Kompas.com - 19/09/2018, 19:01 WIB
Direktur Bisnis Bank DKI Antonius Widodo Mulyono dan Ketua Perkumpulan Gerakan OK OCE Faransyah Jaya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (15/2/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARDirektur Bisnis Bank DKI Antonius Widodo Mulyono dan Ketua Perkumpulan Gerakan OK OCE Faransyah Jaya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (15/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski menyayangkan pencoretan anggaran sertifikasi pendamping oleh DPRD DKI Jakarta, Ketua Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO) Faransyah Jaya memastikan kegiatan pendampingan akan tetap berjalan.

Ia mengungkapkan pihaknya akan fokus menyalurkan perizinan ke anggota OK OCE.

"Dari segi perizinan, kan, sudah ada diskusi dengan Asisten Perekonomian dan Kepala PTSP, mereka komit sampai akhir 2018 akan ada 20.000 izin usaha mikro dan kecil (IUMK)," kata Faransyah ketika dihubungi, Rabu (19/9/2018).

Baca juga: Jangan Hanya Pak Sandi Jadi Cawapres, Tiba-tiba OK OCE Dibombardir...

Masalahnya, menurut dia, proses perizinan tidak akan optimal tanpa sertifikasi pendamping.

Sertifikasi itu, lanjut dia, diajukan untuk standarisasi kerja pendamping.

"Pak Bestari (Anggota Banggar DPRD DKI) bilang kenapa jumlah izin sedikit, karena memang pendamping sudah diberi pelatihan, tetapi kompetensinya tidak standar, jadi ada yang cepat ada yang lama," ujarnya. 

Baca juga: Nasib OK OCE Setelah DPRD Coret Anggaran Sertifikasi Pendampingnya

Padahal, dengan dilaksanakannya sertifikasi di akhir tahun ini, OK OCE bakal punya 200 pendamping tahun depan sebelum menambah pendamping lagi.

Diberitakan sebelumnya, dalam rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) 2018, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta mengajukan anggaran Rp 3,9 miliar untuk program sertfikasi pendamping OK OCE.

Namun, anggota Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta menolak usulan anggaran tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Ungkap Penyelundupan 310 Kilogram Sabu, Diduga Berasal dari Iran

Polisi Ungkap Penyelundupan 310 Kilogram Sabu, Diduga Berasal dari Iran

Megapolitan
Update 11 Mei: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 406

Update 11 Mei: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 406

Megapolitan
Hari Keenam Larangan Mudik, 162 Kendaraan Diputarbalikkan di Posko Penyekatan dan Check Point Kota Tangerang

Hari Keenam Larangan Mudik, 162 Kendaraan Diputarbalikkan di Posko Penyekatan dan Check Point Kota Tangerang

Megapolitan
Baznas Kota Tangerang Terima Zakat Fitrah Rp 1,3 Miliar

Baznas Kota Tangerang Terima Zakat Fitrah Rp 1,3 Miliar

Megapolitan
Komnas KIPI: Belum Cukup Bukti Ada Penggumpalan Darah pada Kasus Pria Meninggal Sehari Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

Komnas KIPI: Belum Cukup Bukti Ada Penggumpalan Darah pada Kasus Pria Meninggal Sehari Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

Megapolitan
Ziarah Dilarang Mulai 12-16 Mei 2021, TPU Selapajang di Kota Tangerang Ditutup

Ziarah Dilarang Mulai 12-16 Mei 2021, TPU Selapajang di Kota Tangerang Ditutup

Megapolitan
Ini Jam Operasional Transportasi Umum di Jakarta pada 12-16 Mei 2021

Ini Jam Operasional Transportasi Umum di Jakarta pada 12-16 Mei 2021

Megapolitan
Pasar Tanah Abang Ditutup Seminggu, Anies: Kan Pedagang Juga Lebaran

Pasar Tanah Abang Ditutup Seminggu, Anies: Kan Pedagang Juga Lebaran

Megapolitan
Takbir Keliling Dilarang, Akan Ada Filterisasi di Sudirman-Thamrin Mulai 18.00 WIB

Takbir Keliling Dilarang, Akan Ada Filterisasi di Sudirman-Thamrin Mulai 18.00 WIB

Megapolitan
Masjid Agung Al-Ittihad di Kota Tangerang, Pernah Jadi Penjara Tapol Jepang

Masjid Agung Al-Ittihad di Kota Tangerang, Pernah Jadi Penjara Tapol Jepang

Megapolitan
Sidang Kasus Tes Usap Rizieq Shihab Dilanjut 19 Mei, Akan Hadirkan Saksi Meringankan dan Saksi Ahli

Sidang Kasus Tes Usap Rizieq Shihab Dilanjut 19 Mei, Akan Hadirkan Saksi Meringankan dan Saksi Ahli

Megapolitan
Mau Mudik Lewat Depok, 824 Kendaraan Diputar Balik Polisi

Mau Mudik Lewat Depok, 824 Kendaraan Diputar Balik Polisi

Megapolitan
Stok Pangan di Tangsel Aman Jelang Lebaran meski Harga Naik

Stok Pangan di Tangsel Aman Jelang Lebaran meski Harga Naik

Megapolitan
1,2 Juta Warga Tinggalkan Jakarta, Polda Metro Jaya Siapkan Swab Antigen Mobile untuk Arus Balik

1,2 Juta Warga Tinggalkan Jakarta, Polda Metro Jaya Siapkan Swab Antigen Mobile untuk Arus Balik

Megapolitan
Terserang Stroke, Seorang Ibu di Cilandak Teriak Minta Tolong Selam 3 Jam

Terserang Stroke, Seorang Ibu di Cilandak Teriak Minta Tolong Selam 3 Jam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X