PKS Harap Cawagub DKI Dipilih dari 3 Kandidat "Fit and Proper Test"

Kompas.com - 14/02/2019, 21:49 WIB
(kiri ke kanan) Tiga kandidat wakil gubernur DKI Jakarta, Agung Yulianto, Ahmad Syaikhu, dan Abdurrahman Suhaimi di sela uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) yang digelar di Hotel Aston, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (27/1/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARI(kiri ke kanan) Tiga kandidat wakil gubernur DKI Jakarta, Agung Yulianto, Ahmad Syaikhu, dan Abdurrahman Suhaimi di sela uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) yang digelar di Hotel Aston, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (27/1/2019).

JAKARTA,  KOMPAS.com - DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta berharap, dua nama calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta dipilih dari tiga kandidat yang telah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).

Tiga kandidat yang dimaksud yakni kader PKS Abdurrahman Suhaimi, Agung Yulianto, dan Ahmad Syaikhu.

Hasil penilaian dan rekomendasi tim panelis fit and proper test harus dipertimbangkan, mengingat tim panelis adalah orang-orang yang kompeten.

"PKS dan juga tentunya Gerindra harus menerima dari nama-nama yang ada tersebut," ujar Ketua Bidang Humas DPW PKS DKI Jakarta Zakaria Maulana Alif saat dihubungi, Kamis (14/2/2019).

Baca juga: Gerindra Sebut 2 Cawagub DKI yang Diumumkan PKS Bisa Berubah

Zakaria menyampaikan, penentuan dua nama cawagub dari tiga kandidat yang sudah mengikuti fit and proper test akan mempercepat proses pemilihan wagub pengganti Sandiaga Uno. 

"Agar semua proses yang sudah dilalui dapat berakhir secepatnya dengan baik dan dapat segera membantu kerja-kerja Gubernur DKI ke depan," kata Zakaria.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik sebelumnya mengatakan, dua nama cawagub DKI Jakarta yang telah diumumkan PKS masih bisa berubah.

Baca juga: [POPULER MEGAPOLITAN] Gerindra vs PKS soal 2 Nama Cawagub DKI I Tamu dan Pengantin Terperosok ke Sungai I LRT Jakarta Beroperasi 25 Februari

Dua nama itu yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Taufik menyampaikan, dari tiga nama kandidat yang mengikuti fit and proper test, ada yang direkomendasikan menjadi cawagub, ada yang dipertimbangkan, dan ada yang tidak direkomendasikan.

Gerindra dan PKS akan membahas hasil fit and proper test yang dilakukan tim panelis pada Sabtu (16/2/2019).

Baca juga: Tim Fit and Proper Test Sebut 2 Cawagub DKI Miliki Kelemahan

Taufik belum bisa memastikan pertemuan itu akan langsung menghasilkan dua nama cawagub DKI pengganti Sandiaga Uno.

"Tergantung nanti hasilnya apa. Kalau sepakat (dua nama cawagub), ayo. Kalau enggak sepakat, misalnya cuma satu (nama) sepakatnya, ya nyari satu lagi. Bisa kayak begitu kan," ucap Taufik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tes Covid-19 di Cikarang, Warga Jakarta Dinyatakan Terpapar Omicron Usai Pulang dari Luar Negeri

Tes Covid-19 di Cikarang, Warga Jakarta Dinyatakan Terpapar Omicron Usai Pulang dari Luar Negeri

Megapolitan
Buruh Kembali Padati Area Patung Kuda, Tuntut Kenaikan Upah Minimum

Buruh Kembali Padati Area Patung Kuda, Tuntut Kenaikan Upah Minimum

Megapolitan
Pengendara Motor Tergelincir di Cengkareng, Kakinya Terlindas Crane

Pengendara Motor Tergelincir di Cengkareng, Kakinya Terlindas Crane

Megapolitan
UNJ Mintai Keterangan Dosen yang Diduga Lecehkan Mahasiswinya dengan Kirim Pesan Menggoda

UNJ Mintai Keterangan Dosen yang Diduga Lecehkan Mahasiswinya dengan Kirim Pesan Menggoda

Megapolitan
Situasi Terkini Demo Buruh di Jakarta, Massa Aksi Ricuh dan Memaksa Masuk Gedung MK

Situasi Terkini Demo Buruh di Jakarta, Massa Aksi Ricuh dan Memaksa Masuk Gedung MK

Megapolitan
Ngotot Sidang Digelar Offline, Kuasa Hukum Sebut Munarman Tak Bisa Melihat Jelas jika lewat Layar

Ngotot Sidang Digelar Offline, Kuasa Hukum Sebut Munarman Tak Bisa Melihat Jelas jika lewat Layar

Megapolitan
Polisi: Pembalap Liar Intimidasi dan Pukul Brigadir Irawan di Pondok Indah Pakai Pistol Korek

Polisi: Pembalap Liar Intimidasi dan Pukul Brigadir Irawan di Pondok Indah Pakai Pistol Korek

Megapolitan
Jalan Medan Merdeka Selatan Arah Gambir Jadi Tempat Parkir Kendaraan Massa Buruh

Jalan Medan Merdeka Selatan Arah Gambir Jadi Tempat Parkir Kendaraan Massa Buruh

Megapolitan
Peneliti ITB Sebut Sebagian Wilayah Jakarta Lebih Rendah dari Permukaan Laut: “Tertolong Tanggul”

Peneliti ITB Sebut Sebagian Wilayah Jakarta Lebih Rendah dari Permukaan Laut: “Tertolong Tanggul”

Megapolitan
Polda Metro Jaya: 6 Tersangka Pengeroyok Polisi di Pondok Indah Satu Geng yang Kerap Balap Liar

Polda Metro Jaya: 6 Tersangka Pengeroyok Polisi di Pondok Indah Satu Geng yang Kerap Balap Liar

Megapolitan
Demo di Sekitar Monas Mulai Ricuh, Buruh Tarik Kawat Berduri, Polisi Beri Peringatan

Demo di Sekitar Monas Mulai Ricuh, Buruh Tarik Kawat Berduri, Polisi Beri Peringatan

Megapolitan
5 Orang Tewas dalam Kebakaran di Tambora, Warga: Udah Gedor Gerbang, Teriak, biar Bangun...

5 Orang Tewas dalam Kebakaran di Tambora, Warga: Udah Gedor Gerbang, Teriak, biar Bangun...

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tetapkan 6 Pelaku Balap Liar Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan Polisi di Pondok Indah

Polda Metro Jaya Tetapkan 6 Pelaku Balap Liar Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan Polisi di Pondok Indah

Megapolitan
Terobos Penutup Jalan Medan Merdeka Barat, Massa Buruh Berupaya Dekati Gedung MK

Terobos Penutup Jalan Medan Merdeka Barat, Massa Buruh Berupaya Dekati Gedung MK

Megapolitan
Seorang Dosen UNJ Diduga Lakukan Pelecehan Seksual ke Mahasiswinya dengan Kirim Pesan Menggoda

Seorang Dosen UNJ Diduga Lakukan Pelecehan Seksual ke Mahasiswinya dengan Kirim Pesan Menggoda

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.