Kata Said Iqbal, Prabowo Siap Bertemu Kapolri jika Penganiayaan Ratna Tak Ditanggapi Polisi

Kompas.com - 09/04/2019, 11:01 WIB
Said Iqbal menjadi saksi dalam sidang Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019) KOMPAS.COM/PAVEL TANUJAYASaid Iqbal menjadi saksi dalam sidang Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto sempat memberikan pesan kepada Ratna Sarumpaet yang mengaku jadi korban penganiayaan. Pernyataan Prabowo itu disampaikan kepada Ratna di Lapang Polo, Bogor (2/10/2018).

Hal itu disampaikan saksi Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal saat bersaksi dalam sidang kasus hoaks Ratna di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019).

"Pak Prabowo mengatakan satu, sebaiknya lapor polisi dan laporakan visum. Dan kedua, tidak boleh ada kekerasan dalam demokrasi. Demokrasi harus sama dan adil. Kalau memang ada kekhawatiran laporan tidak ada tanggapan dari polisi, Pak Prabowo bersedia bertemu dengan Kapolri," ujar Sqid.

Baca juga: Said Iqbal: Kami adalah Korban Kebohongan Ratna Sarumpaet



Hakim pun kembali bertanya apa reaksi Ratna setelah diberikan pesan tersebut oleh Prabowo.

"Saya melihat Kak Ratna hanya banyak diam," terangnya.

Dalam pertemuan itu turut hadir Fadli Zon, Amien Rais, Said Iqbal, dan Nanik S Deyang. Ratna meminta Said Iqbal untuk diadakan pertemuan tersebut dengan maksud menceritakan kronologi penganiayaan kepada Prabowo.

Sebelumnya, Koordinator Jaksa Penuntut Umum, Daru Tri Sardono mengatakan ada tiga saksi lain yang dihadirkan selain Said Iqbal. Tiga saksi tersebut adalah Ruben, Chairulah dan Harjono.

Baca juga: Fakta Terbaru Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet, Ada Demo Tak Berizin di Polda Metro

Ruben merupakan saksi yang sempat disebut dalam persidangan sebelumnya lantaran pernah datang kerumah Ratna pasca pengakuan Ratna telah berbohong soal penganiayaan.

Sedangkan Chairulah dan Harjono merupakan dua pendemo. Perlu diketahui sempat terjadi dua aksi masa yang berlangsung di Polda Metro Jaya dan Bandung. Aksi masa itu bertujuan menuntut pihak kepolisian untuk menangkap pelaku penganiayaan Ratna.

Dia menjelaskan jika kehadiran saksi guna menjelaskan duduk perkara kasus penyebaran berita bohong yang menjerat Ratna, bukan melebar kepada kasus lain.

"Ya tentu berkaitan dengan yang jelas berkaitan dengan unsur dari dakwaan. Kan semua bisa berkembang di persidangan," lanjutnya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mini Bus Menyerempet Truk di Kemayoran, Satu Orang Tewas

Mini Bus Menyerempet Truk di Kemayoran, Satu Orang Tewas

Megapolitan
Suara Letusan Terdengar 5 Kali Usai Laga Persija Vs PSIS di Bekasi

Suara Letusan Terdengar 5 Kali Usai Laga Persija Vs PSIS di Bekasi

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Gelar Lenong Betawi Secara Rutin di Balai Kota

Pemprov DKI Akan Gelar Lenong Betawi Secara Rutin di Balai Kota

Megapolitan
3 Rumah Sakit Tangani Korban Kecelakaan Maut Tol Jagorawi

3 Rumah Sakit Tangani Korban Kecelakaan Maut Tol Jagorawi

Megapolitan
Anies: Masyarakat Betawi di Luar Harus Jadi Tamu Memesona...

Anies: Masyarakat Betawi di Luar Harus Jadi Tamu Memesona...

Megapolitan
Pengamat: Jalan Berbayar Lebih Efektif Kurangi Macet Ketimbang Ganjil Genap

Pengamat: Jalan Berbayar Lebih Efektif Kurangi Macet Ketimbang Ganjil Genap

Megapolitan
Kata Pengamat soal 'Keanehan' Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

Kata Pengamat soal "Keanehan" Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

Megapolitan
Terpapar Asap Karhutla, Kondisi Udara di Palembang Masuk ke Level Berbahaya

Terpapar Asap Karhutla, Kondisi Udara di Palembang Masuk ke Level Berbahaya

Megapolitan
Rumah Tinggal Terbakar akibat Regulator Tabung Gas Bocor

Rumah Tinggal Terbakar akibat Regulator Tabung Gas Bocor

Megapolitan
Ban Pecah Diduga Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Jagorawi

Ban Pecah Diduga Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Jagorawi

Megapolitan
Anies Perintahkan Wali Kota Jaktim Perbaiki Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

Anies Perintahkan Wali Kota Jaktim Perbaiki Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

Megapolitan
Pengendara Keluhkan Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

Pengendara Keluhkan Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

Megapolitan
Pakai Masker, Warga Bentangkan Spanduk 'Riau Dibakar Bukan Terbakar' di CFD

Pakai Masker, Warga Bentangkan Spanduk "Riau Dibakar Bukan Terbakar" di CFD

Megapolitan
Bunga Langka Rafflesia Patma Koleksi Kebun Raya Bogor Kembali Mekar

Bunga Langka Rafflesia Patma Koleksi Kebun Raya Bogor Kembali Mekar

Megapolitan
DKI Siapkan Jalur Sepeda, Anies Targetkan Rampung Akhir 2019

DKI Siapkan Jalur Sepeda, Anies Targetkan Rampung Akhir 2019

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X