
UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Megapolitan
Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Megapolitan
Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

Megapolitan
Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Megapolitan
Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Megapolitan
Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Megapolitan
Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Megapolitan
Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Megapolitan
PPKM Level 2, Kapasitas Penumpang Angkutan Umum di Kota Tangerang Boleh 100 Persen

PPKM Level 2, Kapasitas Penumpang Angkutan Umum di Kota Tangerang Boleh 100 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.