Taufik Nilai Razia Kendaraan yang Temukan Ribuan C1 Janggal

Kompas.com - 09/05/2019, 12:15 WIB
Caleg DPRD DKI Jakarta M. Taufik di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019) KOMPAS.com/Ryana AryaditaCaleg DPRD DKI Jakarta M. Taufik di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO Seknas Prabowo-Sandiaga, Mohamad Taufik, mempertanyakan temuan ribuan formulir C1 asal Jawa Tengah dalam kardus yang ditemukan polisi saat razia kendaraan di Menteng, Jakarta Pusat.

Ia menilai razia di kawasan Menteng itu janggal.

"Saya sih jadi enggak ngerti gitu loh mana ada di Jalan Besuki (Menteng) jadi ada razia," ujar dia di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019).

Baca juga: Taufik Siap Diperiksa soal Temuan Ribuan C1 Boyolali di Menteng

Menurut Taufik, Jalan Besuki adalah jalan perkampungan atau permukiman yang biasanya tak pernah ada razia kendaraan.

"Enggak ada (razia), Jalan Besuki tuh jalan kecil, enggak pernah ada razia," katanya. 

Taufik meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta tak hanya menggali keterangan dari dirinya.

Baca juga: Sopir Pengangkut Kardus C1 di Menteng Langgar Lalu Lintas dan Tak Tahu Alamat Tujuan

Ia meminta Bawaslu juga menggali asal-usul ribuan C1 tersebut.

"Kan sederhana loh sebenrnya kalau menelusurinya. Cari yang pesan taksi online siapa," ujar Taufik.

Kardus berisi ribuan formulit C1 asal Boyolali, Jawa Tengah yang ditemukan polisi di Jakarta Pusat, Senin (6/5/2019).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Kardus berisi ribuan formulit C1 asal Boyolali, Jawa Tengah yang ditemukan polisi di Jakarta Pusat, Senin (6/5/2019).
Sebelumnya, temuan C1 ini bermula dari razia yang digelar polisi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (4/5/2019).

Baca juga: PDI-P: Pembuat C1 Palsu Akan Berhadapan dengan Hukum dan Rakyat

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan razia itu awalnya digelar untuk terduga teroris yang kabur di Bekasi pada hari itu.

Satu unit mobil Daihatsu Sigra berplat A yang melintas diberhentikan karena melanggar lalu lintas.

Ketika diperiksa, mobil itu mengangkut dua kardus berisi ribuan formulir C1 asal berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Baca juga: Bawaslu Boyolali Sandingkan Data dengan Temuan C1 di Menteng, Ini Hasilnya

Kardus itu bertuliskan "Kepada Yth Bapak Toto Utomo Budi Santoso Direktur Satgas BPN PS Jl Kertanegara No 36 Jakarta Selatan" dan "Dari Moh Taufik Seknas Prabowo-Sandi Jl HOS Cokro Aminoto no 93 Menteng Jakarta Pusat".

Taufik membantah memiliki maupun mengirim kardus tersebut.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selasa Siang, Kualitas Udara Jakarta dan Bekasi Tidak Sehat

Selasa Siang, Kualitas Udara Jakarta dan Bekasi Tidak Sehat

Megapolitan
Dua Muridnya Disiram Air Keras, Kepsek SMPN 229 Jakbar Beri Imbauan

Dua Muridnya Disiram Air Keras, Kepsek SMPN 229 Jakbar Beri Imbauan

Megapolitan
Kota Tangerang Buka 355 Formasi CPNS, Tersedia 6 untuk Disabilitas

Kota Tangerang Buka 355 Formasi CPNS, Tersedia 6 untuk Disabilitas

Megapolitan
Polisi yang Diamuk Massa di Tanjung Barat Dirawat di RSUD Pasar Minggu

Polisi yang Diamuk Massa di Tanjung Barat Dirawat di RSUD Pasar Minggu

Megapolitan
Palsukan Buku KIR, Ayah dan Anak Ini Rugikan Negara Rp 10 Miliar

Palsukan Buku KIR, Ayah dan Anak Ini Rugikan Negara Rp 10 Miliar

Megapolitan
[BERITA FOTO] Kondisi Kantor Penyelenggara Pernikahan di Pulogadung yang Terbakar dan Tewaskan Seorang Pegawai

[BERITA FOTO] Kondisi Kantor Penyelenggara Pernikahan di Pulogadung yang Terbakar dan Tewaskan Seorang Pegawai

Megapolitan
Soal Ayah Perkosa Anak Tiri di Tangsel, Kak Seto Ingatkan Polisi Tak Tebang Pilih Kasus

Soal Ayah Perkosa Anak Tiri di Tangsel, Kak Seto Ingatkan Polisi Tak Tebang Pilih Kasus

Megapolitan
Pendaftaran CPNS 2019, Pemprov DKI Siapkan Formasi untuk Disabilitas dan Lulusan Terbaik

Pendaftaran CPNS 2019, Pemprov DKI Siapkan Formasi untuk Disabilitas dan Lulusan Terbaik

Megapolitan
Kabur Setelah Serempet Kendaraan dengan Mobil, Polisi Diamuk Massa di Tanjung Barat

Kabur Setelah Serempet Kendaraan dengan Mobil, Polisi Diamuk Massa di Tanjung Barat

Megapolitan
Pendaftaran CPNS, Antrean SKCK di Polres Jaksel Ramai sejak Loket Belum Dibuka

Pendaftaran CPNS, Antrean SKCK di Polres Jaksel Ramai sejak Loket Belum Dibuka

Megapolitan
Kabel Menjuntai ke Tanah, Jalan Tanah Abang Timur Ditutup Sementara

Kabel Menjuntai ke Tanah, Jalan Tanah Abang Timur Ditutup Sementara

Megapolitan
Pengamat: Anies Masuk Daftar Calon yang Berpotensi Maju Pilpres 2024

Pengamat: Anies Masuk Daftar Calon yang Berpotensi Maju Pilpres 2024

Megapolitan
Pohon Tumbang Terjang Sejumlah Wilayah di Kota Bogor

Pohon Tumbang Terjang Sejumlah Wilayah di Kota Bogor

Megapolitan
Pembangunan Trotoar Jakarta, Diprotes karena Telan Triliunan dan Alasan di Baliknya

Pembangunan Trotoar Jakarta, Diprotes karena Telan Triliunan dan Alasan di Baliknya

Megapolitan
Ancaman Ambil Ginjal Hantui Siswa SDN Bambu Apus 02, Korban Gemetaran

Ancaman Ambil Ginjal Hantui Siswa SDN Bambu Apus 02, Korban Gemetaran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X