Lurah Jembatan Besi Berharap Pemprov DKI Segera Beli Lahan untuk Kantor Baru Kelurahan - Kompas.com

Lurah Jembatan Besi Berharap Pemprov DKI Segera Beli Lahan untuk Kantor Baru Kelurahan

Kompas.com - 11/10/2018, 20:07 WIB
Kelurahan Jembatan besi Jakarta Barat direncanakan pindah ke lahan yang lebih luas tetapi lurah masih dalam tahap negosiasi dengan warga yang wilayahnya diincar hingga saat ini, Senin (10/9/2018).RIMA WAHYUNINGRUM Kelurahan Jembatan besi Jakarta Barat direncanakan pindah ke lahan yang lebih luas tetapi lurah masih dalam tahap negosiasi dengan warga yang wilayahnya diincar hingga saat ini, Senin (10/9/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com - Lurah Jembatan Besi Agus Mulyadi berharap, Pemprov DKI bisa segera membeli lahan untuk membangun kantor baru bagi kelurahannya.

Saat ini, pengajuan lahan untuk kantor baru kelurahan tersebut masih dalam tahap proses di bagian Tata Pemerintahan Kota Jakarta Barat.

"Mudah-mudahan tahun ini tanah bisa dibeli Pemprov DKI Jakarta," kata Agus, dalam pesan singkat kepada wartawan, Kamis (11/10/2018).

Agus mengajukan dua buah lahan yang diharapkan bisa menjadi lokasi kantor baru kelurahannya.

Baca juga: Pemindahan Kantor Kelurahan Jembatan Besi Terkendala Harga Lahan

 

Dua lahan tersebut berada di Jalan Jembatan Besi Raya RW 001 dengan luas sekitar 557 meter persegi dan di Jalan Jembatan Besi II RW 004 dengan luas sekitar 775 meter persegi.

"Kalau anggaran yang disediakan untuk pengadaan tanahnya saya dengar sih hampir Rp 40 miliar," kata dia.

Pemerintah Kota Jakarta Barat menganggarkan Rp 40 miliar untuk pembangunan kantor Kelurahan Jembatan Besi yang baru.

Harga per meter tanah telah ditentukan dengan harga appraisal berkisar Rp 7-12 juta per meter.

Sementara itu, kondisi Kelurahan Jembatan Besi memiliki luas 256 meter persegi.

Baca juga: Pembangunan Kantor Baru, Lurah Jembatan Besi Ajukan 2 Lahan

 

Selain sebagai kantor, bangunan tersebut juga menyediakan ruang depan untuk Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Pada bagian halaman kantor terdapat sebuah bangunan ruang mesin ATM Bank DKI dan tempat parkir.

Namun, tempat parkir hanya bisa menampung sebuah mobil dan belasan kendaraan sepeda motor.


Close Ads X