Aksi Damai 151 Bubar, Massa Ojek "Online" Tunggu Payung Hukum dari Pemerintah

Kompas.com - 15/01/2019, 17:39 WIB
Para pengemudi ojek online yang mengikuti aksi damai 151 berkumpul di depan Monas, Jalan Merdeka Barat, Selasa (15/1/2019). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAPara pengemudi ojek online yang mengikuti aksi damai 151 berkumpul di depan Monas, Jalan Merdeka Barat, Selasa (15/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengemudi ojek online yang melakukan Aksi Damai 151 di Taman Aspirasi, Jalan Medan Merdeka Barat pada Selasa (15/1/2019) mulai membubarkan diri sekitar pukul 16.30 WIB.

Salah satu pengemudi ojek online yang melakukan orasi di atas mobil komando mengatakan, mereka bertekad mengawal proses pembuatan payung hukum untuk ojek online.

Baca juga: Pengemudi Ojek Online Tuntut Pemerintah Segera Terbitkan Payung Hukum

"Terima kasih kepada Presiden, Bapak Menteri Perhubungan, dan seluruh polisi yang mengamankan aksi ini. Kita akan terus mengawasi sampai regulasi untuk ojek online itu terbit," kata pengemudi ojek online itu yang mewakili massa di sana.


"Bagi para aplikator, kita akan terus menagih janji untuk kenaikan tarif yang lebih manusiawi," lanjut dia.

Selanjutnya, para pengemudi ojek online itu mulai membubarkan diri secara tertib dan bertahap.

Seluruh rangkaian acara yang dimulai dari pukul 12.00 WIB itu berlangsung aman dan kondusif.

Aksi Damai itu diawali dengan long march dari kawasan IRTI Monas, gedung Balai Kota, kawasan Patung Kuda, dan berakhir di Taman Aspirasi.

Aksi Damai 151 dilakukan oleh komunitas ojek online Jabodetabek untuk menyampaikan tiga tuntutan.

Tuntutan pertama adalah meminta aplikator ojek online untuk menetapkan tarif batas atas dan bawah yang lebih manusiawi.

Baca juga: Peserta Aksi Damai 151 Sweeping Pengemudi Ojek Online, Minta Lepas Atribut

Tuntuan kedua adalah meminta pemerintah untuk membuat regulasi terkait transportasi online.

Adapun tuntutan ketiga adalah meminta aplikator untuk menetapkan sistem kemitraan yang adil bagi para pengemudi.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Balap Mobil Formula E 2020 Digelar di Kawasan Monas

Balap Mobil Formula E 2020 Digelar di Kawasan Monas

Megapolitan
Salahi Aturan, Trotoar di Tengah Jalan Raya Kalimalang Segera Dibongkar

Salahi Aturan, Trotoar di Tengah Jalan Raya Kalimalang Segera Dibongkar

Megapolitan
Kamera ETLE di Jalan Tol Dilengkapi Fitur Terbaru

Kamera ETLE di Jalan Tol Dilengkapi Fitur Terbaru

Megapolitan
Harga Rumah Kian Melambung, Jumlah Migrasi ke Kota Bekasi Disebut Menurun

Harga Rumah Kian Melambung, Jumlah Migrasi ke Kota Bekasi Disebut Menurun

Megapolitan
Pemprov Kirim Bantuan ke Lokasi Kesulitan Air Bersih di Kalideres

Pemprov Kirim Bantuan ke Lokasi Kesulitan Air Bersih di Kalideres

Megapolitan
Mobil Karya Anak Bangsa dari ITS Ikut Konvoi Formula E di Monas

Mobil Karya Anak Bangsa dari ITS Ikut Konvoi Formula E di Monas

Megapolitan
Laju Pertumbuhan Penduduk Bekasi Menurun dalam 5 Tahun Belakangan

Laju Pertumbuhan Penduduk Bekasi Menurun dalam 5 Tahun Belakangan

Megapolitan
Warga Antusias Swafoto di Sekitar Mobil Listrik di Monas

Warga Antusias Swafoto di Sekitar Mobil Listrik di Monas

Megapolitan
PT KAI Disebut Belum Tentukan Besaran Uang Kerohiman Proyek Double Track Bogor-Sukabumi

PT KAI Disebut Belum Tentukan Besaran Uang Kerohiman Proyek Double Track Bogor-Sukabumi

Megapolitan
Sudah Uzur dan Rawan Anjlok, 4 Lift di Kantor Wali Kota Jakarta Timur Akan Diganti

Sudah Uzur dan Rawan Anjlok, 4 Lift di Kantor Wali Kota Jakarta Timur Akan Diganti

Megapolitan
Wacana Pembangunan Rusunawa Bantargebang Memudar

Wacana Pembangunan Rusunawa Bantargebang Memudar

Megapolitan
Truk Terguling di Jalan Layang Antasari

Truk Terguling di Jalan Layang Antasari

Megapolitan
Sebuah Rumah Tua Ada di Tengah Apartemen Mewah Jakpus, Ini Kisah Sang Pemilik

Sebuah Rumah Tua Ada di Tengah Apartemen Mewah Jakpus, Ini Kisah Sang Pemilik

Megapolitan
Sudin LH Tetap Pasang Alat Pengukuran Udara untuk Hilangkan Trauma Warga Cilincing

Sudin LH Tetap Pasang Alat Pengukuran Udara untuk Hilangkan Trauma Warga Cilincing

Megapolitan
TPST Bantargebang Diprediksi Overload 2021, Bekasi Belum Tahu Rencana DKI

TPST Bantargebang Diprediksi Overload 2021, Bekasi Belum Tahu Rencana DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X