Kisah Heroik Anthonius Gunawan Agung di Balik Duka yang Melanda Palu - Kompas.com

Kisah Heroik Anthonius Gunawan Agung di Balik Duka yang Melanda Palu

Kompas.com - 01/10/2018, 06:36 WIB
Kerusakan akibat gempa bumi yang melanda, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Kerusakan akibat gempa bumi yang melanda, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anthonius Gunawan Agung, petugas air traffic control (ATC) Airnav Indonesia, banyak dibicarakan warganet di media sosial. Anthonius menjadi buah bibir lantaran aksi heroiknya saat gempa berkekuatan 7,4 SR mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018).

Pada saat gempa itu Anthonius sedang mengarahkan pesawat Batik Air ID 6231 untuk terbang dari Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie, Palu, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan. 

Saat gempa mengguncang, teman-teman Anthonius yang berada di tower Bandara Mutiara Sis Al-Jufri langsung turun dan berhamburan keluar. Namun Anthonius tetap di tempatnya untuk memastikan Batik Air lepas landas dengan selamat.

Baca juga: Dampak Gempa, Akses Pesawat Komersil di Bandara Palu Masih Terbatas

"Anthonius telah memberikan clearance kepada Batik saat gempa terjadi. Anthonius sebagai petugas ATC yang bertanggung jawab penuh dengan menyelamatkan pesawat beserta penumpangnya,” kata Direktur Airnav Indonesia Novie Riyanto di rumah duka di Jalan Onta Baru, Kota Makassar, Sabtu malam.

Anthonius terus berkomunikasi dengan pilot Batik Air di tengah guncangan gempa. Sampai akhirnya pesawat berhasil terbang lepas landas.

Setelah itu, baru Anthonius bergegas turun. Namun sudah terlambat. Saat dia turun, lantai 4 tower ambruk. Anthonius melompat untuk menghindari reruntuhan tower. Ia mengalami patah tulang.

Dia sempat di bawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan atas patah tulang yang dialaminya. Dari hasil rontgen, Agung dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar karena terindikasi mengalami luka dalam.

AirNav berupaya untuk mendatangkan helikopter dari Balikpapan. Namun, karena kondisi bandara, helikopter baru dapat diterbangkan Sabtu pagi.

Namun sebelum helikopter tiba, Agung menghembuskan napas terakhir. Jenazahnya diterbangkan menuju Makassar untuk selanjutnya dimakamkan di Makassar sesuai dengan permintaan pihak keluarga.

Penghormatan untuk pahlawan

Apa yang dilakukan Anthonius telah menyelamatkan nyawa penumpang yang ada di pesawat Batik Air itu. Dia menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab di tengah gempa.

Kerusakan akibat gempa bumi yang melanda, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Kerusakan akibat gempa bumi yang melanda, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak.
"Anthonius bagaikan pahlawan dalam menjalankan tugas menyelamatkan pesawat beserta penumpangnya," ujar Novie.

AirNav yang menghargai dedikasi Anthonius dan memberikan apresiasi berupa kenaikan pangkat. Anthonius disebut memiliki dedikasi yang luar biasa dalam mewujudkan keselamatan penerbangan.

Baca juga: Kodam VII Hasanuddin Kirim 1.500 Personel ke Palu

"Karena itu, kami akan memberikan penghargaan kepada almarhum dengan menaikkan pangkatnya sebanyak dua tingkat serta bentuk apresiasi lainnya kepada keluarga yang ditinggalkan," kata Novie.

Cerita pilot

Pesawat Batik Air ID 6321 yang dipandu Anthonius sebelum menghembuskan nafas terakhir dipiloti Capt. Ricosetta Mafella. Mafella atau Fella bercerita, sesaat sebelum keberangkatan, dia meminta quick handling.

Saat mendapat izin takeoff, pesawat mulai rolling di runway. Fella merasakan pesawat bergerak ke kanan dan kiri lepas landas, getarannya terasa mendatar, bukan vertikal.

Namun dia belum menyadari bahwa apa yang dialaminya saat itu adalah gempa.

"Tetapi karena di kokpit fokus untuk airborne phase, jadi tetap dilaksanakan karena gak mengganggu," kata dia.

Setelah pesawat mengudara, awak Batik Air ID6231 menghubungi tower. Namun saat itu sudah tidak ada jawaban dari menara ATC Bandara Mutiara Palu.

Baca juga: Fakta di Balik Penjarahan SPBU dan Minimarket di Kota Palu Pasca-gempa

Ternyata saat itu tower ATC bandara Palu sudah roboh akibat gempa. Suara Anthonius menjadi penyelamat bagi Fella dan segenap penumpang.

"Batik 6231 runway 33 clear for take off,"

Kalimat itu menjadi kalimat pendek penyelamat. Untuk mengenang dan menghargai dedikasi Anthonius, Fella membagi kesannya lewat akun instagram, @icoze_ricochet.

"Thank you for keeping me and guarding me till I'm safely airbone," tulis Fella.

Warga menjarah barang di Grand Palu Mall usai gempa bumi di Pura, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Donggala dan Palu mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Warga menjarah barang di Grand Palu Mall usai gempa bumi di Pura, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Donggala dan Palu mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.

 


Terkini Lainnya

Longsor di Poncol Magetan Rusak Rumah Warga, Talud Dipasang

Longsor di Poncol Magetan Rusak Rumah Warga, Talud Dipasang

Regional
Komnas HAM: Tak Ada Langkah Konkret Jaksa Agung Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu

Komnas HAM: Tak Ada Langkah Konkret Jaksa Agung Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu

Nasional
Rp 2 Miliar dari Jawa Barat untuk Korban Bencana Sulawesi Tengah

Rp 2 Miliar dari Jawa Barat untuk Korban Bencana Sulawesi Tengah

Regional
5 BERITA POPULER NUSANTARA: Aksi Ngedrift Gagal karena Tabrak Toilet hingga Sandiaga Diminta Keluar Emak-emak

5 BERITA POPULER NUSANTARA: Aksi Ngedrift Gagal karena Tabrak Toilet hingga Sandiaga Diminta Keluar Emak-emak

Regional
Komnas HAM: Perhatian Pemerintah terhadap Kelompok Minoritas Masih Minim

Komnas HAM: Perhatian Pemerintah terhadap Kelompok Minoritas Masih Minim

Nasional
Hujan Disertai Angin dan Petir Diprediksi Melanda Jaktim dan Jaksel Sore Ini

Hujan Disertai Angin dan Petir Diprediksi Melanda Jaktim dan Jaksel Sore Ini

Megapolitan
Kapal-kapal Nelayan di Muara Angke Tak Melaut karena Terkendala Izin

Kapal-kapal Nelayan di Muara Angke Tak Melaut karena Terkendala Izin

Megapolitan
Ketua RT dan RW Diingatkan Tak Pungut Uang Warga yang Buat Sertifikat

Ketua RT dan RW Diingatkan Tak Pungut Uang Warga yang Buat Sertifikat

Megapolitan
Video Dukungan Pasangan Capres Beredar, Bawaslu Panggil Bupati

Video Dukungan Pasangan Capres Beredar, Bawaslu Panggil Bupati

Regional
Salahi Aturan, Bawaslu  Sapu Bersih Alat Peraga Kampanye

Salahi Aturan, Bawaslu Sapu Bersih Alat Peraga Kampanye

Regional
Pencuri Spesialis Sepeda Motor di Mesjid Dilumpuhkan Polisi

Pencuri Spesialis Sepeda Motor di Mesjid Dilumpuhkan Polisi

Regional
Porprov Jateng XV 2018 Dibuka di Solo, Ganjar Ajak Bangun Olahraga

Porprov Jateng XV 2018 Dibuka di Solo, Ganjar Ajak Bangun Olahraga

Regional
Baru 10 Hari Keluar Penjara, Residivis Kembali Ditangkap Kasus Begal

Baru 10 Hari Keluar Penjara, Residivis Kembali Ditangkap Kasus Begal

Regional
Kereta Api Tabrak Kerumunan Pengunjung Festival di India, 50 Tewas

Kereta Api Tabrak Kerumunan Pengunjung Festival di India, 50 Tewas

Internasional
Tak Terpantau X-Ray Bandara, 2 Kurir Simpan Sabu dalam Anus

Tak Terpantau X-Ray Bandara, 2 Kurir Simpan Sabu dalam Anus

Regional

Close Ads X