Pemprov DKI Akan Bangun Sentra Garam di Pulau Sabira

Kompas.com - 18/04/2019, 17:47 WIB
Pulau Sebira dengan pemandangan khas Mercusuar Noordwachter peninggalan zaman Belanda di Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (9/9/2015). Sebagian besar penduduk pulau ini bekerja sebagai nelayan. KOMPAS/LASTI KURNIA Pulau Sebira dengan pemandangan khas Mercusuar Noordwachter peninggalan zaman Belanda di Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (9/9/2015). Sebagian besar penduduk pulau ini bekerja sebagai nelayan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun sentra pengrajin garam di Pulau Sabira yang merulakan pulau terluar di Kepulauan Seribu.

Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi Kabupaten Kepulauan Seribu Melinda Sagala mengatakan, sentra garam ditujukan membantu para produsen ikan asin di sana.

"Kalau enggak ada aktivitas, ngapain, enggak ada gunanya. Nanti garam tersebut akan digunakan masyarakat untuk ikan, harapannya enggak beli dari darat," kata Melinda kepada wartawan, Kamis (18/4/2019).

Baca juga: Anies Ungkap Kemajuan di Pulau Sebira yang Menggembirakan


Melinda menyampaikan, selama ini penghasil ikan asin mesti membeli garam dari daratan Jakarta untuk mengasinkan ikan yang didapat dari nelayan.

Menurut Melinda, hingga kini belum ada sentra pengrajin garam di Pulau Sabira. Padahal, ia menilai Pulau Sabira merupakan lokasi yang potensial untuk sentra garam.

"Belum ada sama sekali, padahal potensinya bagus kan? Bahan baku air garam yang enggak habis-habisnya," ujar Melinda.

Menurut rencana, sentra garam tersebut dibangun mulai tahun depan. Saat ini, Pemprov DKI masih mengkaji wacana pendirian sentra garam di Pulau Sabira.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Saksi Kasus 22 Mei: Setelah Nyanyian 'Polisi Jangan Ikut Kompetisi', Masa Mulai Rusuh

Saksi Kasus 22 Mei: Setelah Nyanyian "Polisi Jangan Ikut Kompetisi", Masa Mulai Rusuh

Megapolitan
Yakin Formula E Untungkan Pengusaha, Ketua DPRD DKI Nilai Pemprov Pasti Ikut Kecipratan

Yakin Formula E Untungkan Pengusaha, Ketua DPRD DKI Nilai Pemprov Pasti Ikut Kecipratan

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Kebijakan Pembatasan Usia Kendaraan Itu Diskriminasi

Ketua DPRD DKI: Kebijakan Pembatasan Usia Kendaraan Itu Diskriminasi

Megapolitan
Parkir Liar di Kawasan Setiabudi, Puluhan Motor Digembosi Dishub

Parkir Liar di Kawasan Setiabudi, Puluhan Motor Digembosi Dishub

Megapolitan
Tiga Perusahaan BUMN Menangkan Lelang Jakarta International Stadium

Tiga Perusahaan BUMN Menangkan Lelang Jakarta International Stadium

Megapolitan
Pengeroyokan Siswi di Bekasi oleh Alumnus, Dituduh Merusak Rumah Tangga dan Terus Diteror

Pengeroyokan Siswi di Bekasi oleh Alumnus, Dituduh Merusak Rumah Tangga dan Terus Diteror

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Hari Ini, Siap-siap Hujan Lokal di Jaksel dan Tangerang

Prakiraan Cuaca Hari Ini, Siap-siap Hujan Lokal di Jaksel dan Tangerang

Megapolitan
Pemerkosa Rayu Korban dengan Miras yang Disebut Penambah Nafsu Makan

Pemerkosa Rayu Korban dengan Miras yang Disebut Penambah Nafsu Makan

Megapolitan
Terdakwa Kerusuhan 21-22 Mei Mengaku Disiksa Polisi Saat Penangkapan

Terdakwa Kerusuhan 21-22 Mei Mengaku Disiksa Polisi Saat Penangkapan

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Boleh Memakai Pin Replika atau Buatan Sendiri

Anggota DPRD DKI Boleh Memakai Pin Replika atau Buatan Sendiri

Megapolitan
Jakarta International Literary Festival 2019 Bertujuan Perkenalkan Penulis Luar

Jakarta International Literary Festival 2019 Bertujuan Perkenalkan Penulis Luar

Megapolitan
Bacaan Liar Warnai Jakarta International Literary Festival (JILF) 2019

Bacaan Liar Warnai Jakarta International Literary Festival (JILF) 2019

Megapolitan
Polisi Imbau Korban Lain yang Terima Obat Kedaluwarsa agar Melapor

Polisi Imbau Korban Lain yang Terima Obat Kedaluwarsa agar Melapor

Megapolitan
Diselidiki Unsur Kesengajaan pada Kasus Ibu Hamil Diberi Obat Kedaluwarsa

Diselidiki Unsur Kesengajaan pada Kasus Ibu Hamil Diberi Obat Kedaluwarsa

Megapolitan
Planetarium Baru Akan Direnovasi pada Tahap 2 Revitalisasi TIM

Planetarium Baru Akan Direnovasi pada Tahap 2 Revitalisasi TIM

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X