Kapolres Jakarta Barat: Mayoritas Pelaku Kerusuhan Bukan Warga Jakarta

Kompas.com - 22/05/2019, 21:20 WIB
Kelompok massa di Slipi, Jakarta Barat, masih belum membubarkan diri hingga Rabu (22/5/2019) pukul KOMPAS.com/JIMMY RAMADHAN AZHARI Kelompok massa di Slipi, Jakarta Barat, masih belum membubarkan diri hingga Rabu (22/5/2019) pukul

JAKARTA, KOMPAS.com-Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengatakan, polisi menahan 165 orang terkait kerusuhan di kawasan Petamburan dan Slipi, Jakarta Barat, pada Rabu (22/5/2019). Kebanyakan, kata dia, bukan warga Jakarta. 

"Sebagian besar itu orang di luar Jakarta. (Ada yang) dari Palembang, dari Jambi, dari Banten," ucap Hengki di depan wisma 77, Slipi, Rabu malam.

Menurut Hengki, warga setempat sama sekali tidak terlibat dalam kerusuhan yang sempat terjadi di kawasan itu sejak Rabu dini hari. Justru, kata dia, warga tidak menyetujui tindakan kelompok massa itu dan bahkan sempat terlibat cekcok dengan mereka.

Baca juga: Massa Bakar Ban dan Sampah di Tengah Jalan Slipi I

 

Selain menahan terduga pelaku kerusuhan tersebut, polisi juga menyita sejumlah alat bukti dari mereka.

"Kami juga temukan ada senjata tajam, ada busur panah, ada uang dibagi dalam beberapa amplop sejumlah Rp 5 juta. Artinya mereka ini dibayar untukk melakukan aksinya ini. Jadi kami lengkap alat buktinya di situ sebagai instrumental delik alat kejahatan," papar Hengki.

Hingga sekitar pukul 21.00 WIB, kelompok massa terpantau masih bertahan di Jalan Slipi I, Palmerah, Jakarta Barat, dan melontarkan kembang api ke arah aparat keamanan. Aparat keamanan mulai bersiap mendorong mundur mereka.

Baca juga: Kawasan Slipi, Jakarta Barat Ditutup



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X