Ridho Rhoma Minta Penahanannya Ditunda

Kompas.com - 15/04/2019, 14:41 WIB
Ridho Rhoma didampingi kedua orangtuanya, Rhoma Irama dan Marwah Ali, ketika keluar dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (25/1/2018).KOMPAS.com/IRA GITA Ridho Rhoma didampingi kedua orangtuanya, Rhoma Irama dan Marwah Ali, ketika keluar dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (25/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa Hukum Ridho Rhoma, Achmad Cholidin, melayangkan surat penundaan penahanan kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Barat pada Senin (15/4/2019).

Surat tersebut dilayangkan lantaran pihaknya belum menerima petikan ataupun salinan putusan Kasasi dari Mahkamah Agung yang memvonis Ridho dengan hukuman satu tahun enam bulan penjara.

"Sampai saat ini, tadi pagi kami menghubungi Mas Ridho kami belum menerima petikan yang dikirimi Pengadilan Negeri Jakarta Barat melalui Pengadilan Negeri Depok sampai tadi pagi kami belum menerima petikan, terlebih lagi salinan putusan kami belum menerima," kata Achmad kepada wartawan pada Senin (15/4/2019).

Baca juga: Senin Depan, Ridho Rhoma Dieksekusi ke Penjara Terkait Kasus Narkoba


Ia mengatakan, satu-satunya surat yang diterima Ridho ialah surat undangan eksekusi yang dilayangkan oleh Kejari Jakarta Barat untuk mengeksekusi kliennya itu.

Achmad juga menyampaikan, pihaknya baru mengetahui putusan MA yang memvonis Ridho untuk menjalani masa tahanan selama 1,5 tahun tersebut berdasarkan pemberitaan dari media.

Kemudian, ia meminta salinan putusan tersebut ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Maka dari itu, melalui kuasa hukumnya, Ridho kemudian melayangkan surat penundaan penahanan kepada Kejaksaan sampai mereka menerima salinan putusan.

Menurut Achmad, langkah ini sesuai Pasal 270 KUHAP yang menyebutkan bahwa "Pelaksanaan putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dilakukan oleh Jaksa, yang untuk itu Panitera mengirimkan salinan suratputusan kepadanya."

Kendati demikian, Achmad menyebut Ridho sudah siap untuk menjalani putusan MA tersebut.

"Jadi Ridho sampai saat ini tinggal menerima salinan putusan, insya Allah Ridho bersedia untuk melaksanakan putusan tersebut," ucap dia.

Baca juga: Rhoma Irama: Ridho Belum Bisa Penuhi Panggilan untuk Dieksekusi

Lebih lanjut Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Wuriadhi mengatakan, ia sudah menerima petikan putusan MA dari dua pekan lalu.

Pihak kejaksaan kemudian menindaklanjutinya dengan melayangkan surat panggilan ke Ridho yang jatuh pada hari ini.

"Saya hargai mereka (kuasa hukum) hadir hari ini, karena berdasar pada KUHAP 270, harus ada salinan putusan, maka kemarin hari Jumat sudah kita layangkan surat ke Pengadilan Negeri untuk meminta surat salinan putusan," kata dia.

Atas dasar tersebut, pihak kejaksaan akan menjadwalkan ulang pemanggilan dari Ridho setelah pihak kejaksaan maupun kuasa hukum menerima salinan putusan tersebut.

Sebelumnya, Mahkamah Agung mengabulkan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas kasus penyalahgunaan narkoba.

Putusan itu memperberat hukuman Ridho di Pengadilan Negeri Jakarta Barat dari 10 bulan rehabilitasi menjadi 1,5 tahun penjara.

Ridho Rhoma sudah menjalani masa hukuman 10 bulan rehabilitasi tersebut di RSKO Cibubur, Jakarta Timur.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Di Balik Keputusan Pemprov DKI Pakai Lidah Mertua sebagai Solusi Polusi

Di Balik Keputusan Pemprov DKI Pakai Lidah Mertua sebagai Solusi Polusi

Megapolitan
Ingin Pakai Baju Bagus, SPG Ini Nekat Curi Pakaian Bermerek dengan Harga Jutaan

Ingin Pakai Baju Bagus, SPG Ini Nekat Curi Pakaian Bermerek dengan Harga Jutaan

Megapolitan
BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

Megapolitan
Polda Metro Jaya Minta Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Kivlan

Polda Metro Jaya Minta Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Kivlan

Megapolitan
Kisah Hidup Kopral di Balik Aksi Silatnya yang Jenaka di Perlintasan Rel Proyek Bekasi...

Kisah Hidup Kopral di Balik Aksi Silatnya yang Jenaka di Perlintasan Rel Proyek Bekasi...

Megapolitan
Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Megapolitan
DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

Megapolitan
Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Megapolitan
Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Megapolitan
Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Megapolitan
Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Megapolitan
Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Megapolitan
Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Megapolitan
DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

Megapolitan
Close Ads X