Kompas.com - 27/03/2019, 12:03 WIB
Pekerja menyelesaikan perakitan kotak suara karton, di gudang logistik KPU Kota Bekasi, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/2/2019). Komisioner bidang logistik KPU Kota Bekasi menyatakan kesiapan logistik kotak suara Pemilu 2019 yang telah diterima sebanyak 32.500 kotak suara, dan sementara masih kekurangan 1.100 kotak suara. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/foc. Risky AndriantoPekerja menyelesaikan perakitan kotak suara karton, di gudang logistik KPU Kota Bekasi, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/2/2019). Komisioner bidang logistik KPU Kota Bekasi menyatakan kesiapan logistik kotak suara Pemilu 2019 yang telah diterima sebanyak 32.500 kotak suara, dan sementara masih kekurangan 1.100 kotak suara. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Achmad Yani menemukan adanya kotak surat suara untuk Pemilu 2019 yang dimakan rayap. Ia menemukan hal itu ketika menginspeksi Kantor Kecamatan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (26/3/2019) kemarin.

“Kotak-kotak ini kan disimpan dengan rapi oleh pihak kecamatan namun ternyata ada hama rayap. Kotaknya kan dari kardus jadi mudah sekali dirusak oleh rayap," kata Yani.

Atas temuan itu, Achmad Yani meminta KPUD DKI Jakarta segera menanganinya secara serius. Ia berpendapat, jika kotak surat suara yang rusak tidak segera diganti, hal itu bisa mengganggu pemilu.

Baca juga: Menurut Wapres Kalla, Kotak Suara Tak Perlu Disimpan di Koramil

"Kami harapkan agar KPUD DKI dapat bertindak dengan cepat dalam menyelesaikan masalah kotak suara yang rusak tersebut karena ini berpotensi mengganggu pelaksanaan pemilu,” ujar dia.

Achmad Yani juga mengimbau semua pihak, baik KPU pusat maupun provinsi, serta aparatur pemerintahan di tingkat daerah di DKI Jakarta agar memeriksa kembali semua perlengkapan pemilu sehingga hal serupa tidak terjadi di tempat lain.

“Ini pencegahan jangan sampai berakibat tertundanya pelaksanaa pemilu karena perlengkapannya rusak,” kata dia.

Baca juga: Kotak Suara Pemilu Diangkut Pakai Mobil Sampah di Makassar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI Ungkap Penyebab Krisis Air Bersih di Jakarta Utara

Wagub DKI Ungkap Penyebab Krisis Air Bersih di Jakarta Utara

Megapolitan
Stiker Belum Lunasi Pajak Ditempel di Bioskop XXI, Manajemen: Kewajiban Pengelola Gedung

Stiker Belum Lunasi Pajak Ditempel di Bioskop XXI, Manajemen: Kewajiban Pengelola Gedung

Megapolitan
Apindo Gugat Anies ke PTUN Terkait Kenaikan UMP, Wagub DKI: Kami Hormati

Apindo Gugat Anies ke PTUN Terkait Kenaikan UMP, Wagub DKI: Kami Hormati

Megapolitan
Tak Hanya Apindo, Anies Juga Digugat 2 Perusahaan terkait UMP DKI

Tak Hanya Apindo, Anies Juga Digugat 2 Perusahaan terkait UMP DKI

Megapolitan
Anies Undang Nidji ke JIS, PSI Tawarkan Tanda Tangan Giring sebagai Pendiri Band Itu

Anies Undang Nidji ke JIS, PSI Tawarkan Tanda Tangan Giring sebagai Pendiri Band Itu

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat di Depok, Ini Langkah Antisipasi dari Pemkot

Kasus Covid-19 Meningkat di Depok, Ini Langkah Antisipasi dari Pemkot

Megapolitan
Munarman: Saya dan 25 Orang Lebih Kehilangan Mata Pencaharian karena Saya Masuk Penjara!

Munarman: Saya dan 25 Orang Lebih Kehilangan Mata Pencaharian karena Saya Masuk Penjara!

Megapolitan
Cara Mengurus Akta Kelahiran untuk Domisili Jakarta

Cara Mengurus Akta Kelahiran untuk Domisili Jakarta

Megapolitan
Pelaku yang Bacok Rentenir hingga Tewas Disebut Baru Pindah dan Jarang Bersosialisasi

Pelaku yang Bacok Rentenir hingga Tewas Disebut Baru Pindah dan Jarang Bersosialisasi

Megapolitan
Seorang Pria Diduga Dibacok di Larangan Tangerang, Polisi Selidiki

Seorang Pria Diduga Dibacok di Larangan Tangerang, Polisi Selidiki

Megapolitan
Warga Johar Baru Kecewa, Punya Kupon tapi Tak Bisa Beli Minyak Goreng Murah di Operasi Pasar

Warga Johar Baru Kecewa, Punya Kupon tapi Tak Bisa Beli Minyak Goreng Murah di Operasi Pasar

Megapolitan
Epidemiolog Sarankan PTM 100 Persen di Kota Tangerang Ditunda demi Keselamatan Masyarakat

Epidemiolog Sarankan PTM 100 Persen di Kota Tangerang Ditunda demi Keselamatan Masyarakat

Megapolitan
Kasus Covid-19 Ditemukan di 16 Sekolah, Wagub: DKI Masih Penuhi Syarat Gelar PTM

Kasus Covid-19 Ditemukan di 16 Sekolah, Wagub: DKI Masih Penuhi Syarat Gelar PTM

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Program Anies Cuma Bagus di Kata-kata

Ketua DPRD DKI: Program Anies Cuma Bagus di Kata-kata

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta: Sampai Hari ini Belum Ada Kasus Omicron di Sekolah

Wagub DKI Jakarta: Sampai Hari ini Belum Ada Kasus Omicron di Sekolah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.