Pedagang Sate Taichan Senayan Direlokasi hingga 30 Oktober

Kompas.com - 24/09/2018, 18:45 WIB
Pedagang sate taichan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/7/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIPedagang sate taichan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Waktu relokasi pedagang kaki lima (PKL) di halaman parkir Senayan City diperpanjang hingga 30 Oktober 2018.

Camat Tanah Abang Dedi Arif Darsono mengatakan, PKL tersebut dilarang berjualan kembali di Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, karena penyelenggaraan Asian Para Games 2018 pada 6-13 Oktober.

"(PKL sate taichan berdagang) sampai 30 Oktober di sana (depan Senayan City) dulu karena ada Asian Para Games," ujar Dedi saat dikonfirmasi, Senin (24/9/2018).

Baca juga: Asian Games 2018 Usai, Pedagang Sate Taichan Belum Bisa Kembali ke Jalan Asia Afrika

Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan nasib PKL setelah akhir Oktober.

Jajarannya masih akan melakukan rapat koordinasi terkait keberlanjutan nasib pedagang sate taichan, apakah diperbolehkan kembali ke tempat semula atau tidak.

"Belum tahu. Nanti diomongin lagi ya, harus ke mana," kata dia.

Baca juga: Pedagang Sate Taichan Senayan Tunggu Kepastian Relokasi

Diberitakan sebelumnya, para pedagang sate taichan di Senayan dilarang berjualan mulai 1 Agustus hingga 15 September 2018 atau selama penyelenggaraan Asian Games 2018.

Hal itu dilakukan untuk mensterilkan kawasan Gelora Bung Karno yang menjadi salah satu lokasi pertandingan Asian Games 2018.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Megapolitan
Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Megapolitan
Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Megapolitan
Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Megapolitan
40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

Megapolitan
UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

Megapolitan
Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Megapolitan
Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Megapolitan
Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Megapolitan
Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X