Kompas.com - 13/08/2018, 19:54 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berikan pengalamannya di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Senin (13/8/2018). Kompas.com/Cynthia LovaMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berikan pengalamannya di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Senin (13/8/2018).

DEPOK, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berbicara mengenai potensi kemaritiman di Indonesia yang seharusnya disegani dan dibanggakan.

Hal itu disampaikan Susi saat memberikan kuliah umum kepada 7.550 mahasiswa baru, di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (13/8/2018).

"Indonesia ada 17.504 pulau banyak sekali, belum lagi 111 pulau terluar, panjang pulau kita capai lebih dari 97.000 kilometer, nomor dua terpanjang di dunia, dan ada 5,8 juta persegi zona eksklusif ekonomi kita,” ucap Susi, Senin.

Baca juga: Menteri Susi Ajak Masyarakat Bersih-bersih Pantai 19 Agustus Nanti

Menurut dia, Presiden Joko Widodo ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia atau pusat perputaran ekonomi maritim.

Namun, dalam 7 dekade, pemerintah lebih fokus wilayah daratan dibanding kelautan.

"Kita konsen terus ke darat dalam 7 dekade ini, padahal 71 persen wilayah kita ini adalah laut, hanya 29 persen daratan. Mungkin bisa 75 persen atau 80 persen kalau dihitung dengan danau dan sungai," ujar Susi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Menteri Susi: Kalau di Sini Ada yang Berkelahi Gara-gara Pilpres, Ibu Tenggelamkan!

Ia mengatakan, kesalahan dari pengelolaan menyebabkan bangsa Indonesia tidak dapat menikmati kesejahteraan laut.

Pengelolaan perikanan yang tidak sesuai juga membuat ikan-ikan di lautan Indonesia terus dicuri ribuan kapal dari negara-negara tetangga. 

Oleh karena itu, Susi berupaya mengeksekusi seluruh pelanggar aturan di wilayah maritim dengan menenggelamkan kapal asing tanpa kompromi.

Baca juga: Menteri Susi: Saya Bisa Selesaikan Pencurian Ikan karena Pak Jokowi Berani

"Saya sebagai pembantu presiden diminta eksekusi menenggelamkan seluruh pelanggar-pelanggar yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan wilayah laut untuk tindakan kejahatan," ucapnya. 

Selain pencurian ikan ini, penenggelaman kapal juga untuk kejahatan penyelundupan narkoba, miras dan lain-lain.  

"Kami tenggelamkan orang-orang yang curi ikan. Kalian curi ikan ya kalian berakhir jadi rumah ikan. Namun, saat ini Indonesia sudah menjadi salah satu negara yang ditakuti oleh negara lain sekarang untuk mencuri ikan,” tambah Susi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Tangsel Minta Pemkot Serang Segera Selesaikan Masalah Penolakan Kiriman Sampah ke TPA Cilowong

Wali Kota Tangsel Minta Pemkot Serang Segera Selesaikan Masalah Penolakan Kiriman Sampah ke TPA Cilowong

Megapolitan
Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak dari PSI di Koja Lapor Polisi

Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak dari PSI di Koja Lapor Polisi

Megapolitan
Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina Naik ke Tingkat Penyidikan

Megapolitan
Dua Korban Kecelakaan Bus Transjakarta Jalani Operasi Patah Tulang

Dua Korban Kecelakaan Bus Transjakarta Jalani Operasi Patah Tulang

Megapolitan
Heboh Penemuan Janin di Cempaka Putih, Ternyata Janin Kucing

Heboh Penemuan Janin di Cempaka Putih, Ternyata Janin Kucing

Megapolitan
Cegah Kecelakaan, Polres Jakpus Minta Pelintasan Kereta Sebidang Ilegal Ditutup

Cegah Kecelakaan, Polres Jakpus Minta Pelintasan Kereta Sebidang Ilegal Ditutup

Megapolitan
Hasil Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta Kini Bisa Keluar dalam 3 Jam, Tarif Rp 495.000

Hasil Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta Kini Bisa Keluar dalam 3 Jam, Tarif Rp 495.000

Megapolitan
Namanya Dicatut dalam Proyek Pengadaan, Kepala Biro Umum Kemensos Lapor Polisi

Namanya Dicatut dalam Proyek Pengadaan, Kepala Biro Umum Kemensos Lapor Polisi

Megapolitan
Tawuran di Jalan Inspeksi Kampung Pulo, Dua Orang Diamankan

Tawuran di Jalan Inspeksi Kampung Pulo, Dua Orang Diamankan

Megapolitan
Calon Lokasi Konser BTS di Jakarta Punya Fasilitas Berstandar Internasional, Apa Saja Itu?

Calon Lokasi Konser BTS di Jakarta Punya Fasilitas Berstandar Internasional, Apa Saja Itu?

Megapolitan
Transjakarta Sebut Bus yang Kecelakaan di Cawang Laik Operasi

Transjakarta Sebut Bus yang Kecelakaan di Cawang Laik Operasi

Megapolitan
Validasi Status Vaksinasi, Kini Pembelian Tiket KA Jarak Jauh Wajib Sertakan NIK

Validasi Status Vaksinasi, Kini Pembelian Tiket KA Jarak Jauh Wajib Sertakan NIK

Megapolitan
Pengamen Tersangka Ekshibisionis di Sudirman Dijerat Pasal Berlapis

Pengamen Tersangka Ekshibisionis di Sudirman Dijerat Pasal Berlapis

Megapolitan
230 Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Pakai Layanan Hasil Tes PCR Keluar 3 Jam

230 Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Pakai Layanan Hasil Tes PCR Keluar 3 Jam

Megapolitan
Soal Rencana Konser BTS di JIS, Wagub DKI: Masih dalam Penjajakan

Soal Rencana Konser BTS di JIS, Wagub DKI: Masih dalam Penjajakan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.