Ketua DPRD Sebut Ada 20 Persen SKPD DKI yang "Asal Bapak Senang"

Kompas.com - 22/06/2019, 18:00 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARIKetua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2019).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyebut, terdapat sejumlah Satuan Perangkat Kerja Daerah di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bermental "asal papak senang".

Prasetio mengatakan, dirinya akan menegur SKPD-SKPD yang terjangkiti mentalitas "ABS" tersebut dalam forum resmi.

"Di (pembahasan) APBD perubahan nanti saya akan menyikapi ada beberapa SKPD, saya akan sikapi ada yang juga dia 'asal bapak senang', masih ada, nanti akan saya sikapi di dalam forum resmi," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI Jakarta, Sabtu (22/6/2019).

Baca juga: Masa Kerja Segera Berakhir, DPRD DKI Tak Bisa Rampungkan Raperda Reklamasi

Kendati tak menyebut detail, Prasetio mengatakan jumlah SKPD yang bermental ABS mencapai 20 persen dari total yang ada di lingkungan Pemprov DKI.

Menurut Prasetio hal itu menyebabkan kinerja SKPD tersebut kurang optimal bila dilihat dari penyerapan anggaran.

Baca juga: Mendagri Ingatkan Pemprov-DPRD DKI Cermat Susun Anggaran

Prasetio melanjutkan, kondisi ini harus segara diatasi mengingat Pemprov DKI sudah dua kali mendapat opini 'Wajar Tanpa Pengecualian' dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Sifatnya sih tidak terlalu urgent tapi ini kalau ini terus mengikuti tren menjadi virus, penyakit lama keluar lagi," ujar Prasetio.

Kompas TV Apa saja yang sudah dilakukan Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi banjir di Ibukota, benarkah relokasi warga di bantaran kali menjadi faktor penting untuk mengambalikan fungsi aliran sungai di Jakarta. KompasTV akan membahasnya bersama dua narasumber yang telah hadir di studio wakil ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Sulhi dan wakil ketua fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan. #banjir #jakarta #penangananbanjir

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Megapolitan
Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Megapolitan
Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Megapolitan
Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Megapolitan
Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Megapolitan
Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X