Cara Mewujudkan Keinginan Jokowi, Ciliwung Jadi seperti Cheonggyecheon

Kompas.com - 12/09/2018, 13:28 WIB
Revitalisasi wajah baru Kali Krukut di kawasan Kali Besar, Kota Tua, Jakarta, Jumat (9/2/2018). Penataan Kali Besar ini terinspirasi dari penataan Sungai Cheonggyecheon di Korea Selatan. Dengan penataan yang semenarik mungkin, kawasan Kali Besar diharapkan jadi tujuan wisatawan ke Kota Tua selain Museum Fatahillah. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMORevitalisasi wajah baru Kali Krukut di kawasan Kali Besar, Kota Tua, Jakarta, Jumat (9/2/2018). Penataan Kali Besar ini terinspirasi dari penataan Sungai Cheonggyecheon di Korea Selatan. Dengan penataan yang semenarik mungkin, kawasan Kali Besar diharapkan jadi tujuan wisatawan ke Kota Tua selain Museum Fatahillah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah mengatakan, pihaknya akan mengupayakan keinginan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Sungai Ciliwung seperti Sungai Cheonggyecheon di Seoul, Korea Selatan.

"Beliau melihat airnya (Cheonggyecheon) bersih, di situ lebih mengutamakan airnya, jadi di situ dilakukan restorasi, kami rencana mau lakukan itu. Seperti di Citarum," kata Bambang ditemui di kantornya, Rabu (12/9/2018).

Bambang mengatakan, Cheonggyecheon yang memukau Jokowi adalah hasil restorasi sungai. Menurut dia, upaya yang sama tengah dilakukan di Sungai Citarum di Jawa Barat yang tercemar parah. Ia mengatakan, bukan tidak mungkin di Ciliwung dilakukan upaya serupa.

Baca juga: Revitalisasi Kali Besar dan Inspirasi dari Sungai Cheonggyecheon

Menurut Bambang, jika sumber pencemaran di Ciliwung ditangani, airnya bisa menjadi jernih seperti Cheonggyecheon.

"Tidak hanya dikeruk, tapi juga masalah IPAL (instalasi pengolahan air limbah), sumur resapan, juga nanti ada pohon-pohon di sempadan. Dibeton tidak apa-apa, yang penting airnya bersih," ujar Bambang.

Baca juga: Melihat Pengelolaan Sungai Cheonggyecheon yang Menginsipirasi Jakarta

Presiden Joko Widodo saat menyusuri Sungai Cheonggyecheon, Seoul, Korea Selatan, Selasa (11/9/2018). (Dok: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)KOMPAS.com/Devina Halim Presiden Joko Widodo saat menyusuri Sungai Cheonggyecheon, Seoul, Korea Selatan, Selasa (11/9/2018). (Dok: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo berencana meminta "resep" bagaimana menyulap sungai menjadi bersih dan indah kepada Wali Kota Seoul Park Won-soon.

Hal itu diungkapkan Jokowi saat menyusuri Sungai Cheonggyecheon, Seoul, Korea Selatan, bersama dengan Wali Kota Park. Jokowi terkesima dengan kebersihan sungai tersebut sehingga ia pun berharap "resep" itu dapat diterapkan untuk Sungai Ciliwung di Jakarta.

"Sungai Cheonggyecheon ini sebuah inspirasi yang sangat bagus kalau sungai Ciliwung bisa bersih, dan itu bisa," ujar Jokowi melalui siaran pers, Selasa (11/9/2018).

Baca juga: Melihat Revitalisasi Kali Besar yang Terinspirasi Sungai Cheonggyecheon

"Tahun 2003 sungainya juga sama (seperti Ciliwung) dan dengan waktu 2 tahun 3 bulan sangat bersih sekali seperti zaman dahulu kala. Sebuah tontonan yang bisa jadi tuntunan untuk bisa digarap di Jakarta," sambung dia.

Wali Kota Park menyambut baik permintaan Jokowi. Park mengatakan siap membantu Jokowi, yang telah didapuk sebagai warga kehormatan Seoul.

Gelar tersebut diberikan oleh Park pada 2017 silam. Selain itu, Jakarta dan Seoul merupakan sister city.

Baca juga: Terinspirasi Sungai Cheonggyecheon, Ridwan Kamil Akan Revitalisasi Sungai Cikapundung

Bantaran anak Kali Ciliwung yang tepat berada di belakang Gedung Lindeteves Trade Centre (LTC) Glodok, Jakarta Barat, terlihat masih dalam kondisi bersih. Jika membuka sejumlah artikel Kompas.com medio 2016, aliran kali tampak jernih dan tidak berbau. Bahkan, anak-anak sering mandi dan menjadikan kali ini seperti kolam renang, Rabu (25/7/2018).KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA Bantaran anak Kali Ciliwung yang tepat berada di belakang Gedung Lindeteves Trade Centre (LTC) Glodok, Jakarta Barat, terlihat masih dalam kondisi bersih. Jika membuka sejumlah artikel Kompas.com medio 2016, aliran kali tampak jernih dan tidak berbau. Bahkan, anak-anak sering mandi dan menjadikan kali ini seperti kolam renang, Rabu (25/7/2018).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pasien RSPI Sulianti Saroso Diduga Terinfeksi Virus Corona

Seorang Pasien RSPI Sulianti Saroso Diduga Terinfeksi Virus Corona

Megapolitan
Ini Keunggulan PT Bahana Prima Nusantara sehingga Menangkan Tender Proyek Revitalisasi Monas

Ini Keunggulan PT Bahana Prima Nusantara sehingga Menangkan Tender Proyek Revitalisasi Monas

Megapolitan
4 Fakta Warga AS Ditangkap karena Menyelundupkan Brownies Ganja

4 Fakta Warga AS Ditangkap karena Menyelundupkan Brownies Ganja

Megapolitan
Tuduhan PSI dan Perlawanan Kontraktor Proyek Revitalisasi Monas

Tuduhan PSI dan Perlawanan Kontraktor Proyek Revitalisasi Monas

Megapolitan
Gang Royal, Lokalisasi Setengah Abad yang Jual Anak di Bawah Umur

Gang Royal, Lokalisasi Setengah Abad yang Jual Anak di Bawah Umur

Megapolitan
Bukan Asli Betawi, 'Lu', 'Gue', 'Cincong' Ternyata Terpengaruh Kultur Tionghoa

Bukan Asli Betawi, "Lu", "Gue", "Cincong" Ternyata Terpengaruh Kultur Tionghoa

Megapolitan
[KLARIFIKASI] Spanduk Tolak Mandikan Jenazah Pendukung Pembangunan Gereja di Serpong

[KLARIFIKASI] Spanduk Tolak Mandikan Jenazah Pendukung Pembangunan Gereja di Serpong

Megapolitan
Perjalanan Agung Wicaksono Pimpin Transjakarta hingga Mengundurkan Diri

Perjalanan Agung Wicaksono Pimpin Transjakarta hingga Mengundurkan Diri

Megapolitan
Spanduk Bernada Ujaran Kebencian yang Berujung Jeruji Besi Bagi Ketua Goib Jaktim

Spanduk Bernada Ujaran Kebencian yang Berujung Jeruji Besi Bagi Ketua Goib Jaktim

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Izin Revitalisasi Monas Dipersoalkan | Pembantaian Etnis Tionghoa di Kali Angke

[POPULER JABODETABEK] Izin Revitalisasi Monas Dipersoalkan | Pembantaian Etnis Tionghoa di Kali Angke

Megapolitan
Menengok Dhanagun, Wihara Berusia 3 Abad di Bogor

Menengok Dhanagun, Wihara Berusia 3 Abad di Bogor

Megapolitan
5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

Megapolitan
Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Megapolitan
Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Megapolitan
Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X