Kebakaran di Kampung Bandan Ancol Lalap Ratusan Rumah

Kompas.com - 11/05/2019, 18:24 WIB
Kebakaran melalap sejumlah pemukiman warga di kawasan Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara Sabtu (11/5/2019) petang. KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANKebakaran melalap sejumlah pemukiman warga di kawasan Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara Sabtu (11/5/2019) petang.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran yang terjadi di kawasan Kampung Bandan pada Sabtu (11/5/2019) sore ini diperkirakan menghanguskan sekitar 220 rumah warga.

Camat Pademangan Mumu Mujtahid mengatakan, rumah tinggal yang terbakar umumnya berbentuk semi permanen.

"Sementara ada kira-kira 220 rumah yang terbakar. Sebagian besar rumah semi permanen di permukiman padat," kata Mumu kepada Kompas.com, Sabtu sore.

Baca juga: Kebakaran Lalap Permukiman di Belakang WTC Mangga Dua

Mumu menuturkan, kawasan yang terbakar merupakan wilayah RT 011, 012, dan 013 di RW 005, Kelurahan Ancol. Ia memperkirakan ada ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa itu.

"Kira-kira 3.000-an jiwa terdampak. Masih dalam pendataan," ujar Mumu.

Tempat pengungsian darurat sudah didirikan di lapangan dekat ruko tak jauh dari lokasi kebakaran.

Diberitakan sebelumnya, api melalap permukiman di Kampung Bandan sejak Sabtu siang sekitar pukul 14.30 WIB. Proses pemadaman masih terus berlangsung hingga Sabtu sore.

Baca juga: Polisi Belum Bisa Pastikan Ada Napi Rutan Siak yang Kabur Pasca-kebakaran

Kebakaran juga menyebabkan layanan Kereta Rel Listrik Commuter Line terganggu. Sebab, tidak ada kereta yang bisa melintas di Stasiun Kampung Bandan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Rumah Ambruk di Matraman, Warga Khawatir Ada Kejadian Serupa

2 Rumah Ambruk di Matraman, Warga Khawatir Ada Kejadian Serupa

Megapolitan
Rute LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama yang Berimpitan dengan MRT Diminta Dievaluasi

Rute LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama yang Berimpitan dengan MRT Diminta Dievaluasi

Megapolitan
Mobil Tabrak Pagar Gereja Immanuel di Gambir, Sopir Diduga Mengantuk

Mobil Tabrak Pagar Gereja Immanuel di Gambir, Sopir Diduga Mengantuk

Megapolitan
Pemilik Rumah yang Ambruk di Matraman Berharap Dijenguk Anies

Pemilik Rumah yang Ambruk di Matraman Berharap Dijenguk Anies

Megapolitan
Besok, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Dibuka, Tarif Masih Gratis

Besok, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Dibuka, Tarif Masih Gratis

Megapolitan
Rumah Ambruk karena Galian Saluran, Pemilik Berharap Pemkot Bertanggung Jawab

Rumah Ambruk karena Galian Saluran, Pemilik Berharap Pemkot Bertanggung Jawab

Megapolitan
Polisi Serahkan Secara Simbolis Jenazah Warga Pakistan Tersangka Kasus Narkoba

Polisi Serahkan Secara Simbolis Jenazah Warga Pakistan Tersangka Kasus Narkoba

Megapolitan
2 Rumah di Matraman Ambruk, Diduga karena Pengerjaan Saluran Air

2 Rumah di Matraman Ambruk, Diduga karena Pengerjaan Saluran Air

Megapolitan
Cerita Bowo Dirikan Bilik Pintar buat Anak-anak Pemulung di Menteng Atas

Cerita Bowo Dirikan Bilik Pintar buat Anak-anak Pemulung di Menteng Atas

Megapolitan
Kota Bogor Rentan Bencana Tanah Longsor Saat Musim Hujan

Kota Bogor Rentan Bencana Tanah Longsor Saat Musim Hujan

Megapolitan
Bangun Bilik Pintar untuk Anak-anak Pemulung, Ini Alasan Bowo

Bangun Bilik Pintar untuk Anak-anak Pemulung, Ini Alasan Bowo

Megapolitan
Alasan Pembeli Sepatu Compass Rela Antre Semalaman: Kayaknya Gaul Gitu...

Alasan Pembeli Sepatu Compass Rela Antre Semalaman: Kayaknya Gaul Gitu...

Megapolitan
7 Fakta Kelihaian Azura Luna, Mengaku Sosialita Indonesia dan Menipu di Hong Kong

7 Fakta Kelihaian Azura Luna, Mengaku Sosialita Indonesia dan Menipu di Hong Kong

Megapolitan
Mengenal Bilik Pintar, Tempat Belajar di Antara Gunungan Sampah

Mengenal Bilik Pintar, Tempat Belajar di Antara Gunungan Sampah

Megapolitan
Penjualan Sepatu Compass di Grand Indonesia Dibatalkan, Pembeli Kecewa

Penjualan Sepatu Compass di Grand Indonesia Dibatalkan, Pembeli Kecewa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X