Hakim Bebaskan 3 Anak yang Ditangkap Saat Kerusuhan 22 Mei 2019

Kompas.com - 12/08/2019, 15:24 WIB
Sebanyak 75 tersangka perusuh 22 Mei 2019 beserta barang bukti dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Kamis (18/07/2019). KOMPAS.com/ VERRYANA NOVITA NINGRUMSebanyak 75 tersangka perusuh 22 Mei 2019 beserta barang bukti dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Kamis (18/07/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga dari 10 anak yang ditangkap saat kerusuhan 22 Mei 2019 divonis bebas oleh hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (128/2019) ini. Tiga anak itu adalah A, D, dan RE.

Dua anak lainnya telah lebih dulu dibebaskan hakim dalam persidangan pada Selasa pekan lalu. Sementara lima anak lainnya tidak disidang karena upaya diversi mereka dikabulkan hakim.

Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Baca juga: Vonis Bebas 2 Anak, Hakim Pertimbangkan Kondisi Polisi Korban 22 Mei yang Hanya Luka Ringan

Upaya diversi lima anak lainnya itu gagal sehingga harus menjalani proses hukum dan berlanjut dengan persidangan.

"Tadi tiga anak dinyatakan bebas dalam persidangan dan dikembalikan kepada orangtuanya sore ini," kata Riswanto, kuasa hukum mereka dari Lembaga Bantuan Hukum Citra Keadilan Indonesia, seusai persidangan pada hari ini.

Ia mengatakan bahwa ketiga anak itu didakwa dengan Pasal 214, 170, dan 218 KUHP.

Dalam Pasal 218 KUHP tertulis, siapa pun warga yang datang berkerumun dengan sengaja tidak segera pergi setelah diperingati tiga kali dapat dipidana penjara maksimal empat bulan dua minggu atau denda paling banyak Rp 9 ribu.

Namun, dua pasal lain tidak terbukti, hanya pasal alternatif ketiga, yakni Pasal 218 KUHP yang membuktikan anak-anak itu bersalah.

"Mereka tidak bisa membuktikan. Dari dakwaan yang keluar 214, 218, 170 KUHP, tapi yang dituntut hanya di Pasal 218 KUHP, sebagai alternatif yang ketiga," ujarnya.

Risawanto mengatakan, ada beberapa pertimbangan hakim dalam membebaskan anak-anak itu. Pertama, tiga anak itu hanya ikut-ikutan ikut aksi kerusuhan 22 Mei. 

"Kemudian anak-anak ini masih di bawah umur dan harus segera sekolah," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Megapolitan
Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Megapolitan
KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Megapolitan
Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Megapolitan
Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Megapolitan
Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Megapolitan
Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Megapolitan
Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Megapolitan
Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Megapolitan
Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Megapolitan
Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Megapolitan
Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Megapolitan
PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

Megapolitan
Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X