Main di Kolam Renang Warga, Seorang Anak Tewas Tenggelam

Kompas.com - 22/07/2019, 06:01 WIB
Ilustrasi THINKSTOCK.COMIlustrasi
|

JAKARTA,KOMPAS.com - Seorang anak berusia enam tahun bernama Fikri Rizki Anugrah tewas karena tenggelam di sebuah kolam renang di rumah warga yang ada di Jalan Sebret, Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dia ditemukan tewas saat sedang berenang bersama teman temannya. Hal tersebut dikatakan Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Prayitno.

Dia mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (20/7/2019) pukul 11.30 WIB.


Penemuan jasad tersebut berawal ketika saksi Wasmin yang tinggal di sekitar lokasi mendengar ada suara teriakan anak - anak dari dalam kolam.

Wasmin pun berusaha mendatangi sumber suara tersebut.

"Kemudian saksi langsung menghampiri anak - anak tersebut, saksi melihat ada salah satu anak dalam posisi sudah tenggelam di kolam renang. Saksi langsung berusaha membantu anak yang tenggelam tersebut," ujar Prayitno, Minggu (21/7/2019).

Saksi pun langsung berusaha mencari pertolongan dan membawa Fikri ke RSUD Pasar Minggu. Namun nyawa Fikri tidak tertolong.

Dia mengatakan kolam renang tersebut sering dijadikan tempat berenang oleh anak anak sekitar. Padahal sebenarnya kolam tersebut milik pribadi, bukan umum.

Kolam tersebut berada di lingkungan rumah seseorang yang bernama Diana. Tidak jarang anak anak melompati tembok yang mengelilingi kolam renang untuk bermain di dalam.

"Menurut saksi sudah sering kali memarahi dan melarang anak anak kecil tersebut berenang karena itu bukan kolam renang umum. Namun tidak dihiraukan oleh anak anak tersebut," kata dia.

Pihak keluarga pun sudah dihubungi oleh petugas dan mereka akan memakamkan anaknya itu.

Sementara itu, polisi telah memeriksa lokasi kejadian dan memeriksa beberapa saksi



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X