KNKT Akan Turunkan Alat Canggih Ini untuk Cari "Black Box" Lion Air

Kompas.com - 10/11/2018, 23:01 WIB
Pasukan Intai Amfibi, Denjaka, tim investigator dari KNKT Indonesia, Singapuran, serta tim ahli Boeing memeriksa lokasi yang diduga terdapat Cocpit Voice Recorder (CVR) Lion Air JT 610, di perairan Tanjung Karawang, Sabtu (3/11/2018). KOMPAS.com/DAVID PURBAPasukan Intai Amfibi, Denjaka, tim investigator dari KNKT Indonesia, Singapuran, serta tim ahli Boeing memeriksa lokasi yang diduga terdapat Cocpit Voice Recorder (CVR) Lion Air JT 610, di perairan Tanjung Karawang, Sabtu (3/11/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan kembali menurunkan alat canggih untuk menemukan black box berisi cockpit voice recorder milik pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, alat tersebut bernama sub-bottom profiling yang bisa mendeteksi keberadaan black box meski terendam lumpur.

"Ada equipment baru yang on boat-kan di ROV yaitu sub-bottom profiling yang bisa mendeteksi benda-benda di dalam lumpur sampai kedalaman empat meter," kata Soerjanto di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (10/11/2018).

Baca juga: Korban Lion Air Murdiman, Rawat 40 Anak Yatim dan Ingin Bangun Pesantren

Soerjanto menyatakan, alat tersebut belum diterjunkan karena saat ini masih dalam proses persiapan di Surabaya. Alat itu diprediksi tiba di lokasi pencarian dalam tiga hari ke depan.

"Hal ini perlu persiapan karena barangnya perlu di-install di kapal memerlukan waktu peng-install-annya sekitar dua sampai tiga hari sambil kapalnya berlayar menuju Jakarta," kata Soerjanto.

Ia mengatakan, KNKT juga akan mengerahkan kapal-kapal pengangkut remotely operated vehicles (ROV) yang lebih besar dan canggih.

Diberitakan sebelumnya, KNKT tetap melanjutkan proses pencarian black box meskipun Basarnas telah menghentikan operasi pencarian korban pada Sabtu ini.

Baca juga: Operasi Pencarian Korban Lion Air Dihentikan, Posko di JICT Dibongkar

Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi.

Pesawat itu mengangkut 181 penumpang dan 8 awak. Semua penumpang dan awak diduga tewas dalam kecelakaan itu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini

BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 1 Juni di Depok: Muncul 2 Kasus Positif Baru dan 9 Pasien Dinyatakan Sembuh

[UPDATE] Covid-19 1 Juni di Depok: Muncul 2 Kasus Positif Baru dan 9 Pasien Dinyatakan Sembuh

Megapolitan
PLN Pastikan Dana Pelanggan Listrik Prabayar yang Sudah Beli Token Tak Hilang

PLN Pastikan Dana Pelanggan Listrik Prabayar yang Sudah Beli Token Tak Hilang

Megapolitan
Sejak Sore Token Listrik Gagal Input, PLN Sebut Ada Gangguan Jaringan Data

Sejak Sore Token Listrik Gagal Input, PLN Sebut Ada Gangguan Jaringan Data

Megapolitan
Kabar Baik, 7 Kelurahan di Depok Dinyatakan Bebas Kasus Positif Covid-19

Kabar Baik, 7 Kelurahan di Depok Dinyatakan Bebas Kasus Positif Covid-19

Megapolitan
Gelar Razia di Danau Sunter, Satpol PP Sasar Warga yang Tak Kenakan Masker

Gelar Razia di Danau Sunter, Satpol PP Sasar Warga yang Tak Kenakan Masker

Megapolitan
Jakarta Belum Berencana Buka Kegiatan Belajar di Sekolah pada 13 Juli 2020

Jakarta Belum Berencana Buka Kegiatan Belajar di Sekolah pada 13 Juli 2020

Megapolitan
Sekolah di Bekasi Kembali Buka Saat Tahun Ajaran Baru

Sekolah di Bekasi Kembali Buka Saat Tahun Ajaran Baru

Megapolitan
Di Masa New Normal, Tiket Kereta Jarak Jauh Hanya Bisa Dipesan secara Online

Di Masa New Normal, Tiket Kereta Jarak Jauh Hanya Bisa Dipesan secara Online

Megapolitan
Catat, Penumpang KAI Wajib Gunakan Masker hingga Face Shield di Era New Normal

Catat, Penumpang KAI Wajib Gunakan Masker hingga Face Shield di Era New Normal

Megapolitan
Sebaran Kasus Covid-19 di DKI 1 Juni: Sunter Agung Tertinggi, Disusul Pademangan Barat

Sebaran Kasus Covid-19 di DKI 1 Juni: Sunter Agung Tertinggi, Disusul Pademangan Barat

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Terbitkan Perwal sebagai Protokol New Normal

Pemkot Bekasi Akan Terbitkan Perwal sebagai Protokol New Normal

Megapolitan
Bungkusan Cairan Berasap Ditemukan di Dekat Masjid di Ciracas

Bungkusan Cairan Berasap Ditemukan di Dekat Masjid di Ciracas

Megapolitan
Jelang New Normal, Pemkot Bekasi Upayakan Keseimbangan Faktor Ekonomi dengan Kesehatan

Jelang New Normal, Pemkot Bekasi Upayakan Keseimbangan Faktor Ekonomi dengan Kesehatan

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Minta Rumah Ibadah Segera Dibuka dengan Protokol Kesehatan

Ketua DPRD DKI Minta Rumah Ibadah Segera Dibuka dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X