Perjalanan Hidup Ratna Sarumpaet, dari Panggung Teater ke Jeruji Besi karena Hoaks

Kompas.com - 12/07/2019, 09:09 WIB
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Majelis Hakim menjatuhkan hukuman dua tahun penjara terhadap Ratna Sarumpaet. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANTerdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Majelis Hakim menjatuhkan hukuman dua tahun penjara terhadap Ratna Sarumpaet.
|

Bersama 10 anak buahnya dari Satu Merah Panggung, ia menempatkan sebuah keranda di atas mobil Kijang, lengkap dengan payung kematian. "Ditangkapnya di Pancoran. Saya dituduh menarik perhatian masyarakat sampai mengganggu ketertiban," cerita Ratna yang akhirnya dikenakan wajib lapor dua kali seminggu. 

"Kata mereka kemudian, saya boleh ikut kampanye tapi jangan aneh-aneh," ucapnya. "Aneh-aneh itu bahasa apa? Kalau saya cuma berdiri dan diam di pinggir jalan bakal dianggap aneh apa tidak?" lanjut Ratna Sarumpaet.

5. Pernah dipenjara 70 hari

Ratna adalah sosok yang kritis. Dia pun berkali-kali berurusan dengan polisi. Maka, bukan kali ini saja Ratna merasakan hidup di  penjara.

Pada Maret 1998, Ratna pernah ditangkap dan dipenjara selama 70 hari karena menyebarkan kebencian dan menghadiri pertemuan politik "anti-revolusioner". Hal ini dilakukan Ratna yang kecewa dengan tindakan otokritik Orde Baru Soeharto selama pemilu 1997.

Dia pun memimpin protes pro-demokrasi yang kemudian menyinggung penguasa. 

6. Melarikan diri ke luar negeri

Setelah dibebaskan, Sarumpaet terus berpartisipasi dalam gerakan pro-demokrasi; tindakan ini menyebabkan dia melarikan diri dari Indonesia setelah mendengar desas-desus bahwa dia akan ditangkap karena perbedaan pendapat. Ketika dia kembali ke Indonesia, Sarumpaet terus menulis stageplays yang bermuatan politik.

7. Operasi plastik berujung pidana

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Juli menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada Ratna Sarumpaet. Ratna terbukti bersalah dalam kasus penyebaran berita bohong atau hoaks. Dalam pertimbangannya, hakim menganggap Ratna telah membuat keonaran di publik dengan kebohongannya itu.

Baca juga: Tipu Daya Ratna Sarumpaet Sebar Hoaks di Lingkaran Prabowo....

Awalnya, kebohongan Ratna bermula ketika dia melakukan operasi plastik di sebuah klinik kecantikan. Untuk menutupi operasi plastik itu dari anak-anaknya karena malu, Ratna pun mengarang cerita dirinya dipukuli sekelompok orang.

Namun, hakim menganggap alasan Ratna itu tak terbukti. Hakim berkeyakinan Ratna sengaja membuat onar karena kebohongan itu ternyata tak hanya disebar Ratna ke anggota keluarganya, melainkan ke orang-orang lain dan dikaitkan dengan suasana pemilihan presiden. Kebohongan Ratna 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemendikbud Minta Pemkot Bekasi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka

Kemendikbud Minta Pemkot Bekasi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka

Megapolitan
Tak Lagi Jabat Sekda Tangsel dan Mundur sebagai ASN, Muhamad Akan Jadi Kader PDI-P

Tak Lagi Jabat Sekda Tangsel dan Mundur sebagai ASN, Muhamad Akan Jadi Kader PDI-P

Megapolitan
Pasien Covid-19: Corona is Real, Kalau Ingin Have Fun Pikir Lagi!

Pasien Covid-19: Corona is Real, Kalau Ingin Have Fun Pikir Lagi!

Megapolitan
Polisi: Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Depok Ditangkap di Bekasi

Polisi: Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Depok Ditangkap di Bekasi

Megapolitan
Video Anji dan Hadi Pranoto soal Temuan Antibodi Covid-19 Disebut Punya Kepentingan Penjualan Obat Herbal

Video Anji dan Hadi Pranoto soal Temuan Antibodi Covid-19 Disebut Punya Kepentingan Penjualan Obat Herbal

Megapolitan
Total 2.483 Orang Dirawat, Pasien Covid-19 di Jakarta Tebanyak Sejak Awal Pandemi

Total 2.483 Orang Dirawat, Pasien Covid-19 di Jakarta Tebanyak Sejak Awal Pandemi

Megapolitan
Kasus Jenazah Hilang di TPU Karang Bahagia, Polisi Temukan Potongan Tengkorak di Septic Tank

Kasus Jenazah Hilang di TPU Karang Bahagia, Polisi Temukan Potongan Tengkorak di Septic Tank

Megapolitan
Motor Pengantar Tabung Gas Terbakar di Jatinegara

Motor Pengantar Tabung Gas Terbakar di Jatinegara

Megapolitan
Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 7,8 Persen Selama Sepekan Terakhir

Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 7,8 Persen Selama Sepekan Terakhir

Megapolitan
Penyintas Covid-19 Sebut Mereka yang Abai Protokol Kesehatan sebagai Orang Arogan

Penyintas Covid-19 Sebut Mereka yang Abai Protokol Kesehatan sebagai Orang Arogan

Megapolitan
Jubir Ralat Data, Ada Dua Pegawai PN Jakarta Barat yang Terpapar Covid-19

Jubir Ralat Data, Ada Dua Pegawai PN Jakarta Barat yang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Sepasang Lansia di Warakas Ditemukan Tewas di Dalam Rumah yang Terkunci

Sepasang Lansia di Warakas Ditemukan Tewas di Dalam Rumah yang Terkunci

Megapolitan
UPDATE 5 Agustus: Tambah 357, Total Kasus Covid-19 di Jakarta Ada 23.266

UPDATE 5 Agustus: Tambah 357, Total Kasus Covid-19 di Jakarta Ada 23.266

Megapolitan
Muhamad Mundur dari Jabatan Sekda, Pemkot Tangsel Belum Tentukan Penggantinya

Muhamad Mundur dari Jabatan Sekda, Pemkot Tangsel Belum Tentukan Penggantinya

Megapolitan
Pemilik Warung Korban Perampokan di Ciracas Mulai Beraktivitas meski Masih Trauma

Pemilik Warung Korban Perampokan di Ciracas Mulai Beraktivitas meski Masih Trauma

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X