Hari Kedua Minggu Tenang, Sejumlah APK Masih Terpasang di Jakarta Barat

Kompas.com - 15/04/2019, 10:49 WIB
Sejumlah alat peraga kampanye (APK) masih terpasang di Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (15/4/2019).KOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARI Sejumlah alat peraga kampanye (APK) masih terpasang di Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (15/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Senin (15/4/2019) ini atau hari kedua minggu tenang Pemilihan Umum 2019, sejumlah alat peraga kampanye (APK) masih terpasang di Jalan Haji Kelik, Kelapa Dua, Jakarta Barat.

Di sepanjang jalan tersebut masih banyak terlihat APK berupa stiker, dan spanduk ukuran kecil hingga sedang dari calon legislatif (caleg) dari berbagai partai politik.

Di perempatan Jalan Haji Kelik dengan Jalan Kelapa Dua Raya terpampang tiga buah baliho yang berdiri menggunakan rangkaian bambu serta beberapa spanduk ukuran besar.

Sejumlah bendera partai juga terlihat di pertigaan Jalan Raya Kelapa Dua menuju Jalan Panjang Arteri Kelapa Dua Raya.

Baca juga: Peserta Pemilu Bisa Ambil Alat Peraga Kampanye yang Ditertibkan Satpol PP

Hari (55) seorang warga yang tinggal di sekitar perempatan tersebut mengatakan, belum ada petugas dari KPU, Bawaslu, Satpol PP hingga pihak partai politik yang mencabut APK di sekitar lokasi itu.

"Kalau tempat-tempat lain kan habis debat pada cabutin semua, di sini belum," kata Hari di depan kediamannya Senin.

Seorang warga lain bernama Budi (30) mengatakan, tak jauh dari tempat tinggalnya di Jalan Panjang Arteri Kelapa Fua Raya petugas memang sempat mencabut ratusan APK yang terpasang.

"Kalau di jalan arteri banyak tuh (dicabut) kemarin dari ujung ke ujung, tapi gak ada yang lewat sini (petugas) sih," ujarnya.

Masa tenang kampanye Pemilu 2019 sudah berlangsung sejak Minggu kemarin pukul 00.00 WIB hingga hari pencoblosan pada Rabu mendatang.

Baca juga: Satpol PP DKI Sebut Warga Bisa Turunkan APK yang Masih Terpasang

Bawaslu mengatakan, pihaknya akan melakukan pembersihan APK terhitung sejak hari pertama minggu tenang.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X