Bawaslu DKI Loloskan M Taufik Jadi Bakal Caleg - Kompas.com

Bawaslu DKI Loloskan M Taufik Jadi Bakal Caleg

Kompas.com - 31/08/2018, 16:33 WIB
Sidang pembacaan putusan sengketa Pemilu antara Politikus Partai Gerindra Mohamad Taufik dan KPU DKI Jakarta di Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Jumat (31/8/2018).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Sidang pembacaan putusan sengketa Pemilu antara Politikus Partai Gerindra Mohamad Taufik dan KPU DKI Jakarta di Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Jumat (31/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta memutuskan politikus Partai Gerindra Mohamad Taufik dapat mencalonkan diri dalam Pemilu Legislatif 2019.

"Memutuskan menerima permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Puadi dalam persidangan di Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Jumat (31/8/2018).

Dengan putusan tersebut, maka Taufik dinyatakan memenuhi syarat dalam verifikasi kelengkapan dan keabsahan dokumen bakal calon anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dalam Pemilu 2019 oleh KPU DKI Jakarta.

Baca juga: Kunker ke Melbourne, Taufik Absen pada Sidang Putusan Ajudikasi

Bawaslu DKI Jakarta pun memerintahkan KPU DKI Jakarta untuk melaksanakan putusan tersebut.

"Sejak dibacakan silakan kepada pemohon dan termohon untuk berkoordinasi paling lambat tiga haru setelah dibacakan," ujar Puadi.

Sebelumnya, Taufik dianggap tidak memenuhi syarat sebagai caleg karena berdasarkan Peraturan KPU No 20 Tahun 2018, seorang mantan narapidana kasus korupsi seperti dia tidak dapat mencalonkan diri pada pileg.

Baca juga: Siang Nanti, Bawaslu Bacakan Nasib Pencalonan Taufik

Sementara itu, menurut Taufik, PKPU Nomor 20 Tahun 2018 itu bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

UU tersebut menyatakan, seorang mantan narapidana yang telah menjalani masa hukuman selama lima tahun atau lebih, boleh mencalonkan diri selama yang bersangkutan mengumumkan pernah berstatus sebagai narapidana kepada publik.

Taufik pernah divonis 18 bulan penjara pada 27 April 2004 karena dinyatakan terbukti merugikan negara sebesar Rp 488 juta dalam kasus korupsi pengadaan barang dan alat peraga Pemilu 2004.


Baca juga: Bawaslu Bacakan Putusan soal Taufik Boleh Ikut Pileg atau Tidak pada Jumat

Saat itu, pria yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu menjadi Ketua KPU DKI Jakarta.

Komentar
Close Ads X