Jimly Asshidiqie: Biar Massa Berdemo, yang Menang Jangan "Ngasorake"

Kompas.com - 20/05/2019, 18:38 WIB
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshddiqiedi kantor ICMI, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019). KOMPAS.com/ CHRISTOFORUS RISTIANTO Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshddiqiedi kantor ICMI, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshidiqie menyampaikan, rencana unjuk rasa menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei tak perlu digembar-gemborkan. 

Ia pun meminta agar pendukung petahana tak berlebihan dalam menyikapi rencana unjuk rasa saat pengumuman hasil Pemilu 2019 itu.

"Saya melihat, massa sudah kadung digerakkan dan tidak mungkin lagi direm, tetapi, kita bisa berusaha supaya ini tidak terlalu ramai. Biarlah yang mengekspresikan kekecewaan berdemo, enggak usah dilarang, enggak usah ditangkap, tetapi dibimbing supaya lebih tenang," ucap Jimly ketika dihubungi Kompas.com, Senin (20/5/2019).

Baca juga: Menristekdikti: Kampus Tidak Harus Datang Ke Jakarta 22 Mei


Menurut dia, ada tren kenaikan massa yang berharap presiden diganti melalui Pemilu 2019. Kondisi ini, menurut Jimly, tak bisa dikesampingkan.

"Ada juga tingkat kenaikan dislikability, seperti di Sumatera Barat, perolehan suara Pak Jokowi turun dari 2014, begitu pun di Aceh. Artinya, sisi ketidaksukaan ini selain meluas juga meningkat. Jadi, meskipun menang, harus menghadapi kenyataan perluasan dan penambahan jumlah ketidaksukaan itu," ucap dia.

Eks Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) itu pun mengingatkan agar pihak yang merasa unggul, dalam hal ini pendukung petahana, tidak bergagah-gagah dengan keunggulannya supaya tidak memperuncing konflik.

Baca juga: Apakah Akan Ikut Aksi 22 Mei? Ini Jawaban Sandiaga

Menurut dia, inisiatif rekonsiliasi antarpendukung paslon sebaiknya diawali dari pihak yang merasa unggul.

"Yang (merasa) menang jangan ngasorake, supaya yang kalah tidak mencibir. Kita harus mulai dari yang merasa menang," kata pria 63 tahun itu.

Ia bahkan meminta pendukung petahana tidak melontarkan cibiran. "Saya imbau kedua kubu menahan diri, biar yang kalah terhormat, yang menang juga punya kehormatan," ucap Jimly lagi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Daftar Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini

Daftar Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini

Megapolitan
Lebaran Betawi Dimulai Malam Nanti, Ini Rangkaian Acaranya

Lebaran Betawi Dimulai Malam Nanti, Ini Rangkaian Acaranya

Megapolitan
Polisi Dalami Kasus Dugaan Penganiayaan oleh Pengacara D terhadap Hakim PN Jakarta Pusat

Polisi Dalami Kasus Dugaan Penganiayaan oleh Pengacara D terhadap Hakim PN Jakarta Pusat

Megapolitan
Empat Fakta Terbaru Kasus Rius Vernandes, Trauma hingga Penyelesaian secara Kekeluargaan

Empat Fakta Terbaru Kasus Rius Vernandes, Trauma hingga Penyelesaian secara Kekeluargaan

Megapolitan
Tanda Tanya Kasus Salah Tangkap dan Penyiksaan pada Empat Pengamen Cipulir

Tanda Tanya Kasus Salah Tangkap dan Penyiksaan pada Empat Pengamen Cipulir

Megapolitan
Anies Tunda Kepulangan dari Amerika, Ada Agenda Tambahan hingga Surati Kemendagri

Anies Tunda Kepulangan dari Amerika, Ada Agenda Tambahan hingga Surati Kemendagri

Megapolitan
Empat Kebijakan yang Diusulkan untuk Atasi Kemacetan di Depok

Empat Kebijakan yang Diusulkan untuk Atasi Kemacetan di Depok

Megapolitan
Getih Getah Riwayatmu Kini...

Getih Getah Riwayatmu Kini...

Megapolitan
Ketika PPSU Tinggalkan Sapu Lidi Sejenak untuk Rayakan Hari Jadi di Dufan

Ketika PPSU Tinggalkan Sapu Lidi Sejenak untuk Rayakan Hari Jadi di Dufan

Megapolitan
Setelah Saling Sindir hingga Lapor Polisi, Wali Kota Tangerang dan Kemenkumham Berdamai

Setelah Saling Sindir hingga Lapor Polisi, Wali Kota Tangerang dan Kemenkumham Berdamai

Megapolitan
[BERITA POPULER] Kisah Fikri Dipaksa Polisi Mengaku Jadi Pembunuh | Bahaya di Balik #AgeChallenge

[BERITA POPULER] Kisah Fikri Dipaksa Polisi Mengaku Jadi Pembunuh | Bahaya di Balik #AgeChallenge

Megapolitan
Bebas dari Tahanan, Fikri Pribadi Kini Cari Keadilan Tuntut Polisi yang Menyiksanya

Bebas dari Tahanan, Fikri Pribadi Kini Cari Keadilan Tuntut Polisi yang Menyiksanya

Megapolitan
Selain Bambu Getih Getah, Ini Daftar Pemanis Jakarta yang Berbiaya Besar tapi Tak Tahan Lama

Selain Bambu Getih Getah, Ini Daftar Pemanis Jakarta yang Berbiaya Besar tapi Tak Tahan Lama

Megapolitan
Siapa Sangka IS Pernah Dipasung Belasan Tahun Sebelum Dikenal sebagai Wawan Game

Siapa Sangka IS Pernah Dipasung Belasan Tahun Sebelum Dikenal sebagai Wawan Game

Megapolitan
Berkunjung ke Perpustakaan Erasmus Huis yang Instagramable

Berkunjung ke Perpustakaan Erasmus Huis yang Instagramable

Megapolitan
Close Ads X