Kompas.com - 22/09/2018, 10:10 WIB
Foto kereta MRT dicorat-coret viral di media sosial, Jumat (21/9/2018). Foto ini diambil dari akun Instagram @newsetrafubuki. INSTAGRAM/ newsetrafubukiFoto kereta MRT dicorat-coret viral di media sosial, Jumat (21/9/2018). Foto ini diambil dari akun Instagram @newsetrafubuki.

JAKARTA, KOMPAS.com — Belum resmi digunakan, kereta mass rapid transit (MRT) telah dicoret-coret oleh orang tidak dikenal, Jumat (21/9/2018).

Pelaku tak bertanggung jawab itu mencoret kereta MRT menggunakan cat semprot piloks berwarna-warni.

Namun, sebelum vandalisme terhadap kereta MRT terjadi, kereta rel listrik (KRL) juga menjadi korban vandalisme hingga pelemparan.

Pelemparan dan coret-coret KRL

Pelemparan terhadap KRL beberapa kali terjadi saat moda transportasi massa itu tengah melintas.

Pelemparan pernah dilakukan terhadap sebuah rangkaian KRL relasi Stasiun Parung Panjang- Stasiun Tanah Abang saat melintas di antara Stasiun Juramangu-Pondok Ranji, Senin (17/9/2018).

Baca juga: Kaca KRL Dilempari, KCJ Sebut Kebanyakan Pelakunya Anak Iseng

Pelemparan itu mengakibatkan salah satu kaca pintu KRL pecah. Setelah peristiwa pelemparan tersebut, petugas pengamanan KRL berkoordinasi dengan petugas yang berada di luar untuk mencari para pelaku.

Namun, saat tiba di lokasi, pelaku telah kabur. Petugas berkoordinasi dengan petugas kepolisian untuk mencari para pelaku.

Aksi pelemparan batu juga menimpa KRL relasi Angke-Bogor yang sedang melintas di antara Cilebut-Bogor dan KRL rute Jatinegara-Bogor pada Juli lalu.

Peristiwa yang sama juga pernah terjadi terhadap rangkaian KRL yang melintas di sekitar Stasiun Jurangmangu, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (11/6/2017).

Vice President (VP) Communications PT KCI Eva Chairunisa mengatakan, pelaku pelemparan KRL biasanya anak-anak yang iseng.

Ia menyebut, pelemparan ini terjadi di banyak lokasi yang dilintasi KRL. KCI mencatat ada 25 lokasi yang rawan pelemparan.

Lokasi-lokasi ini menyebar, baik di jalur Bogor, Tangerang, Serpong, maupun jalur lingkar dalam kota Jakarta.

Untuk menekan tindakan tersebut, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke permukiman warga yang menjadi lokasi rawan pelemparan.

"Kebanyakan oknumnya anak-anak dengan alasan iseng. Anak-anak itu melakukan pelemparan pas pulang sekolah saat melintas di jalur rel," kata Eva kepada Kompas.com.

Selain dilempar, gerbong KRL juga dicoret-coret menggunakan cat semprot piloks oleh orang tidak dikenal.

Aksi vandalisme tersebut pernah dilakukan saat KRL diparkir di Stasiun Parung Panjang, Bogor, Selasa (11/9/2018) malam.

Eva mengatakan, pelaku vandalisme diduga masuk pada tengah malam saat penjagaan di Stasiun Parung Panjang tidak terlalu ketat.

Stasiun tersebut terbilang cukup terbuka dengan permukiman warga, sehingga para pelaku bisa leluasa masuk ke area stasiun dan melakukan vandalisme.

Aksi serupa juga pernah terjadi pada 2016, di mana gerbong KRL dicoret-coret di Stasiun Manggarai.

Baca juga: Gerbong KRL Dicoret-coret di Stasiun Parung Panjang

Tak hanya kereta, vandalisme juga dilakukan oknum warga terhadap Stasiun BNI City, di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

PT KCI memberlakukan sanksi berupa ganti rugi bagi para pelaku vandalisme yang mencoret-coret stasiun dan KRL milik PT KCI.

Pelaku vandalisme sebelumnya diberikan pilihan untuk memberikan ganti rugi atau dilaporkan ke polisi. Ganti rugi diberlakukan sebagai efek jera.

Aksi pelemparan batu kembali terjadi di kereta rel listrik (KRL) relasi Angke-Bogor yang sedang melintas di antara Cilebut - Bogor, Kamis (5/7/2018), pukul 19.30 WIB. Kejadian itu mengakibatkan kaca pintu kereta pecah. DOK. HUMAS PT KCI Aksi pelemparan batu kembali terjadi di kereta rel listrik (KRL) relasi Angke-Bogor yang sedang melintas di antara Cilebut - Bogor, Kamis (5/7/2018), pukul 19.30 WIB. Kejadian itu mengakibatkan kaca pintu kereta pecah.

Vandalisme kereta MRT

Vandalisme juga terjadi terhadap kereta MRT di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat kemarin.

Diduga, pelaku aksi vandalisme tersebut masuk ke lokasi Depo Lebak Bulus dengan memanjat dan melompati dinding.

Kontraktor selaku pihak yang bertanggung jawab atas aksi vandalisme tersebut langsung melakukan investigasi dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Cilandak.

Baca juga: Kereta MRT di Depo Lebak Bulus Dicoret-coret

Aparat Polsek Cilandak kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) pada Jumat siang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Agar kejadian tidak berulang, ada empat langkah pencegahan yang dilakukan PT MRT Jakarta bersama jajarannya dibantu dua kontraktor di depo yakni Tokyu-Wika Join Operation (TWJO) dan Sumitomo Corporation.

Langkah pertama adalah menambah jumlah personel pengamanan yang akan bersiaga di depo.

Kedua, meningkatkan intensitas patroli untuk memastikan pengawasan di area depo. Ketiga, menambah jumlah CCTV di area depo.

Baca juga: Empat Langkah Pencegahan Aksi Vandalisme Kereta MRT di Depo Lebak Bulus

 

Terakhir, meninggikan pagar depo di sisi-sisi yang dekat dengan area publik karena pelaku vandalisme diduga memanjat dan melompat dari dinding depo.

"Kami sudah meminta dilakukan tindakan korektif dengan peningkatan keamanan dan langkah perbaikan dari kedua kontraktor itu," ujar Corporate Secretary PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Megapolitan
Pemkot Tangsel Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut

Pemkot Tangsel Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut

Megapolitan
Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Megapolitan
Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Megapolitan
Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Megapolitan
Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Megapolitan
Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Megapolitan
Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Megapolitan
Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Megapolitan
Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

Megapolitan
Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

Megapolitan
Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.