Fakta Tewasnya Bripka Matheus, dari Minta Maaf hingga Bertemu Anak

Kompas.com - 03/01/2019, 10:09 WIB
Karangan bunga di depan rumah Bripka Matheus, Jalan Masjid, Desa Ragajaya, Kabupaten Bogor, Rabu (2/1/2019). Bripka Matheus ditemukan tewas dengan luka tembak di TPU Pancoran Mas, Depok KOMPAS.com/Ryana AryaditaKarangan bunga di depan rumah Bripka Matheus, Jalan Masjid, Desa Ragajaya, Kabupaten Bogor, Rabu (2/1/2019). Bripka Matheus ditemukan tewas dengan luka tembak di TPU Pancoran Mas, Depok

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Polresta Depok, Bripka Matheus, ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mutiara, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Senin (31/12/2018) sore.

Dari waktu kejadian hingga kini, pihak kepolisian masih berupaya mengungkap kasus kematian Matheus.

Berikut sejumlah fakta yang telah dikumpulkan Kompas.com terkait tewasnya polisi berpangkat Bripka itu:

Pesan minta maaf

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, sebelum tewas Bripka Matheus mengirim pesan singkat kepada salah satu temannya.

Baca juga: Anggota Polres Depok Bripka Matheus Tewas dengan Luka Tembak di Kepala

Pesan tersebut berisi permintaan maaf Matheus kepada temannya.

Argo belum mau menjelaskan pesan permintaan maaf seperti apa yang dimaksud.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Begitu juga dengan penerima pesan, apakah rekan Matheus itu sesama polisi atau di luar instansi tempat dia bekerja.

"Ada dari handphone korban mengirim (pesan) kepada temannya permintaan maaf," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (2/1/2018).

Sendirian ke TPU

Tayangan dari kamera CCTV merekam saat Bripka Matheus mengendarai sepeda motor sendirian menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mutiara, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Senin sore.

TPU Mutiara merupakan lokasi ditemukannya jenazah Matheus.

Kamera CCTV berada di sekitar kompleks perumahan Matheus. Namun, polisi tidak menjelaskan apakah Matheus pamit kepada keluarganya untuk ke luar rumah.

Sisa mesiu

Dari hasil penyelidikan, ditemukan sisa mesiu di tangan Bripka Matheus.

Tak jauh dari jenazah Matheus, polisi juga menemukan pistol yang sudah keluar dari sarungnya. Pistol itu merupakan senjata milik Matheus.

Baca juga: Polisi Tak Temukan Peluru di Lokasi Penembakan Anggota Polres Depok

Dari hasil penyelidikan juga ditemukan fakta bahwa senjata yang ditembakkan menempel dengan kepala Matheus.

Namun, pihak kepolisian belum mau menyebut adanya indikasi bunuh diri atas tewasnya Matheus.

"Soal dugaan bunuh diri, belum bisa menyimpulkan. Senjata api sudah keluar dari sarungnya, ditemukan di atas rumput, ada di sekitar body dari korban," ujar Argo.

Tidak ada proyektil

Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin malam, polisi belum dapat menemukan bukti bekas peluru dari luka tembak yang dialami Matheus.

Meski demikian, polisi menemukan barang bukti milik korban di lokasi, seperti dompet, KTP, dan identitas anggota kepolisian.

Selain itu, tidak ada barang yang hilang di lokasi tewasnya Bripka Matheus.

Barang milik Matheus, seperti sepeda motor, ponsel, dompet, serta identitas anggota polisi, masih berada di lokasi.

"Barang-barang korban di TKP tidak ada yang hilang, baik sepeda motor. Sepeda motornya diparkir dengan rapi," ujar Argo.

Pamit bertugas

Menantu Matheus, Angger Aprinda, mengatakan, tidak ada gelagat yang aneh dengan Matheus saat hari kejadian.

Matheus berperilaku seperti biasa. Bahkan, Matheus sempat pamit untuk bekerja.

Baca juga: Anggota Polres Depok yang Tertembak di Kepala Kirim Pesan Ini Sebelum Tewas

Dalam kesehariannya, Matheus juga dikenal sangat baik dan akrab dengan tetangga di sekitar rumah.

Tak hanya kepada tetangga, Matheus juga akrab dengan seluruh rekan kerjanya, bahkan dengan rekan kerja yang notabene memiliki jarak umur cukup jauh.

Hingga kini, pihak keluarga tidak percaya bahwa Matheus sudah tiada.

"Ibarat kalau panas terik terus hujan turun kan kita kaget ya. Nah sama, Bapak enggak sakit, enggak ada tanda apa pun, tiba-tiba meninggal kan kami kaget," tutur Angger.

Bertemu anak

Sebelum ditemukan tewas, Bripka Matheus sempat bertemu dengan putra bungsunya, Adi.

Adi menceritakan, ia bertemu dengan ayahnya sekitar pukul 16.50 WIB di sekitar Polsek Pancoran Mas, Depok.

Saat itu, Adi bertemu dengan sang ayah untuk mengambil kartu ATM yang sempat dibawa Matheus.

Selain untuk mengambil kartu ATM, Adi juga hendak menyerahkan ponsel Matheus yang ditinggalkan di rumah.

Saat bertemu, Adi mengambil kartu ATM serta menyerahkan ponsel Matheus. Namun, Adi sedikit bingung lantaran sang ayah menyuruhnya untuk cepat-cepat pergi.

Baca juga: Kenangan Keluarga terhadap Bripka Matheus, Anggota Polres Depok yang Tewas Tertembak

Tak sampai di situ, sekitar pukul 18.00 WIB Matheus kembali menelpon Adi.

Ia pun tak menyangka jika pertemuan dengan ayahnya tersebut merupakan pertemuan terakhir.

Pukul 21.00 WIB, ia mendapat kabar bahwa ayahnya sudah dibawa ke Rumah Sakit Kramatjati dengan kondisi tertembak.

"Nah pukul 21.00 dikabari kakak saya, pas itu saya mau acara tahun baru. Katanya Bapak enggak ada. Saya ketemu pas sudah di Kramatjati," tutur Adi.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekor, 23.883 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Sehari di Kota Tangerang

Rekor, 23.883 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Sehari di Kota Tangerang

Megapolitan
Cerita Awak Ambulans Tentang Kendaraan yang Halangi Mereka di Pamulang Saat Jemput Pasien Kritis

Cerita Awak Ambulans Tentang Kendaraan yang Halangi Mereka di Pamulang Saat Jemput Pasien Kritis

Megapolitan
UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 355, Pasien Aktif Jadi 5.432 Orang

UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 355, Pasien Aktif Jadi 5.432 Orang

Megapolitan
Setelah Usai di Jakarta Selatan, Gerakan Nafas Kemanusiaan Kini Layani Isi Oksigen Gratis di Karawaci

Setelah Usai di Jakarta Selatan, Gerakan Nafas Kemanusiaan Kini Layani Isi Oksigen Gratis di Karawaci

Megapolitan
Update: Pasien Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 10.123 Orang

Update: Pasien Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 10.123 Orang

Megapolitan
Anies Pamer Foto Penghargaan DKI Jakarta sebagai Provinsi Pelopor Layak Anak

Anies Pamer Foto Penghargaan DKI Jakarta sebagai Provinsi Pelopor Layak Anak

Megapolitan
Sebuah Rumah di Pantai Mutiara Dilanda Kebakaran

Sebuah Rumah di Pantai Mutiara Dilanda Kebakaran

Megapolitan
Update 30 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 283 Kasus Baru Covid-19

Update 30 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 283 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Polisi Tangkap 4 Tersangka Begal di Bekasi

Polisi Tangkap 4 Tersangka Begal di Bekasi

Megapolitan
UPDATE: Tambah 1.277 Kasus Covid-19 Sehari, Tangsel Catat Angka Penambahan Tertinggi

UPDATE: Tambah 1.277 Kasus Covid-19 Sehari, Tangsel Catat Angka Penambahan Tertinggi

Megapolitan
Warga Jakpus yang Isoman Sendirian di Rumah Diimbau Pindah ke RS

Warga Jakpus yang Isoman Sendirian di Rumah Diimbau Pindah ke RS

Megapolitan
Video Ambulans Diduga Dihalangi Kendaraan Lain di Pamulang Viral, Polisi Kejar Pelaku

Video Ambulans Diduga Dihalangi Kendaraan Lain di Pamulang Viral, Polisi Kejar Pelaku

Megapolitan
Kejari Kota Tangerang Bakal Periksa Seluruh Penerima Bansos dari Kemensos

Kejari Kota Tangerang Bakal Periksa Seluruh Penerima Bansos dari Kemensos

Megapolitan
Pengemudi BMW yang Kabur Setelah Isi Bensin Full adalah Remaja Iseng, Kini Sudah Damai

Pengemudi BMW yang Kabur Setelah Isi Bensin Full adalah Remaja Iseng, Kini Sudah Damai

Megapolitan
Giant di Area Depok Tutup Permanen, Pengunjung Tak Tahu dan Masih Berdatangan

Giant di Area Depok Tutup Permanen, Pengunjung Tak Tahu dan Masih Berdatangan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X